![]() |
| Gedung Putih Mempersiapkan Pemutusan Hubungan Kerja Secara Besar-besaran Jika Penutupan Berlanjut |
Menurut laporan NBC News pada Jumat, 3 Oktober 2025, pekan lalu Vought sudah keluarkan memo resmi. Memo itu ancam pemecatan massal jika penutupan berlanjut. Tapi Vought tak sebut angka pasti berapa pegawai yang kena. Penutupan pemerintah seperti ini bukan hal baru di AS; terakhir kali terjadi panjang pada 2018-2019, yang picu keterlambatan gaji bagi 800 ribu pegawai. Kali ini, situasi serupa bisa ulangi masalah itu, tapi dengan skala lebih besar karena ketegangan politik yang lebih tajam.
Tak lama setelah panggilan itu, Wakil Presiden JD Vance dukung rencana pemecatan saat jumpa pers di Gedung Putih. Vance tegas bilang pemecatan harus dilakukan jika penutupan tak segera usai. "Kami harus hentikan beberapa orang jika penutupan lanjut. Kami tak suka ini," ujar Vance. Ia tambah, "Kami sebenarnya tak ingin lakukan. Tapi kami akan lakukan apa yang perlu agar layanan penting untuk rakyat Amerika tetap jalan."
Baca Juga:
Vance juga tolak tuduhan bahwa pemecatan ini berdasarkan politik. Menurutnya, langkah itu murni untuk jaga layanan esensial, seperti pengiriman bantuan darurat atau pengawasan keamanan. Layanan esensial ini didefinisikan sebagai fungsi pemerintah yang tak boleh berhenti, misalnya operasi militer dasar atau penjagaan perbatasan. Vance tekankan bahwa tujuannya lindungi rakyat biasa dari kekacauan lebih lanjut.
Di memo Vought, lembaga pemerintah diminta pikirkan penghentian pegawai pada program atau proyek yang kehabisan dana. Pegawai dengan tugas tak selaras prioritas Presiden juga rentan kena. Prioritas Presiden biasanya fokus pada isu seperti keamanan nasional atau ekonomi, jadi program lain bisa dipangkas dulu. Memo ini mirip arahan sebelumnya saat penutupan, tapi kali ini lebih mendesak karena dana darurat hampir habis.
Memo tak sebut jumlah pegawai yang berisiko kehilangan kerja. Vought hanya peringatkan program gizi Women, Infants, and Children (WIC) bisa kehabisan dana minggu depan jika penutupan tak berhenti. WIC bantu jutaan ibu dan bayi miskin dapat makanan bergizi; tanpa dana, layanan itu bisa lumpuh, tingkatkan risiko kelaparan di keluarga rentan. Ini tunjukkan betapa cepat dampak penutupan rasakan masyarakat bawah.
Baca Juga:
Coaching Clinic PSSI Mandiri di Official Garuda Store berlangsung seru
Panggilan konferensi itu juga bahas keterlambatan gaji militer dan pegawai federal lain. Tentara dan staf sipil sering alami penundaan bayar saat anggaran macet, seperti pada penutupan 2013 yang tunda gaji 400 ribu personel militer. Sementara itu, taman nasional masih buka sebagian, tapi dengan batas ketat: pengunjung bisa masuk, tapi tanpa petugas penuh, risiko bahaya alam naik.
Di Senat, usaha selamatkan pendanaan gagal lagi. Dua rencana, satu dari Demokrat dan satu dari Republik, ditolak dalam 24 jam. Untuk lulus, butuh minimal 60 suara, artinya kedua partai harus sepakat. Dengan komposisi Senat imbang 53-47, jalan buntu ini buat negosiasi alot. Kedua kubu kini diskusikan opsi lain, seperti kompromi dana sementara, untuk buka kembali pemerintahan secepatnya. Tanpa solusi, pemecatan dan gangguan layanan bisa tambah parah, picu keresahan nasional.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Subianto baru saja bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino
TAG :
Suka Artikel ini?














