Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Budaya Korupsi ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Monday, September 29, 2025

Budaya Korupsi

Budaya Korupsi

Indonesia, Korupsi bukan sekadar tindakan ilegal yang dilakukan individu. Ia telah tumbuh menjadi budaya yang meresap dalam masyarakat Indonesia. Budaya ini muncul dari kebiasaan lama di mana suap dan nepotisme dianggap normal. Orang-orang terbiasa memberi amplop untuk urusan sederhana, seperti mengurus izin usaha atau mempercepat layanan publik. Contoh nyata terlihat di sektor pemerintahan. Di beberapa daerah, pejabat lokal sering meminta bayaran tidak resmi agar proyek infrastruktur berjalan lancar. Hal ini merugikan rakyat kecil yang bergantung pada anggaran negara.

Latar belakang budaya korupsi ini berakar pada masa pasca-kemerdekaan. Saat sistem birokrasi masih lemah, praktik curang menjadi cara cepat untuk bertahan. Menurut data dari Transparency International pada 2023, Indonesia peringkat 110 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi. Skornya hanya 34 dari 100, menunjukkan tingkat korupsi yang tinggi. Angka ini menekan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kemiskinan. Rakyat sering bertanya, mengapa korupsi sulit diberantas? Jawabannya sederhana: budaya ini melindungi pelaku, bukan hukum.

Advertising

Baca Juga:

Coaching Clinic PSSI Mandiri di Official Garuda Store berlangsung seru

Istilah "budaya korupsi" merujuk pada norma sosial di mana penyalahgunaan wewenang diterima. Ia berbeda dengan korupsi sporadis yang jarang terjadi. Di Indonesia, budaya ini merembet ke swasta dan pendidikan. Misalnya, siswa kadang membayar guru untuk nilai bagus. Pakar hukum seperti Todung Mulya Lubis pernah bilang, "Korupsi bukan penyakit, tapi kebiasaan yang diajarkan generasi ke generasi." Ia menekankan perlunya pendidikan anti-korupsi sejak dini untuk memutus rantai ini.

Advertising

Baca Juga:

Presiden Prabowo Subianto baru saja bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino

Dampaknya luas. Korupsi menghambat pembangunan jalan dan sekolah. Uang rakyat raib, diganti janji kosong. Namun, perubahan dimungkinkan jika masyarakat tolak budaya ini. Langkah kecil seperti laporkan pelanggaran bisa jadi awal. Korupsi merusak kepercayaan, tapi kesadaran kolektif mampu bangun fondasi baru yang bersih.

Advertising

Baca Juga:

Menteri Keuangan Mengingatkan Bahwa Risiko Global Masih Menghantui Ekonomi Indonesia

TAG :

Suka Artikel ini?

Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews