Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for Tata Kelola Perusahaan
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query Tata Kelola Perusahaan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Tata Kelola Perusahaan. Sort by date Show all posts

Monday, 27 July 2026

PT Lautan Luas Tbk berhasil meraih skor ACGS sebesar 87,13 pada tahun 2025


Musi Rawas, Perssilam News - PT Lautan Luas Tbk (LTLS) berhasil meraih skor 87,13 dalam ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) 2025 pada hari Senin, 27 Juli 2026, seperti yang dilaporkan oleh Investor Daily. Pencapaian ini melebihi nilai rata-rata emiten berkapitalisasi besar di Indonesia yang tercatat pada angka 82,60. Hasil evaluasi tersebut menempatkan Lautan Luas pada predikat "Good" atau Level 3. Capaian ini menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan sebagian besar standar internasional terkait praktik tata kelola perusahaan dengan konsisten.
Advertising


BACA JUGA:
Sebastiano Esposito memutuskan untuk meninggalkan Inter Milan, menekankan bahwa waktu bermain sangatlah penting
Kerangka penilaian ACGS dirancang oleh ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) untuk mengukur penerapan tata kelola perusahaan terbuka di wilayah Asia Tenggara. Aspek yang dinilai meliputi transparansi, akuntabilitas, perlindungan pemegang saham, tanggung jawab dewan, serta prinsip Good Corporate Governance (GCG). Proses evaluasi terhadap Lautan Luas mengacu pada dokumen publik, terutama laporan tahunan 2025 dan portal resmi emiten. 
Advertising


Perusahaan mencatatkan hasil positif dalam empat bidang utama, yaitu hak pemegang saham, keberlanjutan, pengungkapan informasi, serta fungsi dewan. Presiden Direktur PT Lautan Luas Tbk, Indrawan Masrin, memberikan penjelasan mengenai pencapaian tersebut. "Pencapaian ini mencerminkan komitmen Lautan Luas untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab," kata Indrawan Masrin, Presiden Direktur PT Lautan Luas Tbk. 
Ia menekankan bahwa penerapan tata kelola bukan hanya sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan serta nilai jangka panjang. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk melanjutkan penyempurnaan kebijakan, meningkatkan transparansi, dan menerapkan standar tata kelola internasional demi mendukung keberlanjutan usaha.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:

Friday, 10 April 2026

Tehnologi : Serangan siber terhadap API mengalami peningkatan yang signifikan di kawasan Asia-Pasifik pada tahun 2025, dengan teknologi AI yang menjadi rentan


Indonesia, Perssilam - Organisasi di seluruh Asia-Pasifik, atau APAC, kini gencar terapkan kecerdasan buatan, AI, di layanan digital utama mereka. Bayangkan bank di Singapura yang pakai chatbot AI untuk jawab pertanyaan nasabah sepanjang hari. Atau perusahaan e-commerce di Indonesia yang otomatisasi pengiriman barang lewat AI. Layanan pelanggan jadi lebih cepat. Manajemen keuangan lebih akurat. Rantai pasokan pun mengalir lancar. Adopsi ini memang masif. Tapi, seperti dilaporkan Investor Daily, kemajuan itu bangun di atas API yang rentan serangan. API, atau Application Programming Interface, adalah jembatan antar software. Ia izinkan data berpindah antar aplikasi. Sayangnya, banyak API ini lemah pertahanannya.
Advertising

BACA JUGA:
Badminton : Sepuluh Perwakilan Indonesia Mengamankan Tiket ke 16 Besar BAC 2026
Laporan 2026 Apps, APIs, and DDoS State of the Internet dari Akamai tunjukkan data segar untuk APAC. Laporan ini, disingkat SOTI, catat kondisi internet tiap tahun. Di kawasan ini, ketergantungan pada API buka celah keamanan lebar. Inovasi AI melonjak kencang. Tapi keamanan API tertinggal jauh. Ini ciptakan titik lemah di jantung pertumbuhan digital APAC. Reuben Koh, Direktur Teknologi dan Strategi Keamanan Akamai untuk wilayah APJ, bilang kesenjangan ini sebabkan kerugian besar. Perusahaan APAC alami dampak finansial. Operasional mereka terganggu. Pada 2025, Akamai catat hampir 65 miliar serangan ke aplikasi web dan API di Asia-Pasifik. Angka itu naik 23 persen dari 2024. Secara global, serangan API harian tumbuh tiga kali lipat. Ancaman ini datang konsisten. Sebanyak 87 persen organisasi dunia alami insiden keamanan API tahun itu. Data ini buat pemimpin IT APAC waspada.
Serangan DDoS Layer 7 melonjak 104 persen secara global dalam dua tahun belakangan. DDoS berarti Distributed Denial of Service. Ia banjiri target dengan lalu lintas palsu agar lumpuh. Serangan volumetrik serang bandwidth jaringan. Bandwidth seperti pipa data lebarnya. Ia banjiri pipa itu. Tapi Layer 7 beda. Ia sasari proses yang tangani permintaan pengguna. API kerja di lapisan aplikasi ini, Layer 7. Jadi serangan langsung rusak layanan digital. Transaksi penting terhenti. Organisasi kehilangan pendapatan. Misalnya, situs belanja online mati saat promo besar. Pelanggan kabur.
Modus serangan berubah. Di APAC, 61 persen serangan API tahun 2025 libatkan alur kerja tak sah. Aktivitas abnormal ini bukan lagi eksploitasi bug teknis. Penyerang manipulasi logika bisnis aplikasi. Logika bisnis adalah aturan normal app, seperti batas transaksi harian. Penyerang manfaatkan itu. Contohnya, mereka otomatisasi pembelian berulang untuk borong stok. Atau kumpul data pelanggan massal lewat panggilan API. Bahkan picu panggilan sah berulang hingga token AI habis. Token AI seperti kunci akses model bahasa. Bot pakai AI kini serang API langsung. Mereka tiru lalu lintas asli. Sistem pertahanan lama tak sadar. Ini sulit dideteksi.
Advertising

BACA JUGA:
Otomotif : Toyota Memperlihatkan Konversi Hilux Rangga dari Kotak Pendingin Hingga Mobil MBG
Sektor ritel dan jasa keuangan jadi target utama. Ritel bergantung API untuk pembayaran digital. Bayar via dompet elektronik butuh API aman. Jasa keuangan pakai API lintas batas. Transfer uang antarnegara cepat lewat itu. Sektor telekomunikasi hadapi hal sama. Layanan 5G dan cloud mereka pakai API banyak. Teknologi tinggi pun tekanan berat. Mereka perluas layanan AI berbasis API. Pertanyaan muncul: bagaimana lindungi ini semua? Organisasi butuh tools baru untuk pantau lalu lintas aneh.
Risiko beda di tiap negara APAC. Di Singapura dan Jepang, ekonomi matang. Digitalisasi tinggi. Organisasi punya ribuan API aktif. Permukaan serangan luas. Jumlah perangkat pengguna jutaan. Smartphone, IoT, semua hubung via API. Visibilitas jadi sulit. Mereka tak tahu lalu lintas mana yang sah. Di Vietnam dan Thailand, cerita lain. Ekonomi digital berkembang pesat. Startup bermunculan. Tapi keamanan tertinggal. Digitalisasi cepat melebihi skill. Kurang ahli siber lokal. Perekrut susah. Wilayah ini jadi mangsa empuk penyerang. Data Akamai tunjuk volume serangan tinggi di sini.
Advertising

BACA JUGA:
Sport : GBK Menjadi Panggung Legenda Sepak Bola Dunia, Pertunjukan Real Madrid Legends Dibatalkan
Pengembangan low-code dengan AI percepat semuanya. Low-code pakai drag-and-drop untuk bikin app. AI bantu tulis kode otomatis. Pengembang rilis API lebih cepat. Ini bagus untuk bisnis. Tapi sering salah konfigurasi. API pakai pengaturan default tak aman. Langsung ke produksi tanpa cek manusia. Kompleksitas naik. Penyerang temukan celah mudah. Misalnya, API terbuka tanpa autentikasi kuat. Atau rate limit longgar. Ini tambah risiko.
AI dorong transformasi bisnis di APAC. Tapi kecepatan ciptakan lubang tata kelola. Tata kelola berarti aturan dan pengawasan. Organisasi harus kuatkan itu. Prioritaskan visibilitas API. Ketahui setiap panggilan. Kelola bot dan agen AI. Pantau real-time seluruh sistem. Integrasikan keamanan sejak awal. Dari kode sampai runtime. Gagal lakukan ini, dampaknya parah. Operasional lumpuh luas. Kerugian uang mencapai miliaran. Kepercayaan pelanggan hilang. Pelanggan pindah kompetitor. API kini tulang punggung data perusahaan. Ketahanan API tentukan keberanian ekspansi di era AI. Perusahaan APAC yang aman akan unggul. Yang lambat tertinggal. Waktunya bertindak sekarang.
EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Sunday, 7 December 2025

Perkembangan Akal Imitasi Berpotensi Memperluas Kesenjangan Pembangunan Global


Indonesia, Kecerdasan buatan, atau AI, yang kurang dikelola bisa memperburuk ketimpangan antara negara-negara. Laporan terbaru dari UNDP, Program Pembangunan PBB, memperingatkan hal itu. AI berpotensi memperlebar celah di bidang ekonomi, kemampuan masyarakat, dan sistem pemerintahan.

Laporan ini berjudul 'The Next Great Divergence'. Ia soroti perbedaan tingkat kesiapan negara menghadapi zaman AI. Kesiapan ini mencakup infrastruktur, keterampilan, dan kebijakan. Tanpa aturan yang pas, celah itu membesar. Akibatnya, pembangunan terhambat di banyak tempat.

Kawasan Asia dan Pasifik jadi pusat perubahan AI. Populasi di sini sangat besar. Lebih dari separuh pengguna AI dunia ada di kawasan ini. Inovasi cepat mendorongnya. Contohnya, kemajuan di bidang chip dan model bahasa besar.

Tiongkok kuasai sekitar 70 persen paten AI global. Enam negara di kawasan lahirkan lebih dari 3.100 perusahaan AI baru. AI bisa tambah pertumbuhan PDB kawasan hingga dua poin persen. Di ASEAN, potensinya nyaris satu triliun dolar AS. Proyeksi ini berlaku untuk dekade ke depan. Dampak ekonominya jelas sangat besar.

Advertising

"AI berkembang sangat pesat. Banyak negara masih di garis start," kata Kanni Wignaraja. Ia Asisten Sekjen PBB dan Direktur Regional UNDP untuk Asia dan Pasifik. "Pengalaman kawasan ini tunjukkan betapa cepat celah muncul. Antara negara penguasa AI dan yang dikuasai AI."

Selama hampir 50 tahun, negara miskin tutup jarak dengan negara kaya. Teknologi dan perdagangan bantu naikkan kesehatan, pendidikan, dan pendapatan. Banyak bukti sukses di Asia.

Laporan UNDP ingatkan risiko besar. AI bisa balikkan kemajuan itu tanpa kebijakan inklusif. Intervensi diperlukan untuk semua lapisan masyarakat. Risiko naik jika kesiapan digital kurang.

Kesiapan digital di kawasan ini bervariasi tajam. Beberapa negara investasi besar di infrastruktur dan pelatihan AI. Mereka bangun pusat data dan program kursus. Negara lain masih perjuang akses internet dasar dan literasi digital. Literasi ini berarti paham cara pakai alat digital aman.

Perbedaan ini batasi manfaat AI. Negara tertinggal sulit saingi. Keterbatasan infrastruktur hambat koneksi cepat. Kurang keterampilan cegah pekerja kuasai AI. Kapasitas komputasi rendah batasi pengembangan model.

Tekanan tambah dari hilangnya pekerjaan dan eksklusi data. Pekerjaan rutin rentan otomatisasi. Data buruk bisa picu keputusan salah.

Sistem AI juga haus energi dan air. Kebutuhan naik pesat saat server kerja keras. Ini tambah beban keberlanjutan. Tata kelola bertanggung jawab jadi kunci.

Advertising

BACA JUGA:Produk Altitud Rendah Antara Tarikan AERO Asia 2025

"Kemajuan AI harus bareng pengelolaan sumber daya alam yang baik," kata Sara Ferrer Olivella. Ia Kepala Perwakilan UNDP Indonesia. "Kebutuhan air dan energi naik. Jangan korbankan bumi."

Ia tekankan rencana terpadu air, energi, dan pangan. Indonesia bisa pionir AI inovatif sekaligus hijau. Langkah ini cegah kerusakan lingkungan.

Perempuan dan pemuda paling rentan. Pekerjaan perempuan dua kali lebih rawan otomatisasi. Bidang seperti administrasi dan pabrik terancam. Pemuda kehilangan peluang awal karier di usia 22-25 tahun. Lapangan kerja AI dominan kurangi pilihan mereka.

Di Asia Selatan, perempuan punya ponsel 40 persen lebih sedikit daripada laki-laki. Akses rendah batasi keterlibatan digital.

Masyarakat desa dan adat sering absen dari data AI. Ini picu bias algoritma. Layanan penting seperti kesehatan bisa terlewat.

AI juga buka pintu tata kelola lebih baik. Di Bangkok, platform Traffy Fondue tangani hampir 600.000 laporan warga. Masalah kota cepat selesai.

Singapura punya Moments of Life. Layanan ini potong waktu urus dokumen jadi hitungan menit. Beijing pakai digital twin untuk rencana kota. Ia prediksi banjir dan atur lalu lintas.

Tapi regulasi AI masih jarang. Hanya sedikit negara punya aturan lengkap. Pada 2027, lebih 40 persen pelanggaran data dari AI generatif. Penyalahgunaan seperti deepfake naik.

"Kapabilitas jadi penentu utama di era AI," kata Philip Schellekens. Ia Chief Economist UNDP untuk Asia dan Pasifik. "Negara yang investasi keterampilan, komputasi, dan tata kelola akan raih manfaat besar."

Advertising

Reaksi :

Share:

Monday, 2 February 2026

Kriminal : Interpol telah menerbitkan Red Notice untuk buron kasus korupsi minyak, Riza Chalid. Pemberitahuan ini disebarkan ke 196 negara


Indonesia, Perssilam - Mabes Polri baru umumkan kabar besar. Interpol resmi keluarkan red notice untuk Muhammad Riza Chalid. Dia buronan kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak. Red notice ini aktif sejak 23 Januari 2026. Sudah disebar ke 196 negara anggota Interpol. Brigjen Untung Widyatmoko, Sekretaris NCB Hubinter Polri, sebut ini langkah krusial. Tujuannya percepat tangkap tersangka yang lari ke luar negeri. Polri yakin ini bantu buru Chalid lebih cepat.
Temukan lebih banyak
Bisnis
“Red notice atas nama Muhammad Riza Chalid atau MRC telah terbit pada Jumat, 23 Januari 2026,” kata Untung. Pernyataan itu dia sampaikan Minggu, 1 Februari 2026. Red notice jadi dasar pengawasan global. Semua negara anggota Interpol wajib awasi dan cari Chalid. “Red notice ini menjadi dasar pengawasan internasional dari seluruh member country Interpol,” tambah Untung. Polri terus koordinasi lintas batas lewat jaringan Interpol. 
Ini dukung penegakan hukum. Interpol bantu aparat Indonesia buru pelaku yang kabur. “NCB Interpol mendukung penuh langkah penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana yang melarikan diri ke luar negeri,” tegas Untung. Dukungan ini tunjuk komitmen kuat lawan kejahatan lintas negara. Kasus ini mulai dari Kejaksaan Agung. Mereka tetapkan Chalid tersangka pada 10 Juli 2025. Dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina. Chalid disebut pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa dan PT Orbit Terminal. Rentang waktu kasus 2018 sampai 2023. Libatkan Pertamina, subholding, dan kontraktor. Hingga sekarang, 18 orang jadi tersangka. Angka ini tunjuk skala kasus yang luas.

Advertising

Chalid dan pihak lain diduga intervensi kebijakan Pertamina. Mereka dorong kerja sama sewa terminal BBM tangki Merak. Padahal Pertamina saat itu tak butuh tambah kapasitas simpan. Akibatnya, negara rugi besar. Kerugian capai Rp285 triliun. Ini bukan hanya uang, tapi juga rusak perekonomian negara. Selain korupsi, Chalid juga tersangka pencucian uang. Red notice Interpol ini harapannya bawa hasil cepat. Kerja sama internasional bisa lacak Chalid. Lalu tangkap dia, bawa pulang ke Indonesia. Biar dia jalani proses hukum adil.
Pengumuman ini beri semangat aparat. Mereka tak henti buru buronan. Chalid, dengan peran di dua perusahaan, jadi kunci kasus Pertamina. Kerugian Rp285 triliun itu angka mengejutkan. Cukup buat bangun infrastruktur nasional berkali-kali.
Interpol punya 196 anggota. Jaringan luas ini bantu polisi Indonesia. Red notice bukan sekadar kertas. Itu perintah serius cari dan tangkap. Banyak kasus serupa sukses ditangani begini. Polri janji koordinasi ketat. Lewat NCB Hubinter, info mengalir lancar. Chalid kemungkinan sembunyi di negara asing. Tapi kini, mata dunia awasi dia.
Kasus Pertamina ini soroti masalah tata kelola minyak. Minyak jadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Korupsi di sini bisa lumpuhkan BUMN besar. 18 tersangka sudah ditahan sebagian. Chalid jadi target utama tersisa.
Clickadu
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
Kejaksaan Agung hitung kerugian teliti. Rp285 triliun itu total dari penyimpangan. Sewa terminal Merak jadi contoh nyata. Pertamina dipaksa sewa padahal gudang sendiri cukup. TPPU tambah berat tuduhan Chalid. Uang haram diduga dicuci lewat perusahaan. Ini pola umum di kasus korupsi besar. Dengan red notice, peluang tangkap Chalid naik tajam. Polri optimis. Indonesia tunjuk kemauan tegas lawan korupsi. Buronan tak aman lagi di mana pun.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×