
Musi Rawas, Perssilam News - Silverstone membawa angin segar bagi Aprilia setelah Marco Bezzecchi tampil cepat dalam sesi latihan Grand Prix Inggris. Pembalap asal Italia itu langsung memimpin sesi dengan waktu terbaik 1 menit 56.280 detik. Hasil tersebut terasa semakin penting karena Bezzecchi baru saja berusaha kembali ke kondisi terbaik setelah mengalami cedera tulang selangka akibat kecelakaan di Grand Prix Jerman bulan lalu. Sebelum sesi dimulai, kebugaran Bezzecchi masih menjadi perhatian. Cedera pada tulang selangka dapat mengganggu gerak lengan dan bahu, dua bagian tubuh yang sangat penting ketika pembalap mengendalikan motor MotoGP. Namun, Bezzecchi mampu melewati sesi latihan dengan kecepatan tinggi. Ia tidak hanya merebut posisi pertama, tetapi juga memecahkan rekor lap Silverstone dengan selisih hampir satu detik. Catatan tersebut memberi sinyal kuat bahwa Aprilia memiliki kecepatan untuk bersaing sejak awal akhir pekan. Sesi latihan ini juga menjadi penentu penting bagi peluang pembalap untuk langsung lolos ke Q2. Sepuluh pembalap tercepat berhak masuk ke bagian kedua kualifikasi, sedangkan pembalap lain harus lebih dulu bertarung di Q1. Karena itu, posisi di sesi latihan memiliki nilai besar, terutama bagi pembalap yang ingin menghindari risiko tambahan pada hari kualifikasi. Pada fase awal sesi, Ai Ogura dari Trackhouse tampil sebagai pembalap pertama yang mencuri perhatian. Ia mencatat waktu di bawah 1 menit 57 detik dan sempat memimpin klasemen. Ogura memperlihatkan kecepatan yang konsisten di lintasan Silverstone, tetapi posisinya mulai terancam ketika para pembalap lain memasuki tahap akhir sesi dengan ban yang lebih lunak.
Raul Fernandez, rekan satu tim Ogura di Trackhouse, kemudian mengambil alih posisi teratas. Fernandez menemukan waktu lebih cepat pada lap yang membuatnya naik ke puncak klasemen sementara. Ia hanya mampu bertahan sebentar karena Bezzecchi segera menyelesaikan lap terakhirnya dengan catatan yang lebih baik. Fabio di Giannantonio dari VR46 Ducati menempati posisi ketiga. Ia menjadi pembalap yang mencegah Aprilia menguasai tiga posisi teratas, setelah Fernandez finis di urutan kedua. Di Giannantonio menunjukkan kecepatan yang cukup untuk menekan para pembalap Aprilia dan Trackhouse hingga akhir sesi. Jorge Martin, pemimpin klasemen sementara, mengakhiri latihan di posisi keempat. Hasil itu diraih setelah ia melakukan perbaikan besar pada bagian akhir sesi. Martin sempat berada di posisi ke-17, tetapi dua lap cepat membawanya naik ke empat besar. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa catatan waktu berubah sangat cepat ketika seluruh pembalap memasang ban soft baru. Ogura akhirnya turun ke posisi kelima. Ia masih berada di kelompok depan dan menyelesaikan sesi di depan Marc Marquez, yang menempati posisi keenam. Hasil Ogura tetap menjadi modal baik bagi Trackhouse karena dua pembalap tim tersebut masuk lima besar. Fernandez bahkan sempat memimpin sebelum Bezzecchi menutup sesi dengan lap tercepat. Ketika latihan baru dimulai, Martin langsung memperlihatkan kecepatannya. Ia mencatat waktu 1 menit 58.692 detik, sekaligus mengungguli rekor yang sebelumnya dibuat Alex Marquez pada FP1. Catatan itu menjadi patokan awal bagi para pembalap lain.
Bezzecchi segera menyusul di posisi kedua. Kehadirannya di depan sejak awal memberi Aprilia dua alasan untuk percaya diri. Selain menunjukkan bahwa kondisi fisiknya cukup baik, Bezzecchi juga mampu menjaga ritme ketika persaingan mulai meningkat. Namun, keunggulan awal tersebut tidak bertahan lama. Alex Marquez dari Gresini Ducati lalu mengambil alih posisi pertama. Ia memanfaatkan lap yang lebih cepat dan menggeser Martin dari puncak klasemen. Setelah itu, dua pembalap Trackhouse, Fernandez dan Ogura, mulai menguasai jalannya sesi. Persaingan terus berubah karena jarak waktu antarpembalap cukup rapat pada sebagian besar latihan. Memasuki 15 menit terakhir, para pembalap mulai mengganti ban ke tipe soft baru. Ban ini memberi cengkeraman lebih besar dan membantu pembalap mencatat waktu satu lap yang lebih cepat. Namun, ban soft juga menuntut pemakaian yang tepat karena performanya dapat menurun setelah beberapa lap. Tahap ini menjadi kesempatan utama untuk mengamankan posisi di sepuluh besar. Pedro Acosta, Alex Marquez, dan Marc Marquez sempat bergantian berada di puncak klasemen setelah melakukan percobaan dengan ban baru. Ogura kemudian kembali memimpin melalui catatan waktu 1 menit 56.810 detik. Ia terlihat mampu menjaga kecepatan di sektor-sektor penting Silverstone dan sempat berada di jalur untuk mengakhiri sesi sebagai pembalap tercepat. Fernandez membatalkan peluang tersebut sesaat sebelum waktu latihan habis. Ia mencatat lap yang lebih cepat dan kembali mengambil posisi pertama dari rekan setimnya. Persaingan antara dua pembalap Trackhouse itu berlangsung sampai menit akhir, sebelum Bezzecchi mengeluarkan catatan terbaiknya.
Pada lap terakhir, Bezzecchi mencatat waktu 1 menit 56.280 detik. Ia mengamankan posisi pertama dengan keunggulan hampir satu detik atas rekor sirkuit sebelumnya. Catatan itu juga membuatnya unggul dari Fernandez dan menempatkan Aprilia di puncak sesi latihan Grand Prix Inggris. Bezzecchi tidak sekadar kembali setelah cedera. Ia juga menunjukkan bahwa kecepatannya belum hilang. Sesi tersebut menjadi ujian penting bagi kemampuan fisik dan mentalnya, sebab lintasan Silverstone memiliki rangkaian tikungan cepat yang menuntut banyak gerakan dari tubuh pembalap. Ia mampu menyelesaikan lap terakhir tanpa kehilangan tempo dan langsung mencatat waktu terbaik. Di Giannantonio menempati posisi ketiga, di depan Martin yang naik dari posisi ke-17. Dua lap cepat menjadi kunci bagi pembalap VR46 Ducati itu untuk masuk empat besar. Martin pun berhasil mengamankan posisi yang cukup baik untuk menghadapi sesi kualifikasi, meski masih berada di belakang Bezzecchi, Fernandez, dan Di Giannantonio. Ogura finis di posisi kelima, disusul Marc Marquez. Alex Marquez berada di urutan ketujuh setelah sebelumnya sempat memimpin pada fase awal. Joan Mir menjadi pembalap Honda tercepat di posisi kedelapan. Jack Miller dari Pramac menempati tempat kesembilan, sementara Acosta melengkapi sepuluh besar. Acosta sempat mengalami kecelakaan di Brooklands menjelang akhir sesi. Insiden tersebut terjadi ketika ia tengah berusaha memperbaiki catatan waktunya. Meski masuk sepuluh besar, kecelakaan itu menjadi penutup yang kurang baik bagi pembalap KTM tersebut dan dapat memengaruhi persiapan tim menjelang sesi berikutnya. Di luar sepuluh besar, Enea Bastianini dan Luca Marini gagal langsung lolos ke Q2. Francesco Bagnaia dari Ducati juga harus memulai perjuangan di Q1 setelah terjatuh dan mengakhiri sesi di posisi ke-13. Bagnaia perlu melewati bagian pertama kualifikasi jika ingin mendapatkan tempat di Q2 dan memperbesar peluangnya untuk memulai balapan dari posisi depan. Dengan hasil ini, Bezzecchi menjadi pusat perhatian di Silverstone. Ia membawa Aprilia ke puncak klasemen, memecahkan rekor sirkuit, dan menunjukkan performa kuat setelah absen dari kondisi terbaik akibat cedera. Fernandez juga memberi tekanan besar dengan finis kedua, sedangkan Martin harus memanfaatkan sesi berikutnya untuk memperbaiki posisinya. Persaingan menuju kualifikasi pun terbuka lebar, dengan selisih waktu dan perubahan posisi yang berlangsung hingga lap terakhir.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Tags :