Musi Rawas, Perssilam News - Penyakit otak dan gangguan saraf semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia. Ketika seseorang hidup lebih lama, risiko mengalami penyakit yang berkaitan dengan proses penuaan juga ikut meningkat. Stroke, Parkinson's disease, demensia, Alzheimer, serta berbagai movement disorder menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan deteksi dan penanganan sejak awal. Gangguan tersebut dapat memengaruhi banyak sisi kehidupan pasien. Stroke, misalnya, dapat menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, kesulitan menelan, hingga masalah pada daya ingat. Parkinson's disease dapat memicu tremor, gerakan tubuh yang melambat, kekakuan otot, dan gangguan keseimbangan. Sementara itu, demensia memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, serta kemampuan seseorang dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Kondisi-kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pasien. Keluarga juga sering harus memberikan pendampingan dalam waktu panjang. Beban perawatan dapat meningkat ketika penyakit baru diketahui setelah gejalanya berat. Karena itu, pemahaman masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai tanda awal penyakit menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien. Perhatian terhadap isu tersebut menjadi salah satu bahasan utama dalam The 1st International King's-EMC Neuroscience Masterclass & Symposium 2026. Kegiatan ini mempertemukan dokter dan ahli neurologi dari Indonesia dengan sejumlah pakar dari berbagai negara, termasuk para ahli dari King's College London. Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas perkembangan ilmu saraf, tantangan diagnosis, pilihan perawatan, serta kebutuhan riset di Indonesia. Pertemuan semacam ini juga memberi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk bertukar pengalaman mengenai kasus yang mereka temui dalam praktik. Pengetahuan dari pusat layanan kesehatan di berbagai negara dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan layanan neurologi di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama akademik antara EMC Healthcare dan King's College London yang telah berlangsung selama tiga tahun. Pada tahap awal, kerja sama tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan EMC Healthcare. Program pelatihan mencakup dokter spesialis neurologi, dokter rehabilitasi medik, serta tenaga kesehatan yang bekerja di bidang rehabilitasi. Kini, kerja sama itu diperluas dengan mengikutsertakan tenaga medis dari luar jaringan EMC Healthcare. Perluasan ini membuka akses yang lebih luas bagi dokter dan tenaga kesehatan Indonesia untuk memperoleh pengetahuan dari para ahli internasional. Dengan lebih banyak peserta, hasil pembelajaran diharapkan dapat menyebar ke rumah sakit dan layanan kesehatan lain.
Monday, 24 August 2026
Menteri Kesehatan Budi mendorong para dokter di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi internasional Dokter Internasional
Musi Rawas, Perssilam News - Penyakit otak dan gangguan saraf semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia. Ketika seseorang hidup lebih lama, risiko mengalami penyakit yang berkaitan dengan proses penuaan juga ikut meningkat. Stroke, Parkinson's disease, demensia, Alzheimer, serta berbagai movement disorder menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan deteksi dan penanganan sejak awal. Gangguan tersebut dapat memengaruhi banyak sisi kehidupan pasien. Stroke, misalnya, dapat menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, kesulitan menelan, hingga masalah pada daya ingat. Parkinson's disease dapat memicu tremor, gerakan tubuh yang melambat, kekakuan otot, dan gangguan keseimbangan. Sementara itu, demensia memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, serta kemampuan seseorang dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Kondisi-kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pasien. Keluarga juga sering harus memberikan pendampingan dalam waktu panjang. Beban perawatan dapat meningkat ketika penyakit baru diketahui setelah gejalanya berat. Karena itu, pemahaman masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai tanda awal penyakit menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien. Perhatian terhadap isu tersebut menjadi salah satu bahasan utama dalam The 1st International King's-EMC Neuroscience Masterclass & Symposium 2026. Kegiatan ini mempertemukan dokter dan ahli neurologi dari Indonesia dengan sejumlah pakar dari berbagai negara, termasuk para ahli dari King's College London. Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas perkembangan ilmu saraf, tantangan diagnosis, pilihan perawatan, serta kebutuhan riset di Indonesia. Pertemuan semacam ini juga memberi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk bertukar pengalaman mengenai kasus yang mereka temui dalam praktik. Pengetahuan dari pusat layanan kesehatan di berbagai negara dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan layanan neurologi di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama akademik antara EMC Healthcare dan King's College London yang telah berlangsung selama tiga tahun. Pada tahap awal, kerja sama tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan EMC Healthcare. Program pelatihan mencakup dokter spesialis neurologi, dokter rehabilitasi medik, serta tenaga kesehatan yang bekerja di bidang rehabilitasi. Kini, kerja sama itu diperluas dengan mengikutsertakan tenaga medis dari luar jaringan EMC Healthcare. Perluasan ini membuka akses yang lebih luas bagi dokter dan tenaga kesehatan Indonesia untuk memperoleh pengetahuan dari para ahli internasional. Dengan lebih banyak peserta, hasil pembelajaran diharapkan dapat menyebar ke rumah sakit dan layanan kesehatan lain.
Monday, 29 December 2025
Ratusan Puskesmas yang Terkena Dampak Bencana Segera Akan Beroperasi Kembali

Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa 300 puskesmas di Pulau Sumatra yang rusak akibat bencana bisa segera beroperasi normal. Puskesmas ini tersebar di daerah banjir bandang dan longsor. Kementerian Kesehatan sudah percepat pemulihan layanan kesehatan di sana.
Dia bilang, "Kami akan kirim CT Scan baru langsung ke lokasi." Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan pers pada Kamis, 25 Desember 2025. CT Scan penting untuk cek penyakit serius seperti tumor atau patah tulang. Untuk X-ray mamografi, tendernya sudah rampung. Prioritas pertama diberikan ke Aceh Tamiang. Alat ini membantu deteksi dini kanker payudara pada wanita.
Selain alat medis, Kemenkes fokus pulihkan infrastruktur dasar. Ini mencakup puskesmas dan rumah sakit di tiga provinsi: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkahnya sederhana tapi krusial. Pertama, bersihkan lumpur tebal yang menutupi ruangan. Kedua, perbaiki instalasi listrik agar lampu dan alat menyala. Ketiga, pasang kembali jaringan internet untuk koordinasi. Keempat, pastikan air bersih mengalir lancar.
Menkes sudah koordinasi erat dengan Pangdam dan Kapolda di ketiga provinsi. Mereka bantu percepat pembersihan lumpur. Hasilnya terlihat cepat. Beberapa puskesmas sudah bersih total. Yang lain capai 75 persen pembersihan. Ini berarti layanan bisa jalan lagi tanpa hambatan besar.
Menkes tekankan peran sektor telekomunikasi. Dukungan ini percepat layanan medis dan rujukan pasien. Banyak puskesmas kini punya genset cadangan listrik. Internet satelit Starlink juga dipasang. Contohnya di Puskesmas Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Starlink beri sinyal kuat di daerah terpencil. Menkes bilang, "Tanpa komunikasi, layanan kesehatan dan rujukan akan terhambat." Dokter butuh internet untuk kirim data pasien ke rumah sakit besar. Pasien bisa dirujuk cepat tanpa tunggu lama.
Bencana ini parah. Hingga Rabu, 24 Desember 2025, korban jiwa capai 1.129 orang. Data ini dari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Dia catat tambahan 17 korban jiwa hari itu. Total naik jadi 1.129 jiwa. Korban hilang masih 174 orang. Warga mengungsi sebanyak 496.293 jiwa. Mereka butuh layanan kesehatan darurat. Pemulihan puskesmas jadi kunci selamatkan nyawa lebih banyak lagi. Koordinasi semua pihak tunjukkan komitmen pemerintah tangani bencana dengan cepat. (Red)
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :






