Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for BPS
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query BPS. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query BPS. Sort by date Show all posts

Wednesday, 12 November 2025

Harga minyak goreng, menurut BPS: Tidak pernah mengalami penurunan

Harga minyak goreng, menurut BPS: Tidak pernah mengalami penurunan

Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa harga minyak goreng untuk semua jenis tetap tinggi dan stabil. Harga ini tidak pernah turun sama sekali. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan fakta ini dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah. Rapat itu berlangsung secara daring pada Selasa, 11 November 2025, dan diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Amalia menjelaskan kondisi harga ini terjadi sejak awal November 2025. Meski begitu, kenaikan harganya sangat kecil. Proses kenaikan itu berjalan pelan dan tetap mempertahankan level tinggi. BPS, sebagai lembaga resmi yang mengumpulkan data statistik nasional, rutin memantau harga komoditas penting seperti minyak goreng. Minyak goreng menjadi barang pokok di dapur rumah tangga Indonesia. Fluktuasi harganya bisa memengaruhi biaya hidup sehari-hari dan tingkat inflasi secara keseluruhan.

Dalam paparannya, Amalia berkata, "Harga minyak goreng stabil tinggi, tidak pernah turun. Ada kenaikan tipis, tipis sekali tetapi perlahan dan stabil tinggi." Ia menyajikan data pantauan harga dari berbagai wilayah. Semua jenis minyak goreng, termasuk yang curah, premium, dan merek Minyakita, dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). HET adalah batas harga maksimal yang ditetapkan pemerintah untuk melindungi konsumen dari kenaikan berlebih. Karena harga melebihi HET, pembeli harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli minyak goreng.

Advertising

Baca Juga:

Tersedia di Netflix, Berikut Sinopsis ‘No Next Life’

Rata-rata harga minyak goreng semua jenis pada minggu pertama November 2025 mencapai Rp19.480 per liter. Bandingkan dengan Oktober 2025, yang hanya Rp19.469 per liter. Perbedaan kecil ini menunjukkan tren naik yang konsisten. Data ini dikumpul dari 102 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Di sana, harga tertinggi mencapai Rp60.000 per liter, sementara yang terendah Rp15.500 per liter. Variasi ini mencerminkan perbedaan kondisi pasar di berbagai daerah, seperti akses distribusi atau faktor lokal lainnya.

Amalia menambahkan, "Stabil tinggi, perlahan pada minggu terakhir ini harga minyak goreng sudah ada kenaikan sedikit. Sehingga, harga yang dibayar oleh konsumen adalah harga yang tinggi." Kondisi ini membuat konsumen khawatir, terutama keluarga berpenghasilan rendah yang bergantung pada minyak goreng untuk masak. Inflasi harga makanan bisa memicu ketidakpuasan sosial jika tidak ditangani cepat.

Advertising

Baca Juga:

Bintang Timur Surabaya mengalahkan Unggul FC dengan skor 3-1

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menanggapi dengan serius. Ia meminta semua pihak terkait untuk tingkatkan kerja sama. Pemerintah daerah harus turun ke lapangan. Mereka perlu analisis langsung mengapa harga minyak goreng tidak stabil di masyarakat. Tomsi menekankan pentingnya aksi nyata untuk kendalikan situasi.

Ia berkata, "Kalau memang kita tidak bisa mengatasi pada rapat koordinasi ini, bisa dinaikkan ke tingkat kementerian, agar harga jangan terus tinggi begitu. Harus ada alasan yang jelas bahwa kenapa ini sampai begini." Langkah ini bertujuan cari akar masalah, seperti gangguan pasokan atau isu distribusi. Dengan begitu, pemerintah bisa ambil kebijakan tepat untuk stabilkan harga dan lindungi daya beli rakyat. Rapat seperti ini menjadi forum utama untuk koordinasi antarlembaga guna jaga stabilitas ekonomi nasional.

Reaksi :
Share:

Thursday, 5 February 2026

Bisnis : Rupiah Semakin Melemah Akibat Tekanan Dolar AS


Indonesia, Perssilam - Nilai tukar rupiah terus tertekan kuat oleh dolar AS yang menguat sepanjang hari Kamis ini. Data dari Bloomberg tunjukkan rupiah tutup lebih lemah 0,39 persen. Itu sama dengan 65 poin. Akhirnya jadi Rp16.842 per dolar AS. Dolar AS naik gara-gara sentimen pasar di Amerika Serikat. Pasar mata uang global pantau ketat prospek negosiasi baru antara AS dan Iran. Banyak pihak prediksi negosiasi ini bakal gagal total. Para pejabat AS dan Iran bilang pertemuan tetap jalan Jumat, 6 Februari 2026. Tapi kedua pihak belum sebut topik apa saja yang dibahas. Begitu kata Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi pada Kamis, 5 Februari 2026.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Advertising
BACA JUGA:BRI Super League : Pena berharap agar Persita dapat memperbaiki catatan kemenangan mereka di kandang
Iran siap bicara soal program nuklir dan pengayaan uranium mereka. AS ingin bahas juga rudal balistik Iran. Plus dukungan Iran ke kelompok proxy bersenjata di Timur Tengah. Kelompok proxy ini seperti milisi yang dibantu Iran untuk operasi di kawasan itu.
Advertising

Pasar khawatir Presiden Trump jalankan ancaman serang Iran. Konfrontasi begitu bisa ganggu produksi minyak Iran. Pasokan minyak global ikut terganggu. Harga minyak naik tajam. Itu tekan ekonomi dunia lebih dalam, tambah Ibrahim. Di sisi lain, pembicaraan Trump dengan Xi Jinping redakan ketegangan AS-China. Dua negara besar ini kurangi gesekan dagang. Trump bilang dia kunjungi China bulan April 2026. Mereka rencana bahas banyak isu penting.
Pelaku pasar juga was-was sikap Federal Reserve atau the Fed. Di bawah Kevin Warsh, the Fed cenderung ketat atau hawkish. Artinya mereka enggan potong suku bunga. Pasar turunkan harapan pemangkasan suku bunga. Itu setelah penunjukan Warsh. Suku bunga the Fed tetap stabil di Januari 2026.
Di dalam negeri, Badan Pusat Statistik atau BPS rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data untuk triwulan IV 2025 dan seluruh tahun 2025. Angka ini tak ubah sentimen pasar. Rupiah tetap lemah lawan dolar AS.
BPS catat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 capai 5,11 persen. Untuk triwulan IV 2025, angkanya 5,39 persen. Ini pertumbuhan triwulan IV tertinggi sejak pandemi Covid-19 berlalu. BPS catat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 capai 5,11 persen. Untuk triwulan IV 2025, angkanya 5,39 persen. Ini pertumbuhan triwulan IV tertinggi sejak pandemi Covid-19 berlalu.
Temukan lebih banyak
Penopang utama ekonomi tahun 2025 tetap konsumsi rumah tangga. Rumah tangga belanja lebih banyak untuk kebutuhan sehari-hari. Investasi juga dorong kuat. Perusahaan bangun pabrik dan infrastruktur baru Data BPS ini beri harapan pemulihan ekonomi Indonesia. Tapi faktor global seperti dolar kuat dan ketegangan geopolitik lebih dominan. Pasar mata uang abaikan sinyal positif domestik untuk sekarang. Rupiah butuh katalis baru agar pulih. 
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×