
Indonesia, Perssilam - Nilai tukar rupiah terus tertekan kuat oleh dolar AS yang menguat sepanjang hari Kamis ini. Data dari Bloomberg tunjukkan rupiah tutup lebih lemah 0,39 persen. Itu sama dengan 65 poin. Akhirnya jadi Rp16.842 per dolar AS. Dolar AS naik gara-gara sentimen pasar di Amerika Serikat. Pasar mata uang global pantau ketat prospek negosiasi baru antara AS dan Iran. Banyak pihak prediksi negosiasi ini bakal gagal total. Para pejabat AS dan Iran bilang pertemuan tetap jalan Jumat, 6 Februari 2026. Tapi kedua pihak belum sebut topik apa saja yang dibahas. Begitu kata Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi pada Kamis, 5 Februari 2026.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Advertising
BACA JUGA:BRI Super League : Pena berharap agar Persita dapat memperbaiki catatan kemenangan mereka di kandangIran siap bicara soal program nuklir dan pengayaan uranium mereka. AS ingin bahas juga rudal balistik Iran. Plus dukungan Iran ke kelompok proxy bersenjata di Timur Tengah. Kelompok proxy ini seperti milisi yang dibantu Iran untuk operasi di kawasan itu.
Pasar khawatir Presiden Trump jalankan ancaman serang Iran. Konfrontasi begitu bisa ganggu produksi minyak Iran. Pasokan minyak global ikut terganggu. Harga minyak naik tajam. Itu tekan ekonomi dunia lebih dalam, tambah Ibrahim. Di sisi lain, pembicaraan Trump dengan Xi Jinping redakan ketegangan AS-China. Dua negara besar ini kurangi gesekan dagang. Trump bilang dia kunjungi China bulan April 2026. Mereka rencana bahas banyak isu penting.
Pelaku pasar juga was-was sikap Federal Reserve atau the Fed. Di bawah Kevin Warsh, the Fed cenderung ketat atau hawkish. Artinya mereka enggan potong suku bunga. Pasar turunkan harapan pemangkasan suku bunga. Itu setelah penunjukan Warsh. Suku bunga the Fed tetap stabil di Januari 2026.
Di dalam negeri, Badan Pusat Statistik atau BPS rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data untuk triwulan IV 2025 dan seluruh tahun 2025. Angka ini tak ubah sentimen pasar. Rupiah tetap lemah lawan dolar AS.
BPS catat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 capai 5,11 persen. Untuk triwulan IV 2025, angkanya 5,39 persen. Ini pertumbuhan triwulan IV tertinggi sejak pandemi Covid-19 berlalu. BPS catat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 capai 5,11 persen. Untuk triwulan IV 2025, angkanya 5,39 persen. Ini pertumbuhan triwulan IV tertinggi sejak pandemi Covid-19 berlalu.
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
Penopang utama ekonomi tahun 2025 tetap konsumsi rumah tangga. Rumah tangga belanja lebih banyak untuk kebutuhan sehari-hari. Investasi juga dorong kuat. Perusahaan bangun pabrik dan infrastruktur baru Data BPS ini beri harapan pemulihan ekonomi Indonesia. Tapi faktor global seperti dolar kuat dan ketegangan geopolitik lebih dominan. Pasar mata uang abaikan sinyal positif domestik untuk sekarang. Rupiah butuh katalis baru agar pulih.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :







.png)









