Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Kementerian Kehutanan melakukan pemantauan terhadap kualitas udara di daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...

Sunday, 30 August 2026

Kementerian Kehutanan melakukan pemantauan terhadap kualitas udara di daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan


Musi Rawas, Perssilam News - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memantau kualitas udara dan sebaran asap di enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan ini dilakukan karena aktivitas titik panas masih tinggi di sejumlah wilayah, terutama di area yang rawan mengalami kebakaran saat kondisi lahan kering. Enam provinsi tersebut adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Wilayah-wilayah itu menjadi perhatian karena memiliki area hutan, lahan gambut, serta perkebunan yang dapat terbakar ketika cuaca panas dan curah hujan rendah. Api di lahan gambut juga dapat menyebar di bawah permukaan, sehingga penanganannya membutuhkan pemeriksaan dan pemantauan berulang. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengatakan pemantauan dilakukan secara terpadu. Petugas menggabungkan data titik panas, kondisi api di lapangan, kualitas udara, sebaran asap, cuaca, serta jarak pandang. "Jadi kita tidak hanya melihat hotspot-nya saja. Kondisi kualitas udara, sebaran asap, jarak pandang, cuaca, juga terus kita pantau untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya," ujar Ristianto melalui keterangannya, Minggu, 30 Agustus 2026. Menurut Ristianto, titik panas atau hotspot merupakan hasil deteksi satelit terhadap anomali suhu di permukaan bumi. Data tersebut membantu petugas menemukan lokasi yang perlu diperiksa. Namun, hotspot belum dapat langsung disebut sebagai kebakaran karena anomali suhu bisa muncul akibat beberapa kondisi lain di permukaan. Karena itu, setiap titik panas perlu diperiksa melalui groundcheck atau pengecekan langsung di lapangan. Petugas perlu memastikan apakah terdapat api, asap, lahan yang terbakar, atau sumber panas lain. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan tindakan, termasuk pemadaman, pendinginan, atau pemantauan lanjutan. Berdasarkan pemantauan terakhir, kualitas udara di enam provinsi prioritas masih berubah-ubah. Di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, sejumlah titik pemantauan bahkan mencapai kategori berbahaya. Kondisi ini menunjukkan bahwa paparan asap di beberapa lokasi sudah berada pada tingkat yang perlu mendapat perhatian serius.
Advertising

BACA JUGA:
Muktamar NU telah menyetujui larangan bagi Ketua Umum untuk menjabat di posisi politik lain
Di Kalimantan Selatan, kualitas udara tertinggi yang terpantau berada pada kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, sejumlah titik pemantauan di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan masuk kategori tidak sehat. Perbedaan kondisi antarwilayah dipengaruhi oleh sumber asap, arah angin, kecepatan angin, cuaca, serta jarak lokasi pemantauan dari titik kebakaran. Kondisi udara tersebut membuat dampak asap masih perlu diwaspadai, terutama di daerah yang mengalami peningkatan aktivitas karhutla. Asap dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu kegiatan masyarakat. Kondisi ini juga perlu menjadi perhatian bagi warga yang harus melakukan perjalanan, bekerja di luar ruangan, atau tinggal dekat area terdampak. Ristianto menjelaskan, sebaran asap juga memengaruhi jarak pandang. Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 29 Agustus 2026 pagi, jarak pandang di Palangka Raya tercatat 3 kilometer dengan kondisi berasap. Di Pontianak, jarak pandang tercatat 0,8 kilometer dengan kondisi berasap. Banjarmasin mencatat jarak pandang 0,5 kilometer dan juga berada dalam kondisi berasap. Sementara itu, jarak pandang di Palembang mencapai 6 kilometer dengan kondisi cerah berawan. Jarak pandang di Jambi tercatat 0,8 kilometer dengan kondisi berasap. Di Pekanbaru, jarak pandang mencapai 2,5 kilometer dan kondisi wilayah juga dilaporkan berasap. Data tersebut menggambarkan bahwa pengaruh asap tidak sama di setiap kota, meskipun wilayahnya berada dalam satu kawasan yang sama. "Jarak pandang ini bisa berubah-ubah tergantung konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, curah hujan, maupun kondisi atmosfer. Karena itu, pemantauan harus dilakukan terus-menerus," katanya. Perubahan jarak pandang dapat terjadi dalam waktu singkat. Asap yang berkumpul di satu wilayah bisa menipis ketika angin bertiup atau hujan turun. Sebaliknya, jarak pandang dapat kembali menurun ketika angin membawa asap dari area kebakaran ke permukiman atau pusat kota.
Advertising

BACA JUGA: 
Hakim menolak eksepsi yang diajukan oleh mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Data kualitas udara dan jarak pandang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah operasi pengendalian karhutla. Informasi tersebut membantu pemerintah menilai tingkat gangguan asap dan menetapkan wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih cepat. Pemantauan cuaca juga diperlukan untuk memperkirakan pergerakan asap serta peluang turunnya hujan. Arah angin dapat membawa asap ke wilayah yang sebelumnya belum terdampak. Karena itu, petugas perlu memperbarui data secara berkala agar tindakan di lapangan sesuai dengan kondisi terbaru. Pemerintah terus mengantisipasi dampak asap terhadap aktivitas masyarakat. Warga di wilayah yang terdampak diminta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, jarak pandang, dan perkembangan karhutla. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum masyarakat melakukan kegiatan di luar rumah. Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi cuaca dan jarak pandang. Apabila udara dipenuhi asap atau jarak pandang menurun, kegiatan di luar ruangan perlu disesuaikan dengan keadaan. Pengendara harus lebih berhati-hati ketika melintas di wilayah berkabut asap, terutama pada pagi hari atau saat angin membawa asap ke jalan raya. Kemenhut mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Cara tersebut dapat memicu api, terutama ketika lahan kering dan angin bertiup kencang. Api yang semula kecil dapat meluas ke semak, perkebunan, hutan, atau lahan gambut di sekitarnya. Ristianto menegaskan bahwa hotspot yang terdeteksi satelit merupakan indikasi anomali suhu permukaan. Data itu tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran. Pemeriksaan langsung tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lokasi. "Jadi, setiap indikasi hotspot tetap perlu diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan langsung di lapangan. Tetap harus diverifikasi di lapangan agar kita mengetahui kondisi sebenarnya," ujar Ristianto.
Verifikasi lapangan juga membantu petugas menentukan tingkat ancaman. Pemeriksaan dapat menunjukkan apakah titik panas berada di lahan terbuka, area perkebunan, hutan, atau permukiman. Petugas kemudian dapat menilai kebutuhan pemadaman dan langkah lain untuk mencegah api meluas. Kemenhut meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan asap, titik api, atau tanda-tanda kebakaran. Laporan yang diterima lebih awal dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas. Informasi dari masyarakat juga dapat membantu petugas menemukan lokasi yang belum terpantau secara jelas melalui data satelit. Laporan dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor 021-5704618. Masyarakat juga dapat mengirimkan laporan melalui WhatsApp di nomor +62 8131-00-35000 atau melalui email posko.karhutla@kehutanan.go.id. Laporan sebaiknya memuat lokasi kejadian dan kondisi yang terlihat agar petugas dapat melakukan pemeriksaan dengan lebih tepat. Masyarakat diminta tidak mendekati area api jika situasinya berbahaya. Keselamatan warga tetap menjadi perhatian selama proses pelaporan dan penanganan karhutla berlangsung.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×