IMO telah melakukan evakuasi terhadap 2.500 pelaut dan 115 kapal dari Selat Hormuz
Indonesia, Perssilam News - Organisasi Maritim Internasional atau IMO melaporkan bahwa 115 kapal dan 2.500 pelaut sudah keluar dari Selat Hormuz. Proses evakuasi ini mulai berjalan sejak Selasa, 23 Juni 2026. Data dari Anadolu menyebut operasi penyelamatan ini masih berlangsung sampai sekarang.Proses evakuasi terjadi selama tiga setengah hari terakhir. Namun, angka tersebut masih sementara. Tim terkait masih memeriksa data untuk memastikan jumlah tepatnya. Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, memberi tahu bahwa operasi sempat berhenti pada Kamis, 25 Juni 2026.
Advertising
Penghentian ini terjadi karena ada serangan terhadap sebuah kapal di Teluk Oman. Dominguez menegaskan keselamatan pelaut adalah hal paling utama. Evakuasi akan jalan lagi jika ada jaminan keamanan. Jaminan itu berarti tidak ada lagi serangan terhadap kapal. Arus perdagangan di kawasan tersebut juga harus stabil. Iran sudah mengirim peringatan soal penggunaan jalur laut. Mereka menganggap ada koridor yang tidak resmi. Kapal yang lewat jalur itu bisa kena sanksi hukum. Namun, IMO tidak menjelaskan apa saja bentuk sanksi tersebut.
Advertising
Keputusan stop sementara ini diambil setelah sebuah kapal kargo terkena proyektil tidak dikenal. Kejadian itu terjadi di lepas pantai Oman. Serangan tersebut merusak bagian anjungan kapal. Untungnya tidak ada kru yang terluka. Tidak ada juga kerusakan lingkungan atau tumpahan minyak di laut.
Advertising
Sebelum kejadian ini, IMO dan pemerintah Oman punya rencana besar. Mereka ingin mengevakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak. Rencana ini muncul karena ketegangan di wilayah itu meningkat. Risiko keamanan maritim menjadi sangat tinggi bagi semua kapal. Operasi Perdagangan Maritim Inggris atau UKMTO juga melaporkan kejadian serupa. Laporan mereka menunjukkan kondisi pelayaran di Selat Hormuz semakin buruk. IMO menegaskan akan lanjut bekerja jika situasi sudah aman. Mereka menunggu kondisi laut stabil sebelum mengirim bantuan kembali.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait






