
Indoensia, Perssilam - Hari Tasyrik adalah waktu penting bagi umat Islam setelah Idul Adha. Hari ini terjadi pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah. Ini adalah masa tenang setelah keriuhan penyembelihan hewan kurban. Menurut sumber dari Cahaya, umat Muslim perlu memperbanyak ibadah saat itu. Rasa syukur kepada Allah SWT harus ditingkatkan. Namun, ada satu hal yang dilarang keras. Umat Islam tidak boleh berpuasa pada tiga hari Tasyrik tersebut. Larangan ini dijelaskan dalam Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah. Buku itu ditulis oleh Ust. M. Syukron Maksum. Beliau menjelaskan bahwa Hari Tasyrik adalah waktu untuk makan dan minum. Umat Islam diminta menikmati rezeki sambil terus mengingat Allah SWT. Larangan puasa ini berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah RA.
Advertising
Rasulullah SAW mengutus Abdullah Bin Hudzafah ke Mina. Beliau berpesan agar orang-orang tidak berpuasa hari itu. Alasannya karena hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah Azza wa Jalla. Aturan ini berlaku bagi semua jenis puasa sunnah. Orang yang terbiasa puasa Senin Kamis tidak boleh melakukannya jika jatuh di tanggal Tasyrik. Begitu juga dengan mereka yang menjalankan puasa Daud. Mereka harus berhenti sejenak. Puasa sunnah baru boleh dimulai lagi setelah tanggal 13 Zulhijjah berlalu. Ada banyak amalan baik yang bisa dilakukan selama Hari Tasyrik. Hal ini membantu umat meningkatkan takwa dan mempererat ukhuwah Islamiah.
BACA JUGA: Bursa Asia mengalami penurunan pada 28 Mei 2026 akibat sinyal konflik antara AS dan Iran
BACA JUGA: Lucas Frigeri Meninggalkan Arema FC
Pertama adalah meningkatkan ketaatan. Ust. M. Hasbullah Agus Sumarno dari Kemenag Surakarta menjelaskan maknanya. Hari Tasyrik bagian dari Yaumul Qadhiyah. Masa ini penuh makna perjuangan para nabi. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail melewati banyak ujian berat. Umat Muslim diminta mencontoh keteguhan hati mereka. Ketaatan kepada Allah harus diperkuat melalui refleksi kisah tersebut.
Advertising
Kedua adalah memperbanyak doa dan dzikir. Ustaz Hasbullah menyebut waktu ini sangat mustajab. Artinya, doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Umat Islam disarankan meluangkan waktu lebih banyak untuk meminta petunjuk dan ampunan. Dzikir menjadi cara untuk mendekatkan diri secara spiritual kepada Sang Pencipta. Ketiga adalah menjalin silaturahmi. Ini adalah waktu tepat untuk mengunjungi keluarga. Umat Muslim bisa datang ke rumah orang tua, saudara, atau kerabat dekat. Kegiatan ini memperkokoh hubungan kekeluargaan. Momen Idul Adha dan Hari Tasyrik menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan tetangga dan teman.
Hari Tasyrik juga harus jadi momen syukur. Syukur atas kesehatan, rezeki, dan hidup yang diberikan Allah SWT. Hal ini sesuai dengan Al-Quran Surah Ibrahim ayat 7. Allah berjanji akan menambah nikmat bagi mereka yang bersyukur. Sebaliknya, bagi yang mengingkari nikmat, azab Allah sangat pedih.
Advertising
Ustaz Hasbullah mengingatkan agar umat menerima semua ketetapan Allah dengan lapang dada. Jangan mengeluh atas apa yang terjadi. Terimalah pemberian Allah dengan ikhlas. Laksanakan semua perintah agama dengan usaha maksimal

(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait










