Advertising
Data statistik dari laman BWF memperlihatkan dominasi pasangan Cina Taipei pada gim pertama. Awalnya skor tampak seimbang. Namun, Fang-Chih dan Fang-Jen tiba-tiba mencetak 10 poin beruntun setelah interval. Hal ini membuat ganda Indonesia kehilangan gim pembuka. Fajar Alfian mengaku permainannya belum maksimal hari itu. Ia menyebut adanya banyak kesalahan sendiri yang merugikan. Fajar sempat unggul 12-9 sebelum lawan membalikkan keadaan dengan cepat.
Memasuki gim kedua, pasangan Cina Taipei kembali mengontrol laga. Mereka mencuri poin interval dengan sangat cepat. Fajar merasa panik dan terburu-buru menentukan strategi serangan. Meski tertinggal jauh, Fajar dan Fikri perlahan mengejar ketertinggalan. Kapten Piala Thomas ini akhirnya mampu membalikkan keadaan dan mengunci gim kedua.
Advertising
Pada gim ketiga, Fajar dan Fikri tampil lebih dominan. Mereka berhasil merebut interval lebih dulu. Keunggulan ini dijaga dengan ketat sampai skor akhir pertandingan. Kemenangan ini berkat arahan pelatih yang meminta mereka bermain cepat. Fajar yang kini berusia 31 tahun melihat lawan bermain terlalu aman. Fang-Chih dan Fang-Jen cenderung bertahan lalu menyerang balik. Strategi ini membuat penempatan bola mereka sulit ditebak. Fajar dan Fikri kemudian memaksa lawan melakukan adu drive untuk memecah pertahanan.
Muhammad Shohibul Fikri juga mengakui buruknya awal pertandingan mereka. Menurutnya, unforced error atau kesalahan tanpa tekanan menjadi masalah utama di gim pertama. Start mereka di gim kedua juga sangat buruk.
Advertising
Fikri dan Fajar berusaha saling menguatkan saat tertinggal poin. Mereka mencoba keluar dari tekanan mental yang diberikan lawan. Momentum kemenangan perlahan kembali sehingga rasa percaya diri mereka tumbuh lagi. Kerja keras ini membawa mereka lolos ke babak berikutnya.

(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait










