
Indonesia,Perssilam - Skandal penipuan olahraga di Serie A pasti tidak ganggu klasemen musim 2025-26. Inter Milan, yang terlibat dalam penyelidikan, kini bisa bernapas lega sedikit. Proses hukum yang lambat ini pastikan penyelidikan skandal penipuan olahraga di Serie A tak selesai sebelum musim ini tamat. Jaksa penuntut PM Ascione baru saja ajukan perpanjangan waktu penyelidikan. Langkah itu tunda segalanya lebih jauh.
Advertising
La Gazzetta dello Sport laporkan detailnya. Tenggat baru kini jatuh pada November 2026. Itu berarti pihak berwenang tak mungkin tutup kasus sebelum musim panas 2027 tiba. Musim Serie A biasa berakhir Juni atau Juli, jadi jeda waktu ini jelas besar.
Aturan hukum Italia tegas soal ini. Jaksa pidana harus serahkan semua dokumen penyelidikan dulu ke Procura Federale FIGC. Procura Federale FIGC itu kantor jaksa khusus Federasi Sepak Bola Italia. Mereka yang beri sanksi olahraga, seperti kurangi poin klub atau larang main.
Advertising
Serah terima dokumen itu baru bisa dilakukan setelah penyelidikan pidana resmi tamat. Kepala Procura FIGC, Giuseppe Chiné, desak agar proses percepat. Ia ingin kasus gerak lebih kencang. Tapi tekanan itu tak ubah fakta dasar. Selama penyelidikan pidana masih jalan, FIGC tak punya kuasa ambil tindakan disiplin. Tak ada klub yang bisa kena hukum olahraga sekarang. Ini lindungi semua tim dari gangguan tiba-tiba.
Advertising
Bayangkan dampaknya. Jika akhirnya bukti pelanggaran muncul, penalti seperti potong poin baru berlaku musim 2026-27. Klasemen 2025-26 aman total dari campur tangan hukum. Inter Milan dan tim lain tak perlu khawatir perubahan mendadak di papan atas.
Penyidik kini fokus periksa Andrea Gervasoni, supervisor VAR. VAR adalah Video Assistant Referee, alat bantu wasit pakai video untuk keputusan adil. Bersama mantan koordinator wasit Gianluca Rocchi, mereka hadapi tuduhan manipulasi penunjukan wasit dan VAR. Tuduhan ini inti skandal penipuan olahraga.
Advertising
Kasus seperti ini ingatkan penggemar betapa rumit aturan gabung hukum pidana dan olahraga di Italia. Federasi tak mau buru-buru sanksi tanpa bukti lengkap. Itu cegah ketidakadilan. Bagi Inter, ini beri kestabilan sampai musim depan. Penggemar tunggu saja perkembangan November nanti.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait












