
Indonesia, perssilam - Di pekan ke-30 BRI Super League 2025/26, dua striker Bhayangkara Presisi Lampung FC langsung mencuri perhatian. Henry Doumbia dan Moussa Sidibe mengguncang gawang Persib Bandung. Pertandingan ini berlangsung sengit di Stadion PKOR Sumpah Pemuda pada Kamis, 30 April lalu. Kedua gol mereka bikin Bhayangkara unggul dini. Pelatih Persib, Bojan Hodak, langsung teringat masa lalu.
Advertising
Saat masih melatih Kuala Lumpur City FC di Liga Malaysia, ia pernah incar Doumbia. Ia ingin bawa pemain itu ke timnya. Tapi saat itu, tawaran transfer terlalu mahal untuk budget klub. Hodak juga cerita soal Sidibe. Persib coba pinjam pemain ini di awal musim. Sayang, Johor Darul Ta’zim tolak keras. JDT ingin pertahankan Sidibe lebih lama. Enam bulan kemudian, JDT akhirnya izinkan Sidibe pindah ke Bhayangkara.
BACA JUGA: Edmond Tapsoba secara resmi telah memperpanjang kontraknya dengan Bayer Leverkusen
BACA JUGA: Xiaomi 18 Series Mempersembahkan Kamera Ganda 200 MP dan Chipset 2nm
Meski Doumbia dan Sidibe cetak gol, Persib bangkit hebat. Mereka balas dengan empat gol cepat. Federico Barba buka keran gol balasan. Berguinho lanjutkan momentum. Beckham Putra tambah kegemilangan. Adam Alis tutup kemenangan 4-2. Skor akhir ini pastikan tiga poin krusial untuk Maung Bandung.
Advertising
Di konferensi pers usai laga, Hodak buka suara. Ia bilang, “Saya sudah lama pantau Henry. Dulu saya mau bawa dia ke KL. Tapi harga yang ditawarkan terlalu tinggi untuk kami waktu itu.” Hodak tambah, “Kami coba pinjam Sidibe. Tapi JDT tegas pertahankan dia di awal musim. Enam bulan kemudian, mereka lepas Sidibe ke Bhayangkara.”
Advertising
Hodak akui strategi Persib awalnya gagal. Ia sudah siapkan rencana khusus redam dua penyerang itu. Tapi Doumbia dan Sidibe terlalu lincah. Mereka sulit diikat bek Persib. Timnya mulai lambat. Pola permainan harus diubah di tengah laga.
Bhayangkara di bawah pelatihnya tampil solid. Hodak puji kemampuan mereka serang balik. Saat kehilangan bola, mereka langsung bahaya. Strategi lawan unggul di aspek itu. Persib harus perbaiki kelemahan lini belakang.
Advertising
Kemenangan ini bukti mental juara Persib. Mereka ubah kekalahan potensial jadi kemenangan. Bhayangkara tetap tim tangguh. Dua gol awal tunjukkan kekuatan lini depan mereka. Liga ini makin seru. Persaingan di papan atas kian ketat. Hodak janji timnya terus belajar dari laga ini.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait












