Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App RM Padang Non-Minang Dianggap Meningkatkan Popularitas Kuliner Minangkabau ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Monday, May 25, 2026

RM Padang Non-Minang Dianggap Meningkatkan Popularitas Kuliner Minangkabau


Indonesia, Perssilam - IDirektur Eksekutif MDN-G Burmalis Ilyas melihat fenomena menjamurnya rumah makan Padang milik non-Minang sebagai hal positif. Menurutnya, banyaknya orang luar yang mau membuka bisnis ini membuktikan bahwa kuliner Minangkabau punya nilai jual yang sangat tinggi. Kondisi ini seharusnya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Minang karena masakan mereka diterima luas oleh berbagai kalangan. Burmalis meminta warga 
Advertising

BACA JUGA:
Trauma Fisik yang Diderita oleh WNI yang Ditahan oleh Militer Israel
Minang untuk tidak melihat situasi ini dengan rasa negatif atau merasa tersaingi. Ia justru menilai hal ini sebagai bukti nyata bahwa daya tarik masakan Minang sangat kuat di mata publik. Saat berbicara di forum Silaturahim Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) di Jakarta pada Sabtu 23 Mei 2026, Burmalis menegaskan bahwa minat masyarakat yang tinggi adalah prestasi. 
Ia mengatakan bahwa masakan Minang sudah disukai semua orang dan layak mendapat apresiasi. Topik pembicaraan kemudian beralih ke bisnis waralaba atau franchise rumah makan  Padang yang kini makin populer. Burmalis menilai sistem waralaba membantu mempercepat promosi budaya Minangkabau. Dengan adanya jaringan franchise, rumah makan 
Advertising

BACA JUGA:
Kembalinya Mobile Legends pada tahun 2026 serta ambisi Phygital
Padang bisa buka di banyak kota dan kabupaten dengan lebih cepat. Hal ini membuat kuliner khas Sumatra Barat semakin dikenal luas hingga ke pelosok daerah yang mungkin sebelumnya sulit dijangkau. Namun, kehadiran bisnis modern ini membawa tantangan bagi pengusaha rumah makan tradisional. Burmalis, yang merupakan putra asal Salido, mengingatkan bahwa persaingan kini semakin ketat. Rumah makan tradisional tidak bisa lagi hanya mengandalkan rasa. Mereka harus memperbaiki standar pelayanan dan menjaga kebersihan tempat makan agar tidak kalah saing. 
Ia menekankan bahwa aspek hospitality atau keramahan dalam melayani tamu harus ditingkatkan. Kebersihan atau higienitas juga jadi kunci utama agar konsumen merasa nyaman. Jika ingin bertahan, pengusaha tradisional harus lebih kompetitif dalam mengelola bisnis mereka. MDN-G juga tidak tinggal diam dalam memajukan kuliner ini. Burmalis menjelaskan bahwa organisasinya terus mendorong promosi masakan Minang sampai ke tingkat internasional. Mereka menggerakkan jaringan perantau Minang yang tersebar di berbagai negara untuk menjadi duta kuliner. Tim MDN-G bahkan sudah mengunjungi banyak komunitas Minang dan rumah makan Padang di luar negeri untuk melihat perkembangannya.
Advertising

BACA JUGA: 
Tim Nasional Voli Putra Indonesia Mendapatkan Dua Pemain TambahanTujuan besarnya adalah membawa diaspora Minang dan kulinernya naik kelas ke level global. Burmalis berharap keberadaan rumah makan Padang di mancanegara menjadi simbol kebanggaan bagi seluruh masyarakat Minang. Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar jumlah rumah makan Minang di luar negeri terus bertambah banyak.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews