Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Trauma Fisik yang Diderita oleh WNI yang Ditahan oleh Militer Israel ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Monday, May 25, 2026

Trauma Fisik yang Diderita oleh WNI yang Ditahan oleh Militer Israel


Indonesia, Perssilam - Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) baru saja pulang ke tanah air dengan luka fisik dan trauma berat. Mereka adalah relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Tim ini berlayar untuk membawa bantuan bagi warga Gaza, Palestina. Namun, perjalanan mereka terhenti saat militer Israel menghadang kapal di perairan Mediterania Timur. Pasukan Israel kemudian menangkap para relawan secara paksa dan membawa mereka ke wilayah pendudukan.
Advertising

BACA JUGA:
Kembalinya Mobile Legends pada tahun 2026 serta ambisi Phygital
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menunggu kedatangan para relawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu, 24 Mei 2026. Sugiono menyambut mereka dengan rasa syukur karena semua WNI bisa pulang dengan selamat. Meski begitu, ia mengakui banyak relawan yang mengalami cedera fisik dan guncangan jiwa akibat kekerasan aparat Israel.
Sugiono menegaskan bahwa pemerintah akan memberi pendampingan penuh bagi para penyintas. Hal ini mencakup perawatan medis untuk luka fisik serta penanganan psikologis bagi yang trauma. Pemerintah Indonesia juga berjanji akan terus melindungi WNI yang ikut misi kemanusiaan internasional, terutama yang menuju Gaza. Kekejaman saat penahanan terungkap dari kesaksian para relawan. Bambang Noroyono, atau Abeng, adalah wartawan Republika yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). 
Advertising

BACA JUGA: 
Tim Nasional Voli Putra Indonesia Mendapatkan Dua Pemain Tambahan
Abeng merasa lega bisa bertemu keluarganya lagi. Tapi, rasa sakit di tubuhnya masih terasa. Ia mengaku ada bekas benturan yang belum hilang sepenuhnya. Kondisi rekan-rekannya jauh lebih parah. Abeng menyebut beberapa relawan mengalami retak tulang bagian dalam. Cedera ini terjadi selama proses penangkapan dan penahanan oleh militer Israel. Meski terluka, Abeng tetap ingin memperjuangkan hak warga Gaza dan Palestina.
Thoudy Badai, relawan lain dari Republika dan GPCI, menyebut aksi militer Israel sebagai penculikan. Menurutnya, prosedur hukum internasional tidak dijalankan. Mereka ditangkap di perairan internasional, lalu dipindahkan ke kapal besar milik Israel. Selama tiga hari dua malam, mereka ditahan dalam kondisi sangat buruk.
Advertising

BACA JUGA: 
Lagu 'Por Ella' Siap Menghibur di Piala Dunia 2026
Para relawan diperlakukan tidak manusiawi. Bukti rekaman video menunjukkan situasi mencekam. Tangan para relawan diikat di belakang punggung. Mereka juga dipaksa merunduk di lantai dengan posisi terhina. Thoudy menilai perlakuan ini adalah gambaran kecil dari penderitaan warga Palestina. Ia meminta dunia untuk terus menyuarakan kebebasan Palestina karena kenyataan di lapangan jauh lebih keji.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews