Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Peningkatan konsumsi minyak sawit memerlukan percepatan dalam peremajaan sawit rakyat ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Monday, May 11, 2026

Peningkatan konsumsi minyak sawit memerlukan percepatan dalam peremajaan sawit rakyat


Indonesia, Perssilam - Indonesia akan meningkatkan konsumsi minyak sawit dalam negeri secara besar-besaran. Hal ini dipicu oleh program biodiesel B50 yang mulai jalan pada Juli 2026. B50 artinya campuran minyak sawit dalam bahan bakar mencapai 50 persen. Pemerintah ingin kebutuhan domestik ini terpenuhi tapi tidak mau ekspor turun. Solusinya adalah memperbaiki produksi di bagian hulu.
Advertising

BACA JUGA:
Oscar Piastri merasa terkejut dengan kecepatan Red Bull di Miami
Kunci utamanya ada pada peremajaan tanaman atau replanting sawit rakyat. Petani harus mendapat bantuan teknis budi daya yang benar. Saat ini produktivitas sawit nasional belum maksimal. Potensi asli lahan kita bisa menghasilkan 5 sampai 6 ton crude palm oil atau CPO per hektare setiap tahun. Jika replanting dilakukan benar, hasil panen bisa naik lebih dari 3 ton CPO per hektare dibanding tanaman tua.
Bungaran Saragih, Menteri Pertanian periode 2000 sampai 2004, menyebut sawit sebagai penyelamat ekonomi. Sawit bukan cuma sumber devisa besar. Komoditas ini jadi penahan guncangan saat ekonomi Indonesia goyah. Indonesia pernah mengalami tiga krisis hebat. Ada krisis moneter 1998, krisis keuangan global 2008, dan pandemi Covid-19 tahun 2020 sampai 2021. Saat itu nilai tukar rupiah jatuh, pengangguran naik, dan kemiskinan melonjak.
Advertising

Sektor sawit tetap kokoh di tengah badai tersebut. Kekuatannya ada pada basis sektor yang sangat luas. Sawit memberi kerja bagi lebih dari 16 juta orang. Karena melibatkan banyak orang, sawit menjaga daya beli masyarakat bawah. Itulah alasan sawit bisa berdiri tegak saat sektor lain tumbang.
Advertising

BACA JUGA: 
Goh Jin Wei tetap bersemangat meskipun tidak berhasil lolos kualifikasi untuk Kejuaraan Dunia
Pesan ini disampaikan Bungaran melalui asistennya, Gusti Artama Gultom. Ia membacakannya dalam acara Teknis Kelapa Sawit atau TKS 2026. Acara ini digelar 28 sampai 30 April 2026 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Gusti adalah peneliti sawit IPB dan pakar Media Perkebunan. Ia menegaskan replanting sangat penting untuk ketahanan pangan dan energi. Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR menjamin stok minyak nabati dan bahan bakar tetap aman.
Kebutuhan CPO untuk energi akan melonjak tinggi. Implementasi B50 saja butuh sekitar 17 sampai 18 juta ton CPO. Kebutuhan pangan juga terus naik. Maka dari itu, replanting tidak bisa ditunda. Masalahnya, banyak petani di daerah sulit mendapat info teknis budi daya yang benar. Hal inilah yang membuat acara TKS 2026 diadakan dengan tema Kiat Sukses Meningkatkan Produktivitas Sawit. Media Perkebunan menyelenggarakan acara ini dengan dukungan BPDP dan Gapki Kalteng. Ketua Panitia TKS 2026, Hendra J Purba, mengingatkan bahwa sawit adalah mesin devisa negara. Namun, tantangan produktivitas masih menghantui. Konsumsi dalam negeri diprediksi tembus 41 juta ton pada 2045.
Advertising

BACA JUGA: 
Menurut Hadis dan Ketentuan Para Ulama Tentang Waktu Sholat Dhuha yang Paling Utama
Ada dua cara untuk menjawab tantangan ini. Pertama melalui ekstensifikasi atau perluasan lahan sekitar 2 sampai 5 juta hektare. Kedua melalui intensifikasi dengan menaikkan hasil per pohon. Penggunaan bibit unggul menjadi syarat mutlak agar produksi naik tanpa harus terus menambah lahan.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews