Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Ilmuwan Memperkenalkan Baterai Magnesium Karbon Dioksida Sebagai Penyimpan Energi Bersih ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Tuesday, May 26, 2026

Ilmuwan Memperkenalkan Baterai Magnesium Karbon Dioksida Sebagai Penyimpan Energi Bersih


Indonesia, Perssilam - Tim peneliti gabungan baru saja memperkenalkan baterai magnesium-karbon dioksida atau Mg-CO2 yang bisa diisi ulang. Laporan dari Media Indonesia menyebutkan bahwa riset ini melibatkan pakar dari Universitas Peking, Universitas Nankai, Harbin Institute of Technology, dan City University of Hong Kong. Teknologi ini tidak hanya menyimpan daya listrik. Sistem ini juga mengambil gas karbon dioksida dari udara untuk dijadikan bahan aktif pembangkit daya.
Cara kerjanya berbeda dengan baterai lithium-ion yang umum dipakai ponsel atau laptop. Pada saat baterai mengeluarkan listrik atau discharge, magnesium pada bagian anoda mengalami oksidasi. Elektron yang lepas kemudian bergerak menuju katoda. Di sana, elektron bereaksi dengan CO2. Reaksi kimia ini mengubah gas menjadi senyawa padat seperti magnesium karbonat atau oksalat. Artinya, baterai ini mengunci karbon dalam bentuk stabil saat sedang memberi daya.
Para peneliti memilih magnesium karena jumlahnya sangat banyak di kerak Bumi. Magnesium jauh lebih mudah ditemukan dibanding lithium yang jumlahnya terbatas dan mahal. Hal ini bisa membuat biaya produksi baterai jadi lebih murah. Selain itu, magnesium punya kapasitas teoritis yang tinggi. Satu atom magnesium bisa melepas dua elektron. Ini lebih banyak dibanding satu atom lithium yang hanya melepas satu elektron. Baterai ini juga lebih aman. Magnesium tidak mudah membentuk dendrit, yaitu kristal tajam yang sering menyebabkan baterai lithium terbakar atau meledak.
Advertising

BACA JUGA: 
Luis de la Fuente memilih 8 pemain dari Barcelona untuk memperkuat tim nasional Spanyol
Namun, ada kendala teknis yang harus diselesaikan. Senyawa magnesium karbonat yang terbentuk sangat sulit diurai saat baterai diisi ulang atau charging. Jika tidak bisa terurai, baterai tidak bisa dipakai kembali. Para ilmuwan mengatasi masalah ini dengan mengubah struktur katoda. Mereka membuat cacat mikro pada katoda dan mengganti campuran elektrolitnya. Perubahan ini mengarahkan reaksi kimia agar membentuk oksalat. Oksalat jauh lebih mudah terurai sehingga proses pengisian daya menjadi lancar.
Inovasi ini sangat cocok untuk penyimpanan energi skala besar. Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga surya atau kincir angin. Listrik dari alam seringkali tidak stabil karena tergantung cuaca. Baterai Mg-CO2 bisa menyimpan kelebihan listrik tersebut. Sambil menyimpan energi, baterai ini juga membantu mengurangi polusi karbon di udara. Ini menjadi jalan baru untuk membersihkan industri dari emisi gas rumah kaca.
Advertising

BACA JUGA: 
RM Padang Non-Minang Dianggap Meningkatkan Popularitas Kuliner Minangkabau
Saat ini, tim peneliti masih fokus meningkatkan siklus hidup baterai. Mereka ingin baterai bisa diisi ulang ribuan kali tanpa rusak. Jika sudah stabil, teknologi ini akan masuk ke pasar komersial. Target utamanya adalah sistem penyimpanan energi stasioner untuk gedung atau kota di masa depan.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews