
Advertising
Kebijakan ini lahir karena harga BBM nonsubsidi melonjak tajam sejak April 2026. Konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia naik. Dampaknya terasa langsung pada harga jual di pom bensin. Pertamax Turbo kini mencapai Rp19.400 per liter. Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter. Sementara Pertamina Dex menyentuh harga Rp23.900 per liter. Pemerintah ingin mengalihkan subsidi energi hanya untuk warga yang benar-benar butuh. Anggota Komite BPH Migas, Abdul Halim, menjelaskan batasan kapasitas mesin.
Mobil dengan mesin di atas 1.400 cc dianggap tidak layak menerima subsidi. Aturan ini sedang dibahas melalui revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014. Untuk sepeda motor, batasannya ada pada 150 cc. Jadi, motor kelas premium dan mobil menengah harus beralih ke BBM nonsubsidi. Daftar kendaraan yang dilarang semakin panjang. Toyota Avanza 1.5 CVT, Veloz 1.5, dan Rush 1.5 masuk kategori ini. Daihatsu Xenia dan Terios juga terancam pembatasan. Dari merek Mitsubishi, ada Xpander, XForce, Pajero Sport, dan Triton. Honda turut memasukkan HR-V, BR-V, WR-V, Civic, hingga City Hatchback. Suzuki juga menyertakan XL7, Ertiga, dan Grand Vitara dalam list tersebut.
Advertising
Pembatasan ini juga berlaku bagi pengendara roda dua. Motor seperti Yamaha XMAX 250, Honda Forza, Vespa GTS 300, dan Honda CBR250RR tidak bisa lagi membeli Pertalite. Pemerintah memakai aplikasi MyPertamina untuk menyaring kendaraan. Pemilik kendaraan wajib mendaftarkan data mobil atau motor mereka. Setelah diverifikasi, pengguna mendapat QR Code. Kode ini harus ditunjukkan kepada petugas saat membeli BBM.
Sistem MyPertamina akan membaca data kapasitas mesin secara otomatis. Jika mesin terlalu besar, transaksi pembelian akan langsung ditolak oleh sistem. Selain sistem digital, beberapa daerah mulai membatasi kuota harian pembelian BBM subsidi. Hal ini dilakukan guna menekan penyalahgunaan subsidi oleh warga mampu.
Advertising
Pemerintah ingin distribusi Pertalite jadi lebih transparan. Tujuannya agar anggaran negara tidak terbuang untuk kendaraan mewah. Bagi masyarakat yang masih ingin memakai Pertalite, segera daftar di MyPertamina. Pastikan data kendaraan sudah benar sebelum aturan ini berlaku penuh di seluruh lapangan.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











