Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Kebahagiaan dan Kekecewaan Gustavo Tocantins ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Tuesday, May 12, 2026

Kebahagiaan dan Kekecewaan Gustavo Tocantins


Indonesia, Perssilam - PSS Sleman menutup musim Pegadaian Championship 2025/26 dengan posisi runner up. Persaingan di kompetisi ini sangat ketat sejak awal musim. PSS harus puas di peringkat kedua setelah kalah dari Garudayaksa FC. Pertandingan final berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu malam, 9 Mei lalu. Pemenang ditentukan lewat adu penalti setelah skor imbang hingga laga usai.
Advertising

BACA JUGA:
Ethan Ampadu merasa bangga dengan semangat juang Leeds United saat bertanding di markas Spurs
Nama Gustavo Tocantins menjadi sorotan utama sepanjang musim. Pemain ini punya peran besar bagi strategi serangan PSS. Dia sering jadi penyelamat saat tim dalam kondisi tertekan. Tocantins bukan hanya pencetak gol terbanyak di tim. Dia juga memberikan assist paling banyak untuk rekan setimnya di skuad Super Elang Jawa.
Aksi terbaiknya terlihat jelas di laga final. PSS sempat tertinggal dua gol pada babak pertama. Situasi ini membuat peluang juara terlihat tipis. Namun Tocantins bangkit di babak kedua. Dia mencetak dua gol yang membuat skor kembali imbang. Kerja kerasnya hampir membawa tim meraih trofi.
Advertising

Sayangnya PSS gagal menang di sesi adu penalti. Meski begitu, I.League selaku operator kompetisi memberikan penghargaan Best Player kepada Tocantins. Penghargaan ini menjadi bukti kualitas individunya sepanjang musim. Tocantins merasa bangga bisa memberi yang terbaik untuk PSS Sleman.
Advertising

BACA JUGA: 
AC Milan mengalami kekalahan telak di San Siro, dan tiket untuk Liga Champions kini benar-benar terancam
Statistik musim ini menunjukkan angka yang impresif. Pemain asal Brasil itu mencetak total 24 gol dan 10 assists. Kontribusi besar ini membantu PSS mencapai target utama. Tim ini sukses kembali berkompetisi di kasta tertinggi, yaitu Super League, untuk musim depan.
Tocantins merasa senang bisa membantu tim lewat gol di laga final. Namun dia merasa kecewa karena gagal dalam adu penalti. Dia merasa dua golnya jadi kurang berarti karena hasil akhir yang kalah. Baginya, fokus sekarang adalah membantu PSS bersaing di liga utama.
Advertising

BACA JUGA: 
Peningkatan konsumsi minyak sawit memerlukan percepatan dalam peremajaan sawit rakyat
Mengenai masa depannya, Tocantins belum memberikan kepastian. Kontraknya dengan PSS akan habis pada Mei 2026. Dia ingin bertahan di Sleman jika klub setuju. Namun semua tergantung pada kesepakatan baru dengan manajemen. Dia yakin PSS akan tetap kuat di Super League nanti, terlepas dari apakah dia masih berada di tim atau tidak.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews