
Advertising
Kapolri bilang penghargaan itu jadi dorongan baru. Ia ingin tingkatkan kerjasama Polri dengan BSSN dan pihak lain. Langkah ini cocok dengan pesan Presiden. Presiden tekankan persatuan lawan tantangan bangsa. "Bagi saya ini adalah penghargaan yang sangat luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas. Apalagi Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa kita harus bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan," katanya.
Ruang siber penuh ancaman serius. Kapolri anggap itu tantangan utama ke depan. Serangan siber bisa ganggu data pemerintah. Bisa juga rusak infrastruktur kritis seperti bank atau listrik. Indonesia hadapi kasus serangan DDoS dan pencurian data tiap tahun.
Advertising
Makanya butuh strategi jelas. Pertama, naikkan literasi digital masyarakat. Orang biasa harus tahu cara hindari phishing atau link palsu. Kedua, kuatkan SDM polisi dan tim siber. Latih mereka tangani kasus rumit. Ketiga, bangun sistem keamanan kuat. Pakai enkripsi dan monitoring 24 jam. Keempat, tegas hukum pelaku. Tangkap hacker dan proses di pengadilan cepat.
Advertising
"Kita harus bersama-sama menjaga ruang siber, mulai dari literasi, penguatan SDM, pembangunan sistem keamanan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber," tegas Kapolri. Ia ingatkan semua pihak ikut andil. Literasi digital bantu warga aman online.
Contoh, kampanye sekolah ajar anak jangan klik iklan mencurigakan. Penguatan SDM lewat pelatihan rutin Polri dan BSSN. Sistem keamanan lindungi server nasional dari luar negeri. Penegakan hukum beri efek jera.
Advertising
Kapolri juga dorong sinergi lebih erat. Polri kerja sama BSSN dan TNI. Semua pemangku kepentingan ikut jaga negara. Ini lindungi kedaulatan dari siber sampai pertahanan darat. Kolaborasi bagi info intelijen cepat. Latih pasukan gabungan tangkal serangan. "Kolaborasi dan sinergisitas menjadi kunci sukses untuk menjaga kedaulatan di bidang keamanan," tutupnya. Penghargaan ini harapannya besar. Kerja sama antar instansi makin kuat. Hadapi ancaman siber bareng-bareng. Jaga keamanan nasional tetap aman. Lindungi masyarakat di dunia digital. Polri dan BSSN bisa cipta tim respons cepat. Warga pun tenang beraktivitas online. Langkah ini dukung visi Presiden soal bangsa kuat. Semua elemen negara satukan kekuatan. Ancaman siber tak lagi jadi momok besar. Indonesia maju aman di 2026 dan seterusnya.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











