Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Bayern Munich mengajukan protes terhadap keputusan wasit setelah mereka tersingkir dari Liga Champions ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Thursday, May 07, 2026

Bayern Munich mengajukan protes terhadap keputusan wasit setelah mereka tersingkir dari Liga Champions


Indonesia, Perssilam - Manajemen dan pemain Bayern Munich protes keras pada wasit Joao Pinheiro. Ini terjadi di laga leg kedua semifinal Liga Champions lawan Paris Saint-Germain di Allianz Arena pada Rabu, 6 Mei 2026. Klub Jerman itu merasa dirugikan. Beberapa keputusan kontroversial ubah hasil pertandingan. Kekecewaan Bayern mulai sejak awal. Ousmane Dembele cetak gol untuk PSG di menit ke-3. Gol cepat itu buat tuan rumah kaget. Ketegangan naik di menit ke-23. Wasit tiup peluit offside pada Harry Kane. Asisten wasit baru angkat bendera setelahnya. 
Advertising

BACA JUGA: 
7 Tips untuk Foreplay agar Hubungan Intim Menjadi Lebih Hangat dan Memuaskan
Keputusan ini picu kritik dari banyak pihak. Offside berarti pemain di posisi ilegal saat bola disentuh rekan tim. Ini hentikan serangan Bayern. Pakar wasit Manuel Graefe soroti insiden menit ke-31. Bola kena lengan Joao Neves dari PSG di kotak penalti. Graefe bilang ini pelanggaran jelas. Analisisnya muncul di BILD. "Klarer Handelfmeter! Viel klarer als die Situation im Hinspiel. Er nimmt den Arm über die Schulter und der Arm geht in die Flugbahn. Völlig unverständlich, warum der VAR nicht eingreift," kata Manuel Graefe, pakar wasit 
BILD. Lengan Neves di posisi tidak wajar. Itu halangi bola. Bangku cadangan Bayern protes keras. Tapi Video Assistant Referee atau VAR tidak campur tangan. VAR biasanya cek ulang keputusan wasit via video. Di sini, tidak ada penalti untuk Bayern. Penalti bisa beri peluang gol dari titik putih. Michael Ballack, komentator TV, kritik keras. Dia sebut wasit salah tiup peluit dini pada peluang Kane. "The referee blows his whistle before the assistant has even raised his flag—he just can't do that. That's a huge mistake. 
Advertising

The officials should have let the play run. Why did he blow the whistle? He's clean through on goal. What might have happened next is another matter, but the whistle should never have sounded," ujar Michael Ballack, pundit TV. Kane sudah lolos bebas ke gawang. Wasit seharusnya biarkan permainan lanjut. Lalu VAR bisa tinjau offside. Keputusan cepat ini rugikan Bayern. Ballack, mantan pemain Bayern, paham betul dampaknya di laga besar.
Advertising

BACA JUGA: 
Aplikasi Gamee Mobile Membagikan Jackpot sebesar 10.000 Dollar AS pada hari ini, 7 Mei 2026
Sami Khedira tambah analisis via DAZN. Dia soroti momen Nuno Mendes dari PSG. Mendes hindar kartu kuning kedua. Padahal terlihat handball. Wasit malah beri pelanggaran ke Konrad Laimer dari Bayern. Sentuhan Laimer dianggap kesalahan. "The referee is once again interfering in this wonderful football match and changing the balance of play. Bayern were clearly disadvantaged here," kata Sami Khedira, analis DAZN. Handball berarti bola sengaja kena tangan. Kartu kuning kedua bisa keluarkan pemain. Ini ubah keseimbangan tim. Bayern dominan saat itu. Keputusan wasit balikkan situasi.
Knut Kircher, ketua perwasitan DFB, beri penjelasan. Dia rujuk aturan UEFA soal insiden Neves. Panduan bilang pantulan dari rekan setim sering tidak jadi penalti. "UEFA guidelines. It must not result in a penalty if the ball is struck out of the penalty area by a teammate," ujar Knut Kircher, ketua perwasitan DFB. DFB adalah federasi sepak bola Jerman. Aturan ini bedakan pelanggaran. Tapi Graefe tetap anggap jelas. Perbedaan pendapat ini tambah kontroversi.
Advertising

BACA JUGA: 
Toyota telah mendaftarkan lima kode baru untuk model Fortuner 2.8 L di Indonesia
Penunjukan Joao Pinheiro bikin heran. Wasit asal Portugal usia 38 tahun ini minim pengalaman. Laporan asatunews.co.id catat dia baru pimpin 14 laga Liga Champions sebelum semifinal. Liga Champions adalah kompetisi top Eropa. Semifinal krusial tentukan finalis. Pengalaman sedikit bisa tekan wasit di stadion penuh 75 ribu penonton Allianz Arena. Protes Bayern tunjuk ketidakpuasan total. Mereka rasa keputusan wasit tebang peluang lolos ke final.
EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews