
Indonesia, Perssilam - Ribuan jemaah haji memenuhi Padang Arafah, Arab Saudi, pada Selasa (26/5/2026). Mereka mengumandangkan talbiyah dengan suara lantang. Doa pengampunan mengalir deras saat ibadah wukuf berlangsung. Wukuf adalah puncak ibadah haji yang wajib dilakukan semua jemaah. Menurut laporan Cahaya, suasana haru menyelimuti lokasi tersebut. Semua jemaah memakai pakaian ihram putih yang seragam. Hal ini menciptakan pemandangan yang menyentuh hati. Kondisi cuaca saat itu sangat berat. Suhu udara melonjak hingga melewati 40 derajat Celcius. Panas terik membakar kulit para jemaah.
Advertising
Mereka harus bertahan di tengah lautan manusia yang sangat padat. Selain cuaca, jemaah wajib menjaga perilaku. Mereka harus menjauhi segala larangan ihram. Contohnya adalah tidak boleh memakai wangi-wangian atau memotong kuku. Aturan ini melatih kesabaran dan pengendalian diri di situasi sulit. Ibadah haji ini bertujuan mengubah sifat seseorang. Jemaah diharapkan membawa perubahan positif saat pulang ke tanah air. Perubahan itu harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA: Pesan Berharga Hamilton Ketika Schumacher Menerima Penghargaan
Misalnya, mereka menjadi lebih dermawan kepada sesama. Empati sosial harus meningkat. Tutur kata juga harus lebih santun dan baik kepada tetangga. Amirul Hajj KH. Asep Saifuddin Chalim memberikan khutbah kepada jemaah. Beliau menjelaskan inti dari ibadah di tempat sakral itu. KH. Asep memimpin ucapan Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syariika lak. Kalimat talbiyah ini adalah tanda kepatuhan total kepada Tuhan.
Advertising
Beliau juga membahas tentang kesetaraan manusia. Pakaian ihram yang polos menunjukkan tidak ada perbedaan status sosial. Kaya atau miskin semua terlihat sama di hadapan Sang Pencipta. KH. Asep menegaskan bahwa kemuliaan sejati hanya datang dari ketakwaan. Jabatan atau harta tidak lagi berarti di Padang Arafah.
Pengampunan di Arafah beliau ibaratkan sebagai jamuan khusus. Tuhan menyambut para tamu-Nya dengan kasih sayang. Setiap jemaah yang meminta ampun dengan tulus akan dimaafkan. Setiap doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah. Ini adalah momen emas untuk membersihkan diri dari dosa masa lalu. KH. Asep kemudian mengulas makna tawaf. Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka'bah. Gerakan memutar ini menggambarkan dinamika hidup manusia. Hidup selalu berputar seperti roda. Kadang manusia berada di atas, kadang berada di bawah. Dengan memahami ini, cobaan hidup akan terasa biasa saja.
Terakhir, beliau membahas prosesi sai. Sai adalah jalan cepat antara bukit Safa dan Marwah. Ibadah ini mengajarkan tentang keteguhan hati. Hidup penuh dengan tantangan dan godaan. Ancak, manusia harus terus melangkah maju. Kegigihan dalam menghadapi rintangan adalah kunci keberhasilan dalam hidup.

(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait










