
Indonesia, Perssilam - Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sekarang melayang di orbit yang lebih tinggi. Pesawat kargo Progress 93 menyalakan mesinnya lebih dari lima menit. Manuver ini dorong stasiun naik sekitar 500 meter. Orbit standar ISS biasanya 400 kilometer di atas Bumi. Kenaikan ini bantu hindari puing luar angkasa dan siapkan ruang docking.
Advertising
Penyesuaian orbit ini siapkan sambutan misi kargo selanjutnya, Progress 95. Pesawat itu bawa pasokan penting untuk kru Ekspedisi 74. Jadwal tiba akhir April. Pasokan termasuk makanan, air, dan oksigen. Kru butuh ini untuk tinggal berbulan-bulan di atas sana.
Sementara itu, kru mulai jalankan eksperimen sains baru. Cygnus XL baru datang bawa peralatan riset, sampel ilmiah, dan barang harian kru. Pengiriman ini lengkapi stok stasiun.
Astronaut NASA Jessica Meir pimpin tim teliti kesehatan jantung dan infeksi di mikrogravitasi. Mikrogravitasi artinya tanpa bobot, seperti terbang bebas. Mereka pelajari bagaimana bakteri serang jaringan jantung. Pakai platform gravitasi buatan yang putar sampel lambat. Hasilnya bisa bantu obat untuk astronot dan orang di Bumi.
Advertising
Kru juga kembangkan pertanian luar angkasa di fasilitas Veggie. Mereka tanam sayur hijau seperti selada. Tujuannya produksi makanan segar untuk misi ke Mars nanti. Tanaman ini tumbuh tanpa tanah, pakai lampu LED.
Eksperimen lain teliti sel punca darah. Sel ini bisa jadi sel baru di tubuh. Penelitian pahami kanker darah dan gangguan seperti leukemia. Kru ambil sampel darah mereka sendiri untuk tes.
Advertising
Mereka juga uji alat olahraga baru. Alat ini bantu jaga otot dan tulang astronot. Di tanpa bobot, tubuh lemah cepat. Olahraga ini penting untuk misi panjang satu tahun. Astronaut ESA pasang modul fisika kuantum terbaru di Cold Atom Lab. Modul ini dinginkan atom hingga hampir nol mutlak. Hasilnya tingkatkan tes gelombang kejut dan sensor presisi.
Kosmonaut Roscosmos tangani perawatan harian. Mereka inspeksi pipa, panel surya, dan sistem udara. Plus, uji teknologi AI untuk pantau stasiun otomatis. AI deteksi masalah lebih cepat daripada manusia saja. Semua ini jaga ISS tetap aman dan produktif.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











