
Indonesia, Perssilam - Hansen cerita singkat dulu. Beberapa tahun lalu, tim mulai perjalanan besar. Saat itu, mereka kehilangan orang tercinta. Kawah itu ada di tempat istimewa. Lokasinya tepat di batas sisi dekat Bulan dan sisi jauh. Sisi dekat selalu hadap Bumi. Sisi jauh jarang terlihat. Kawah ini bisa terlihat saat Bulan bergerak di orbitnya. Gerakan itu namanya librasi.
Advertising
Librasi buat tepi Bulan bergeser sedikit. Jadi, kita bisa lihat fitur di batas itu pada waktu tertentu.
Hansen bilang, "Namanya Carroll. Dia istri Reid. Ibu dari Katie dan Ellie." Dia jelaskan cara cari kawahnya. Lihat dulu kawah Glushko. Kawah Carroll ada di sebelah barat laut. Posisinya sama garis lintang dengan kawah Ohm. Kawah ini tampak terang di Bulan.
Advertising
"Kami ingin namainya Carroll," tegas Hansen. Saat itu, suasana hening. Reid Wiseman tak tahan. Air matanya menetes. Awak lain juga sama. Mereka usap air mata pelan. Lalu, keempat astronot peluk erat. Mereka melayang di ruang angkasa. Momen itu penuh emosi.
Selain Carroll, mereka usul nama lain. Kawah kedua disebut "Integrity". Nama ini ambil dari nama pesawat ruang angkasa mereka. Orion punya julukan Integrity. Itu tunjukkan nilai tim.
Advertising
Usulan nama ini akan dikirim ke badan resmi. Namanya International Astronomical Union atau IAU. IAU atur semua nama benda langit. Mulai planet, bulan, sampai kawah. Mereka review usulan dari ilmuwan atau astronot. Prosesnya butuh waktu. Tapi nama resmi bikin penghormatan abadi.
Penamaan kawah punya arti besar. Bulan penuh kawah dari tabrakan batu angkasa purba. Kawah besar bisa lebar puluhan kilometer. Nama seperti ini simpan cerita manusia di permukaan Bulan.
Artemis II adalah misi pertama dengan awak ke Bulan sejak Apollo. Momen ini sambung masa lalu dan masa depan eksplorasi.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











