
Advertising
Pernyataan ini dia lontarkan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Hari itu Selasa, 7 April 2026.
wartawan tanya soal jadwal yang disebar luas. Katanya reshuffle bakal digelar pekan ini. Teddy diam saja. Dia hanya bilang presiden nanti cerita semua. Kepala Negara yang pegang kendali penuh.
Advertising
Teddy tegas tekankan satu hal. Reshuffle jadi hak prerogatif presiden. Artinya keputusan mutlak milik Prabowo. Tak ada yang bisa campur tangan. Semua pihak diminta sabar tunggu. Dan terima hasilnya apa adanya.
"Nanti Kepala Negara akan menceritakan semuanya. Oke, terima kasih," tambahnya. Respons ini singkat tapi tegas. Ia tutup pintu diskusi lebih lanjut.
Advertising
Rumor serupa pernah muncul sebelumnya. Itu pada Februari 2026. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi langsung bantah keras. Ia pastikan tak ada rencana reshuffle saat itu.
Alasannya jelas. Pemerintah fokus siapkan Ramadan dan Idulfitri 2026. "Enggak ada (reshuffle), karena kita akan memasuki bulan suci Ramadan, menjelang Lebaran kan," ujar Prasetyo. "Bagaimana pemerintah bekerja keras supaya seluruh masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Lebaran nanti dengan sebaik-baiknya."
Pernyataan itu disampaikan di Jakarta. Tepatnya Sabtu, 10 Februari 2026. Saat itu prioritas jelas: kebutuhan rakyat jelang hari suci. Kini di April, setelah Lebaran lewat. Rumor reshuffle muncul lagi. Istana beri sinyal terbuka. Tapi detail tetap misteri. Publik diminta sabar. Presiden yang tentukan langkah selanjutnya.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











