Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Kuliner : Sejarah Romantis 'Es Selendang Mayang' Sebagai Pelepas Dahaga ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Monday, April 20, 2026

Kuliner : Sejarah Romantis 'Es Selendang Mayang' Sebagai Pelepas Dahaga


Indonesia, Perssilam - Di antara banyak kuliner khas Betawi, es selendang mayang menonjol sebagai minuman manis yang dingin segar. Ia juga kaya akan cerita sejarah. Minuman ini pakai tepung beras sebagai bahan utama. Teksturnya kenyal lembut. Kuah santan dan gula merah menambah rasa gurih manis. Harga es selendang mayang ramah di kantong. Itu tergantung tempat jualnya. 
Advertising

BACA JUGA:
Champions League : Real Madrid lebih mudah meraih gelar di Liga Champions
Di pedagang kaki lima atau pasar tradisional, satu porsi biasa Rp5.000 sampai Rp10.000. Misalnya, di pinggir jalan Betawi atau pasar pagi. Harganya murah karena bahan sederhana. Kalau di kafe modern atau tempat makan kekinian, harganya naik. Bisa Rp15.000 hingga Rp25.000 per porsi. 
Penyajiannya lebih rapi. Gelas cantik dengan topping buah. Atau sirup tambahan untuk rasa baru. Jakarta sering panas terik. Es selendang mayang jadi pilihan utama untuk hilangkan haus. Ia populer di kalangan warga lokal. Banyak yang cari saat siang hari. Minuman ini punya sejarah panjang. Sumber dari situs resmi referensi.data.kemendikdasmen.go.id ceritakan asal-usulnya.
Selendang mayang sering terkait legenda Jampang Mayangsari. Mayangsari wanita cantik dari cerita rakyat. Rambutnya hitam panjang ikal. Itu jadi daya tarik utama. Banyak pria kagum padanya. Termasuk Jampang, pemuda tampan yang jatuh cinta. Ada juga kaitan dengan wanita berselendang. Rambutnya diikat dua. Minuman ini dibuat di loyang. Berlapis tiga warna. Dipotong panjang seperti selendang. Lalu potong kecil bentuk wajik. Di beberapa daerah, orang sebut bendrong.
Advertising

BACA JUGA:
Esports : Baloyskie menyatakan bahwa Ban Gloo dan Chip Kunci mampu mengalahkan TLID
Nama selendang mayang dari bentuknya. Setiap lapisan punya warna beda. Hijau, putih, dan merah. Mirip selendang penari tradisional. Kata "mayang" artinya kenyal dan manis. Warna-warna itu khas Betawi.
Merah wakili pengaruh Tiongkok. Kuning dari budaya Melayu. Hijau dari Arab. Betawi lahir dari campuran etnis itu. Masyarakatnya suka warna cerah. Itu tunjukkan keragaman. Minuman ini ramai sejak 1940-an. Lalu sempat hilang puluhan tahun. Baru 1990-an muncul lagi. Kini sering ada di acara hajatan. Terutama pesta pernikahan Betawi. Tamu nikmati saat resepsi.
Advertising

BACA JUGA:
Esports : Baloyskie menyatakan bahwa Ban Gloo dan Chip Kunci mampu mengalahkan TLID
Ia juga jadi takjil buka puasa. Atau sajian di pesta budaya. Makan selendang mayang rasakan kehangatan. Juga kemeriahan acara. Rasa dinginnya bikin fresh.
Selain segar, ia kurangi lapar. Tepung beras bikin kenyang lama. Bahan alami tak bikin enek. Sejarahnya buktikan kuliner Betawi punya cerita dalam. Es selendang mayang lebih dari minuman biasa. Ia warisan budaya. Simbol identitas warga Betawi. Dari bahan sepele jadi hidangan istimewa. Kearifan lokal terlihat jelas. Ia jaga tradisi tetap hidup.
EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews