
Indonesia, Perssilam - Pesawat eksperimental supersonik NASA bernama X-59 baru saja capai tonggak penting. Ia selesaikan penerbangan keduanya pada Jumat, 20 Maret 2026. Lokasi uji coba ada di Armstrong Flight Research Center. Pusat itu terletak di Edwards Air Force Base. Penerbangan ini tandai awal kampanye uji coba yang padat.
Advertising
Rencana tim libatkan puluhan penerbangan lain sepanjang 2026. Durasi kali ini memang pendek. Sebab muncul tanda masalah teknis. Tim tetap yakin penuh. Mereka puas dengan data yang terkumpul.
BACA JUGA:Bisnis : Rupiah Hampir Menembus Rp17.000, Bank Indonesia Segera Mengunci Aturan Pembelian Dolar Mulai 1 April
Menurut NASA, pesawat lepas landas jam 10:54 pagi waktu setempat. Tak lama setelah naik, pilot Jim “Clue” Less lihat peringatan di kokpit. Ia langsung putuskan kembali ke pangkalan. Pesawat mendarat aman tanpa hambatan.
Advertising
Manajer Proyek Low-Boom Flight Demonstrator di NASA Armstrong, Cathy Bahm, beri kabar baik. “Meski mendarat lebih cepat, ini hari sukses buat tim,” katanya. Mereka kumpulkan data berharga lagi. Cathy tak sabar tunggu penerbangan berikutnya.
Setelah cek teknis selesai, tim lanjut tahap perluas batas terbang. Envelope expansion ini artinya dorong pesawat lewati kecepatan suara secara bertahap. Tujuannya buktikan desain senyap X-59 benar-benar kerja. X-59 jadi jantung misi Quesst milik NASA. Misi ini incar ubah aturan penerbangan cepat. Berbeda jauh dengan Concorde zaman dulu.
Pesawat Prancis-Inggris itu hasilkan dentuman sonik keras. Suara itu ganggu warga saat pesawat tembus batas suara, atau Mach 1. X-59 beda. Desainnya ciptakan suara lembut saja, disebut "debum". NASA bilang, debum ini mirip bunyi pintu mobil nutup pelan. Tak ada ledakan keras seperti sonik boom biasa.
BACA JUGA: Internasional : Timur Tengah masih dalam keadaan konflik, Indonesia menunda kegiatan internasional
Sonik boom timbul dari gelombang kejut di udara. X-59 bentuk hidung panjang dan badan khusus redam gelombang itu. Teknologi ini vital sekali. Saat ini, aturan dunia larang pesawat supersonik terbang di atas darat. Alasan utama polusi suara sonik boom.
Larangan ini berlaku sejak 1970-an di AS dan banyak negara. X-59 ingin buktikan penerbangan cepat bisa aman dan tenang. Data uji coba akan dikumpul dari ratusan penerbangan. Nanti dibagikan ke regulator seperti FAA. Hasilnya bisa buka jalan pesawat penumpang supersonik baru. Bayang bayang perjalanan New York ke London cuma tiga jam, tanpa ganggu siapa pun di bawahnya. Tim NASA fokus kumpul bukti ilmiah kuat. Penerbangan kedua ini tambah keyakinan mereka.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait






.png)







