
Indonesia, Perssilam - PBB memperingatkan risiko lonjakan kelaparan global yang sangat besar. Ini gara-gara konflik di Timur Tengah. Konflik itu libatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Jika perang ini tak berhenti sampai Juni 2026, tambahan 45 juta orang bisa alami kelaparan akut. Kelaparan akut artinya kekurangan makanan parah yang bikin tubuh lemah dan sakit.
Advertising
Situasi ini tambah parah krisis pangan dunia. Krisis itu sudah capai level tertinggi sepanjang sejarah. Program Pangan Dunia atau WFP sampaikan peringatan ini. Carl Skau, wakil direktur eksekutif WFP, bilang langsung soal bahaya ini.
Sekarang, 319 juta orang di seluruh dunia hadapi kerawanan pangan akut. Mereka kesulitan dapat makanan cukup setiap hari. Konflik yang lagi berjalan ganggu rute pengiriman bantuan kemanusiaan. Al Jazeera laporkan ini pada Rabu, 18 Maret 2026. Akibatnya, pengiriman bantuan telat. Biaya logistik naik 18 persen. Banyak rute harus dialihkan jauh-jauh.
Advertising
Di Gaza, kondisi manusia makin buruk. Warga mulai timbun barang karena pasokan menipis. Penutupan perbatasan bikin stok makanan habis cepat. Israel rencana buka lagi perlintasan Rafah dengan Mesir. Perlintasan itu tutup dua minggu lalu. Penutupan itu tambah dalam krisis. Tapi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bilang, hanya 200 truk bantuan masuk tiap hari. Jumlah itu jauh kurang dari kebutuhan minimal 600 truk. Truk itu bawa makanan, obat, dan air bersih. Tanpa cukup truk, ribuan orang kekurangan gizi dasar.
BACA JUGA:Ekonomi : KCI Sebut Lebih dari 18 Juta Kartu Multi Trip Beredar
BACA JUGA:Ekonomi : KCI Sebut Lebih dari 18 Juta Kartu Multi Trip BeredarKondisi mirip juga di Sudan. Hampir setengah penduduk hadapi kelaparan akut. Itu berarti jutaan orang tak punya makanan layak. Konflik panjang di sana hambat tim bantuan masuk ke daerah rawan. Beberapa wilayah sudah alami kelaparan sungguhan. Orang-orang makan daun atau akar pohon untuk bertahan. PBB peringatkan lagi. Bantuan untuk Sudan bisa habis dalam beberapa bulan. Ini kalau tak ada dana tambahan segera. Tanpa uang lebih, jutaan nyawa terancam. Dunia perlu gerak cepat untuk cegah bencana lebih luas.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













