
Indonesia, Perssilam - Konflik antara AS dan Israel dengan Iran picu gangguan pasokan minyak dunia. Harga minyak mentah melonjak tajam. Hal ini tekan harga produk turunannya. Misalnya solar untuk truk dan bus. Avtur untuk pesawat. Serta LPG untuk masak rumah tangga.
Advertising
Dampak konflik ini pada harga energi dan ekonomi makin parah. Upaya tambah pasokan minyak saja tak cukup atasi gangguan itu. Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA, sampaikan pernyataan itu. Kutipan dari Selasa, 24 Maret 2026.
Advertising
Kenaikan harga minyak rasakan hampir semua negara. Negara maju seperti AS dan Eropa kena. Negara berkembang yang impor minyak juga terpukul keras. Indonesia termasuk yang bergantung impor besar..png)
.png)
IEA ajak dunia mulai gerakan hemat energi sekarang. Mereka bagikan setidaknya 10 langkah praktis. Langkah ini fokus transportasi darat. Perjalanan udara. Dan sektor industri. Semua bisa terapkan langkah ini. Pemerintah bisa terapkan ke pegawai. Pelaku usaha ke karyawan. Rumah tangga juga bisa ikut.
Beberapa langkah sederhana. Kerja dari rumah jika bisa. Pilih kereta atau bus daripada pesawat. Ganti kompor gas dengan listrik. Kurangi kecepatan di jalan tol 10 km per jam.
BACA JUGA:Nasional : Kementerian Kesehatan Menyatakan Bahwa Terdapat 252 Sopir yang Tidak Layak Mengemudi Selama Musim Mudik Lebaran
Rajin servis kendaraan agar irit bensin. Muat truk penuh tapi efisien untuk hemat solar. Birol yakin langkah ini bantu atasi krisis energi saat ini. Ia puji negara yang cepat bertindak. Indonesia sudah izinkan pegawai negeri kerja dari mana saja. Vietnam ikut terapkan aturan serupa. 
Thailand juga. Beberapa negara batasi perjalanan ke luar kota. Atau luar negeri. Mereka kurangi pakai AC di kantor. Dan dorong warga naik angkutan umum. Langkah ini kurangi beban impor minyak. Bantu stabilkan harga dalam negeri. Krisis ini tunjukkan betapa penting energi alternatif. Dan kebiasaan hemat sehari-hari.
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait











