Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Budaya : Festival Seni Budaya Suku Mee diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Waghete ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Minggu, Maret 01, 2026

Budaya : Festival Seni Budaya Suku Mee diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Waghete


Indonesia, Perssilam - Generasi muda di Kabupaten Deiyai pegang teguh komitmen mereka untuk jaga warisan leluhur. Mereka tunjukkan itu lewat Festival Seni Budaya Suku Mee. Acara ini digelar SMA Negeri 1 Waghete di Deiyai, Papua Tengah. Tanggalnya Jumat, 27 Februari 2026. Festival ini khusus diikuti siswa kelas XII. Tujuannya tanamkan rasa sadar akan identitas mereka. Juga bangun kebanggaan sebagai bagian Suku Mee. Suku Mee punya tradisi kaya di Papua Tengah. Siswa tampil memukau dengan busana adat lengkap. Mereka pakai pakaian itu saat pentas seni.
Advertising

BACA JUGA:
Serie A 2025/2026 : Parma berhasil ditahan imbang oleh Cagliari dengan skor 1-1
Siswa laki-laki kenakan koteka. Itu selendang khas pria Mee. Lalu Migabai, Amaapa, dan Kagamaapa. Mereka bawa busur serta anak panah bernama Ukaa Mapega. Busana ini tunjukkan kekuatan dan kesiapan berburu leluhur. Siswi perempuan tampak anggun. Mereka pakai Moge. Tambah baju dari kulit kayu yang dirajut halus. Juga noken, tas anyaman khas Papua. Noken sering dipakai ibu-ibu untuk bawa anak atau barang.
Rangkaian acara mulai dengan kunjungan resmi. Siswa datang ke Dinas Pendidikan. Lalu ke Kantor Bupati Deiyai. Rombongan disambut hangat Asisten II Setda Deiyai, Mesak Pakage. Ia beri apresiasi penuh. "Semangat kalian luar biasa untuk lestarikan budaya daerah," katanya.
Advertising

BACA JUGA:
Premier League : The Reds Memimpin dengan 3 Gol atas The Hammers
Setelah itu, siswa laksanakan tradisi Waitaa dan Yuu Waitaa. Mereka keliling Kota Waghete sambil lakukan ritual itu. Waitaa adalah tarian hormat pada leluhur. Yuu Waitaa tambah elemen nyanyian khidmat. Tradisi ini jadi simbol penghargaan masa lalu. Juga tegas identitas budaya di era modern. Saat keliling, warga kota lihat dan ikut bangga. Kepala Sekolah Mariana Adii bicara tegas. Festival ini bukan hanya seremoni biasa. Ia bagian ujian praktik mata pelajaran seni budaya. Khusus siswa kelas akhir. "Kami ingin tanam rasa bangga pada jati diri sebagai orang Mee," ujarnya. "Ini motivasi buat siswa lain. Agar terus jaga warisan leluhur."BACA JUGA:Hukum : Kemenkumham Menghormati Proses Hukum Terhadap Komika Pandji Pragiwaksono
Acara tutup dengan atraksi budaya penuh warna. Tim guru nilai langsung pentas itu. Hasilnya masuk penilaian akhir sekolah. Siswa tunjukkan tari, lagu, dan drama adat Mee. Semua elemen nilai keaslian dan kreativitas. Festival ini harap jadi agenda rutin setiap tahun. Ia jadi wadah bangun karakter siswa. Dasarnya kearifan lokal Deiyai. Generasi muda Mee kini punya contoh nyata. Mereka tahu cara gabung tradisi dengan kehidupan sehari-hari. Acara sukses tarik perhatian banyak pihak. Itu bukti komitmen sekolah dan siswa dalam jaga identitas suku.EditorRedaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close