
Indonesia, Perssilam - Pasangan ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat, menelan kekalahan dramatis di babak 32 besar Swiss Open 2026. Mereka bertemu tim Malaysia, Kang Khai Xing dan Aaron Tai. Skor akhir menunjukkan perlawanan sengit: 16-21 di game pertama, lalu 27-29 di game kedua. Pertandingan berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss. Itu terjadi pada Kamis, 10 Maret 2026. Duel ini hanya memakan waktu 38 menit. Namun, intensitasnya tinggi sepanjang laga.
Di game pertama, pasangan Malaysia langsung tampil dominan. Kang dan Tai melesat unggul 6-4 atas Rian dan Rahmat. Mereka terus tarik poin. Jarak membesar hingga empat poin di 6-10. Indonesia tertinggal jauh, 6-13.Rian dan Rahmat tak menyerah. Mereka kejar balik dengan empat poin berturut-turut. Skor jadi lebih dekat. Tapi Kang/Tai tetap tenang.
Mereka rebut game pertama 21-16. Masuk game kedua, Malaysia lagi-lagi agresif. Kang/Tai cetak enam poin dulu, unggul 6-1. Rian/Rahmat bangkit impresif. Mereka samakan kedudukan 8-8. Sejak itu, pertarungan jadi ketat. Kedua tim saling serang. Poin demi poin mereka rebut. Skor sering imbang. Hingga mencapai setting, alias deuce di atas 20-20. Adu mekanik berlanjut panjang. Akhirnya, Rian/Rahmat kalah 29-27. Pasangan Malaysia ini duduk di peringkat 27 BWF dunia.
Advertising
Swiss Open termasuk turnamen BWF Super 300. Babak 32 besar jadi ajang awal yang krusial. Kekalahan ini hentikan langkah Rian/Rahmat lebih jauh. Padahal, mereka wakili harapan Indonesia di nomor ganda putra. Setelah laga, Rian bicara blak-blakan. "Start kami kurang oke. Tidak langsung masuk ritme dari awal. Masih ragu-ragu," katanya. Banyak kesalahan sendiri muncul. Itu bikin lawan tambah percaya diri. Rian puji gaya lawan. "Kang/Tai punya permainan no-lob bagus. Antisipasi mereka cepat. Itu senjata utama," tambahnya. No-lob berarti pukulan datar tanpa lob tinggi. Gaya ini tekan lawan terus-menerus.
BACA JUGA:Politik : Prabowo Akan Menyampaikan Taklimat kepada Rakyat Mengenai Dampak Perang Iran Melawan AS-Israel
BACA JUGA:Politik : Prabowo Akan Menyampaikan Taklimat kepada Rakyat Mengenai Dampak Perang Iran Melawan AS-IsraelRahmat Hidayat setuju. Dia sesali sikap hati-hati di game kedua. "Kami sempat unggul. Tapi malah jadi terlalu waspada," ujarnya. "Harusnya lebih berani di akhir. Takut mati sendiri malah rugi." Kekalahan ini ajarkan pelajaran berharga. Rian/Rahmat perlu perbaiki start dan keberanian. Rivalitas Indonesia-Malaysia di bulu tangkis selalu panas. Pertandingan seperti ini tunjukkan betapa tipis bedanya antara menang dan kalah. Fans tunggu comeback mereka di turnamen selanjutnya.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :













