
Indonesia-Perssilam, Abraham Samad, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, bocorkan detail pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan berbagai tokoh nasional. Acara itu berjalan hampir lima jam penuh di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Lokasi ini sering jadi tempat diskusi penting para pemimpin. Pertemuan digelar Jumat sore hingga malam, tepat 30 Januari. Samad dapat undangan khusus sebagai eks pimpinan KPK. Dia hadir bareng sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat lainnya. Undangan ini tunjukkan Prabowo ingin dengar suara beragam. Presiden datang bersama beberapa menteri kunci. Ada Menteri Luar Negeri Sugiono. Ikut juga Menteri Sekretaris Negara. Lalu Sjafrie Sjamsoeddin, figur militer berpengalaman. Tamu lain termasuk Mayjen purnama Zacky Makarim. Hadir pula Prof Dr Siti Zuhro, peneliti senior dari BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Temukan lebih banyak
Bisnis
Suasana pertemuan terasa santai. Peserta bisa ngobrol bebas. Tapi pembicaraan tetap dalam dan berbobot. Prabowo buka sesi dengan papar program utama pemerintah. Dia bahas rencana selamatkan sumber daya alam atau SDA. Termasuk arah kebijakan nasional secara keseluruhan. Prabowo cerita hasil kunjungannya ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Forum itu kumpul pemimpin dunia bahas isu ekonomi global.
Prabowo beri kesempatan luas buat undangan sumbang ide. Semua bisa lontar pandangan bebas. Topik hangat salah satunya tingkatkan Indeks Persepsi Korupsi atau IPK Indonesia. IPK ini skor dari Transparency International. Nilai rendah artinya publik anggap korupsi parah di negara itu. Indonesia butuh naikkan skor ini buat tarik investor. Samad ambil bagian aktif di diskusi. Dia tekankan butuh peta jalan atau roadmap lawan korupsi. Roadmap itu harus sentuh akar masalah, bukan cuma gejala. Dia rujuk Konvensi PBB Anti Korupsi atau UNCAC. UNCAC tekan empat poin kunci. Pertama, suap lintas negara yang libatkan pejabat asing. Kedua, perdagangan pengaruh di kalangan elite. Ketiga, pengayaan tak wajar oleh penyelenggara negara. Keempat, suap di sektor swasta yang sering luput.
Prabowo tanya langsung ke Samad. Kenapa kinerja KPK turun dibanding masa lalu? Samad jawab tegas. Salah satu biang kerok revisi Undang-Undang KPK tahun 2019. Revisi itu potong wewenang KPK. Lembaga ini digeser posisinya di bawah eksekutif. Akibatnya, independensi berkurang tajam.
Samad soroti juga rekrutmen pimpinan KPK dulu. Proses itu abaikan masukan rakyat. Lalu ada polemik Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK. Tes itu picu pemecatan 57 pegawai KPK. Kasus ini bikin publik ragu pada lembaga anti korupsi. Diskusi lanjut ke reformasi kepolisian. Semua peserta setuju seragam. Reformasi Polri jadi prioritas mendesak. Tujuannya kuatkan penegakan hukum. Hasilnya, masyarakat lebih percaya aparat.
Pembahasan SDA dapat sorotan khusus. Samad ingat pengalaman KPK di masanya. Mereka pernah tangani kasus serupa. Waktu itu belum ada satuan tugas khusus seperti sekarang. Tapi upaya itu hasilkan pendapatan negara lebih besar. SDA yang terlindungi berarti duit negara aman dari pencurian. Prabowo tak lupa isu luar negeri. Dia jelaskan alasan Indonesia gabung Board of Peace. Dewan ini dibentuk Presiden AS Donald Trump. Prabowo tegas. Keanggotaan tak mutlak. Indonesia bisa tarik diri kalau langgar nilai kemanusiaan. Contohnya, isu Palestina dan Gaza yang sensitif.
Temukan lebih banyak
BUSINES SERVICES AND PROCUREMENT
Pertemuan tutup dengan pesan kuat dari Prabowo. Dia komit lawan oligarki perusak SDA. Oligarki ini kaya raya dari rampas milik negara. Prabowo bilang tak akan nego sama mereka. Pesan ini jadi sinyal jelas. Pemerintah serius kejar pemberantasan korupsi. Juga lindungi SDA di masa depan. Semua peserta pulang dengan harapan baru.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :







.png)









