
Indonesia, Perssilam - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, bicara panjang soal langkah pemerintah stabilkan harga beras di seluruh negeri. Mereka potong rantai distribusi yang biasanya panjang. Tujuannya sederhana. Harga beras di pasar rakyat jadi lebih mudah dikendalikan. Beras adalah makanan pokok bagi banyak keluarga. Harga naik sedikit saja bisa bikin beban rumah tangga bertambah berat. Pemerintah keluarkan aturan baru. Namanya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025. Aturan ini atur alur beras dari petani atau produsen langsung ke Badan Usaha Milik Negara di bidang pangan.
Advertising
BACA JUGA:Bolavoli : Proliga 2026 Seri Malang Menjadi Peringatan bagi Gresik Phonska Plus, Setelah Terus-Menerus Kalah dan Kehilangan Puncak KlasemenBiasanya, beras lewat banyak tangan. Mulai dari tengkulak kecil, pedagang besar, hingga importir. Itu bikin harga membengkak di akhir. Sekarang beda. Beras dikirim langsung ke BUMN pangan. Contohnya ID Food dan Bulog. Bulog sudah lama dikenal pegang stok beras nasional. ID Food juga bantu salurkan pangan aman. Dari sana, beras lantas dibagikan ke pasar-pasar rakyat. Langsung ke pedagang kecil di pasar tradisional. Tak ada lagi perantara berlapis.
Dengan cara ini, pemerintah putus rantai pasok panjang. Harga beras di tingkat konsumen diharap stabil. Tak ada lagi lonjakan tiba-tiba. Pemerintah yakin skema ini tekan potensi kenaikan harga. "Harapannya, karena kita memutus rantainya, sehingga harganya itu bisa lebih stabil," kata Dyah Roro Esti Widya Putri. Ia sampaikan itu saat cek harga dan stok bahan pokok di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat. Itu Senin, 9 Februari 2026. "Kalau yang tadi kita cek di pasar ini khususnya, ternyata karena di-supply oleh Bulog langsung, jadi harganya alhamdulillah stabil," tambahnya. Di pasar itu, pengunjung lihat sendiri. Harga beras tak berubah-ubah. Pedagang dapat suplai lancar dari Bulog. Kebijakan ini masih segar. Baru jalan belum lama. Pemerintah janji evaluasi terus. Mereka buka pintu diskusi bersama. Semua pihak bisa beri masukan. Tujuannya jelas. Implementasi jalan lancar dan optimal. Tak ada celah masalah.
Advertising
Dyah Roro Esti Widya Putri tegas. Jika ada daerah harga beras masih bermasalah, tim langsung telusuri. Mereka cari akar kendala. Solusi cepat disiapkan. Stabilitas harga harus merata. Dari kota besar hingga pelosok desa. Semua warga rasakan manfaatnya. Ini jawab kekhawatiran banyak orang. Apalagi jelang musim panen atau hari raya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, bagikan hasil pantauan di Pasar Cisalak. Kenaikan harga tertinggi ada di cabai rawit merah. Itu komoditas rawan naik-turun. Telur naik Rp1.000 per butir. Tapi komoditas lain stabil. Stok pangan aman. Harga minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi atau HET. Stoknya cukup banyak.
"Tadi beliau melihat disini harga masih cenderung stabil, kenaikan hanya tertinggi itu terjadi di cabai rawit merah. Kemudian telur naik seribu perak, yang lain-lain tergolong relatif masih stabil dan harga minyak kita masih sesuai HET dan stoknya juga tersedia," ujar Chandra. Pemkot Depok tak diam saja. Mereka pantau ketat harga dan suplai di pasar tradisional. Ini langkah cegah lonjakan jelang Ramadan. Bulan puasa selalu bikin permintaan naik. Stok harus siap. Harga terkendali. Warga belanja tenang.

(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :






.png)







