Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Terorisme : Densus 88 telah mengidentifikasi adanya konten yang mengandung ideologi ekstrem di platform media sosial, dengan target utama adalah kalangan remaja dan anak-anak ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Kamis, Januari 08, 2026

Terorisme : Densus 88 telah mengidentifikasi adanya konten yang mengandung ideologi ekstrem di platform media sosial, dengan target utama adalah kalangan remaja dan anak-anak


Indonesia, Densus 88 Polri ungkap temuan serius. Mereka temukan paparan konten kekerasan dan ideologi ekstrem di dunia digital. Sasarannya anak-anak dan remaja.

Kombes Pol Mayndra Eka Wardana jadi Kepala PPID Densus 88 AT Polri. Ia jelaskan soal komunitas digital yang tumbuh cepat di media sosial. Komunitas ini bisa picu kekerasan ekstrem pada anak-anak.

Densus 88 konfirmasi apa yang bilang Kepala BNPT. Mereka temukan grup media sosial. Bukan satu saja. Ada puluhan grup mirip yang sudah terpantau.

Mayndra bicara pada Rabu, 7 Januari 2026. "Kami temukan komunitas ini dalam grup medsos. Bukan satu-satunya. Puluhan grup serupa sudah kami catat," katanya.

Kelompok ini terdeteksi sejak 2025. Sampai sekarang, tim lakukan intervensi. Bekerja sama dengan kementerian dan lembaga di berbagai daerah.

Advertising

Konten mereka dikemas menarik. Ada video pendek seperti di TikTok. Animasi lucu. Meme yang bikin ketawa. Sampai lagu yang enak didengar. Semua itu bisa bangun minat pada ide kekerasan.

Bahaya besar saat konten ini sentuh anak-anak. Mereka sedang cari jati diri. Psikologi mereka rentan.

"Anak-anak pikirannya belum kritis. Mereka cari pengakuan dari teman. Konten radikal di medsos cepat ubah perilaku. Emosi mereka goyah. Pola pikir berubah," tegas Mayndra.

Fenomena True Crime Community jadi sorotan. Komunitas ini bahas kejahatan sungguhan. Tumbuh liar di kalangan remaja. Tanpa pemimpin resmi. Manfaatkan medsos yang bebas batas negara. Sensasi jadi daya tarik utama.

Mayndra sebut kasus kekerasan global tahun 2025. Banyak remaja terinspirasi konten ekstrem. Contoh terbaru di Moskow, Rusia. Desember 2025. Pelaku tulis "Jakarta Bombing 2025" di senjatanya.

Gambar tulisan itu diunggah ke komunitas digital. Narasi kekerasan lintas negara. Jadi inspirasi aksi nyata.

Densus 88 sudah tahu ancaman ini sebelum insiden SMA Negeri 72 Jakarta. Pelaku sulit dideteksi. Mereka tertutup. Hindari teman dan keluarga.

Advertising

BACA JUGA:Piala Super Spanyol: Menunggu El Clasico di Final

Setelah kejadian itu, Polri gerak cepat. Kerja sama kementerian. Intervensi lanjut di daerah. Pada 22 Desember 2025, tangani serentak lebih dari 70 anak.

Wawancara ungkap rencana mengerikan. Ada ide bom sekolah. Penusukan massa. Bahkan bunuh diri setelah aksi.

Densus 88, unit anti-teror Polri, pantau ruang digital ketat. BNPT dukung upaya ini. Anak-anak butuh perlindungan dari konten berbahaya. Orang tua dan guru harus waspada. Medsos jadi ladang radikalisme jika tak dikendalikan. Intervensi dini selamatkan generasi muda. (Red)

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Advertising

Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close