
Indonesia, Operasi pencarian dan pertolongan pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan, akhirnya selesai. Pada Rabu, 14 Januari 2026, Tim SAR temukan pemuda 18 tahun itu dalam kondisi meninggal. Jenazah Ali kini dievakuasi dari tempat ditemukannya.
Kantor SAR Semarang konfirmasi kabar ini. Mereka belum keluarkan pernyataan tertulis. Tapi berita ini sudah viral di media sosial. Akun Instagram @slametviabambangan posting info itu duluan.
Lokasi penemuan ada di lereng puncak selatan Gunung Slamet. Tepatnya, antara jalur Gunung Malang dan jalur Baturaden. Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah. Tingginya 3.428 meter di atas permukaan laut. Jalur-jalur itu sering dipilih pendaki karena jalannya menantang.
Unggahan akun itu tulis demikian. "Alhamdulillah, survivor atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden." Kata-kata itu tunjukkan campur aduk rasa lega dan sedih.
Tim SAR gabungan langsung evakuasi jenazah. Video di media sosial tunjukkan aksi mereka. Personel pakai walkie talkie untuk koordinasi. Suara petugas terdengar jelas. "Tarik mundur pergerakan, survivor (Syafiq) sudah ditemukan," kata salah satu dari mereka.
Relawan yang ikut sejak awal langsung bereaksi. Mereka haru dan bersyukur. Video di TikTok @mountnesia rekam momen itu. "Alhamdulillah ya Allah," ucap beberapa relawan. Suara mereka penuh kesedihan.
Sebelumnya, Tim SAR resmi hentikan operasi pada 7 Januari 2026. Itu berdasarkan berita Radar Jember dari Jawa Pos Group. Medan gunung sulit dan cuaca buruk jadi alasan. Tapi relawan tak menyerah. Mereka dari berbagai kelompok lanjut cari sendiri. Mereka koordinasi lewat basecamp Gunung Slamet. Basecamp itu pusat kendali di kaki gunung.
Ali naik gunung lewat jalur Dipajaya. Itu di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Ia bersama teman, Himawan Choidar Bahran. Rencana mereka pendakian pulang pergi. Tak bermalam di gunung.
Di tengah jalan, Himawan cedera kaki. Ali turun duluan cari bantuan. Sejak itu, Ali hilang kontak. Himawan ditemukan Tim SAR pada Selasa, 30 Desember 2025. Ia di Pos 9, kondisi lemas. Pos 9 adalah pos pendakian dekat puncak. Dari situ, pendaki butuh tenaga ekstra.
Tim SAR mulai cari keduanya sejak Minggu, 28 Desember 2025. Pencarian itu libatkan puluhan orang. Tragedi ini tinggalkan duka dalam. Keluarga Ali dan warga Kota Magelang berduka. Ali asal dari sana.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, beri dukungan. Ia kasih bantuan moril dan materiil ke keluarga. Ali anak staf Pemkot Magelang. "Kami turut prihatin atas musibah tersebut. Ananda Ali adalah putra dari staf kami yang ada di Pemkot Magelang. Tentu ini menjadi kesedihan yang mendalam," kata Damar. Kutipan itu dari Jawa Pos Radar Magelang.
Kini, dengan ditemukannya Ali, operasi panjang itu tamat. Ini tinggalkan pelajaran besar. Pendakian gunung butuh persiapan matang. Cuaca gunung bisa berubah cepat. Cedera kecil bisa jadi fatal. Relawan tunjukkan semangat gotong royong. Tapi keselamatan selalu nomor satu. Banyak pendaki mati tiap tahun di Indonesia karena kurang hati-hati. Data Badan SAR Nasional catat ratusan kasus serupa. Kasus Ali ingatkan semua orang. Selalu bawa alat komunikasi. Koordinasi baik dengan tim. Dan jangan pendak solo jika pemula.
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :













