
Indonesia, Presiden Prabowo Subianto mengundang sekitar seribu rektor dari perguruan tinggi negeri dan swasta ke Istana Negara di Jakarta. Acara itu dijadwalkan pada Kamis, 15 Januari 2026. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, mengonfirmasi undangan itu lewat pesan tertulis ke rri.co.id.
"Informasi itu betul," kata Fauzan. Dia bilang jumlah rektor yang diundang mencapai sekitar seribu orang. Mereka datang dari berbagai kampus negeri dan swasta di seluruh Indonesia.
Fauzan sebut pertemuan ini bagian dari agenda tahunan. Pemerintah sudah lakukan hal serupa di tahun sebelumnya. "Agenda tahunan seperti tahun kemarin," ujarnya. Tidak ada topik khusus yang dibahas. Presiden ingin kuatkan peran kampus dalam pembangunan bangsa. Kampus punya tugas besar ciptakan tenaga ahli untuk kemajuan negara.
Fauzan yakin Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, ikut hadir. "Pak Menteri Dikti Saintek hadir," katanya singkat. Kehadiran menteri ini tunjukkan dukungan penuh kementerian terhadap arahan presiden.
Presiden Prabowo pernah gelar pertemuan mirip pada 13 Maret 2025. Saat itu, dia ajak para rektor ke halaman tengah Istana Kepresidenan di Jakarta. Presiden sampaikan pengarahan soal kebijakan pemerintah dan rencana pembangunan ke depan.
"Saya undang saudara-saudara sore ini untuk beri penjelasan. Tentang apa yang sudah kita kerjakan, apa yang akan kita kerjakan nanti," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya. Kata-kata itu tekankan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia pendidikan tinggi. Pertemuan seperti ini perkuat komitmen bersama hadapi tantangan nasional, seperti tingkatkan kualitas SDM dan dorong inovasi di kampus. Agenda 2026 kemungkinan ikuti pola sama, fokus pada langkah konkret pembangunan.
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :













