Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Pasca Banjir Aceh : BNPB Mempercepat Proses Pembangunan 711 Huntara untuk Warga yang Terkena Dampak Banjir di Aceh Utara ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Jumat, Januari 16, 2026

Pasca Banjir Aceh : BNPB Mempercepat Proses Pembangunan 711 Huntara untuk Warga yang Terkena Dampak Banjir di Aceh Utara


Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang mempercepat pembangunan hunian sementara atau huntara untuk warga yang kena dampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Banjir besar ini merusak ribuan rumah. BNPB bekerja cepat agar korban punya tempat tinggal layak.

Tahap pertama mencakup 711 unit huntara di lima kecamatan. Angka ini berdasarkan data validasi resmi dari Surat Keputusan Bupati Aceh Utara. Validasi ini pastikan bantuan tepat sasaran. Hanya rumah yang benar-benar hancur yang dapat prioritas.

Advertising

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Hery Setiono, bilang tahap pertama fokus pada warga dengan rumah rusak berat, hilang, atau hanyut. Rumah rusak berat berarti struktur utama roboh. Rumah hilang atau hanyut lenyap terseret air bah. Keluarga ini paling butuh tempat tinggal baru segera.

Unit-unit itu tersebar begini. Kecamatan Baktiya dapat 215 unit. Baktiya Barat 5 unit. Dewantara 115 unit. Sawang 241 unit. Seunuddon 135 unit. Penyebaran ini sesuaikan jumlah korban di tiap daerah.

Di Kecamatan Seunuddon, tahap pertama jalan di Desa Ulee Rubek Timur. Ada 84 unit di sana. Lokasi pakai lahan bekas lapangan sepak bola desa. Luasnya sekitar 14.000 meter persegi. Huntara dibuat dalam 16 kelompok atau kopel. Tiap kopel isi lima unit. Satu kopel lagi isi empat unit. Bentuk ini hemat lahan dan mudah diawasi.

Setiap unit huntara penuhi kebutuhan dasar keluarga. Ada teras keluarga ukuran 4,8 meter kali 3,6 meter. Kamar mandi 1,2 meter kali 1,2 meter per unit. "Desain ini bantu keluarga tetap nyaman," kata Hery dalam keterangan tertulis ke tvrinews.com pada Jumat, 16 Januari 2026.

Hunian ini juga punya fasilitas lengkap. Sanitasi dasar ada. Sumur bor sediakan air bersih. Sistem buang limbah sederhana jaga kebersihan lingkungan. Semua ini cegah penyakit pasca banjir.

Setelah tahap pertama selesai, BNPB cek ulang data. Jika butuh lebih banyak, pembangunan lanjut berdasarkan data baru. Langkah ini pastikan tak ada yang terlewat.

Advertising

Warga punya pilihan selama transisi ke hunian tetap. Mereka bisa pilih tinggal di huntara. Atau tinggal di rumah kerabat sambil terima Dana Tunggu Hunian (DTH) Rp600 ribu per bulan. DTH ini bantu biaya hidup sementara.

BNPB targetkan tahap pertama rampung akhir Januari 2026. Warga bisa langsung tempati. Ini pas menjelang Ramadan. Mereka tak lagi khawatir soal tempat tinggal saat ibadah puasa.

Pembangunan libatkan banyak pihak di Seunuddon. Ada BNPB, pemerintah daerah, perusahaan, dan warga setempat. Kolaborasi ini bantu ekonomi tetap jalan. Misalnya, warga lokal dapat upah kerja bangun huntara.

Advertising

Data BNPB per 15 Januari 2026 tunjukkan kemajuan besar. Dari 27 kecamatan kena banjir, sudah proses 4.404 unit huntara. DTH disalurkan ke 4.840 kepala keluarga. Rencana hunian tetap insitu 4.569 unit. Relokasi 635 unit.

Tim terus perbarui data bareng pemerintah daerah dan warga. Tujuannya, semua program pulihkan banjir tepat sasaran. Korban banjir Aceh Utara perlahan kembali normal.

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
Advertising
You Might Like
BRI Super League
Religi
Random Post
Nasional



X

Premier League

BRI Super League : Persija memberikan waktu libur kepada skuadnya pada saat perayaan Idulfitri

Indonesia, Perssilam - Setelah menyelesaikan laga pekan ke-25 Liga 1 2025/2026 melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadiu...

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Popular

Archive

Pengunjung

32,626,110
 

close