Selamat Datang dan Bergabung Media Online Perssilam Musi Rawas "Perssilam Silampari News" Berita Terupdate teknologi app iconDownload App Parlemen : DPR, InJourney Airport Mengambil Alih Nama Bandara Soekarno-Hatta ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Advertising
Dark Mode

Pages

Thursday, January 15, 2026

Parlemen : DPR, InJourney Airport Mengambil Alih Nama Bandara Soekarno-Hatta

 
Indonesia, Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, menyatakan kekhawatirannya soal upaya pengambilalihan nama atau brand Bandara Internasional Soekarno-Hatta oleh InJourney Airport. Bandara ini merupakan pusat penerbangan terbesar di Indonesia. Ia temukan bukti saat kunjungan kerja ke sana. Tulisan nama Bandara Soekarno-Hatta justru tergeletak di tempat sampah.

Dari dalam mobil, Putra lihat banyak sekali papan bertuliskan InJourney Airport. Ia cari-cari tulisan Bandara Soekarno-Hatta. Mana ada? Akhirnya ia temukan. Ia ambil foto sebagai bukti. "Tadi dari mobil saya melihat banyak sekali ya tulisan InJourney Airport. Saya cari-cari tulisan Bandara Soekarno-Hatta kemana ya?" kata Putra saat beri keterangan di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (15/1/2026).

Advertising

Lalu ia tunjukkan temuannya. "Kemudian saya ketemu ini pak, saya foto donk. Eh, ternyata di tempat sampah," tambahnya. Putra paham niat direksi InJourney Airport. Mereka lakukan polling untuk populerkan nama baru. Tapi ia minta tegas. Jangan biarkan tulisan itu kuasai nama bandara lain di seluruh Indonesia.

Komisi VII DPR RI awasi urusan infrastruktur dan transportasi udara. Putra bicara atas nama lembaga itu. Ia hargai nama InJourney. Arti kata itu "dalam perjalanan". Dalam bahasa sehari-hari, sama dengan "OTW" atau On The Way. "Saya ngerti maksud bapak Direksi InJourney Airport, saya ngerti maksudnya ini adalah polling, InJourney mau dipopulerkan. Saya bersyukur namanya jadi InJourney, keren pak," ujarnya.

Meski begitu, ia desak agar branding InJourney jangan samakan atau lebih besar dari nama-nama bandara bersejarah. Sebut saja Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar. Bandara Juanda di Surabaya. Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta. Dan tentu Bandara Soekarno-Hatta sendiri. Semua nama itu hormati jasa pahlawan bangsa. "Itu bagus, tapi yang saya minta dan desak jangan mengambil alih branding dari Sultan Hasanuddin, Juanda, Halim Perdana Kusuma, Soekarno-Hatta dan lainnya," tegas Putra.

Ia ingatkan risiko buruk. Nama pahlawan jangan sampai terlupakan. "Jangan pernah branding InJourney itu lebih banyak dari nama pahlawan kita, mohon segera dikurangi. Sampaikan kepada pimpinan bapak dan ini permintaan Komisi VII DPR RI," pintanya. Putra anggap ini permintaan resmi. Nama InJourney harus kalah pamor dari nama pahlawan Indonesia. "Oh itu kualat pak, itu bisa kualat nanti dan kalau bisa jumlahnya itu dikurangi pak," tambahnya.

Advertising

Putra beri solusi praktis. Letakkan nama Bandara Internasional Soekarno-Hatta di depan. Baru tambah InJourney di belakang. Ini hormati sejarah sambil akui operator baru. "Nah saya punya jalan keluar 'Bandara Internasional Soekarno-Hatta Managed by InJourney' atau mau bahasa Indonesia boleh. Bisa juga Bandara Internasional Soekarno-Hatta Operate by InJourney', tapi jangan nama InJourney di depan pak," jelasnya.

Nama-nama pahlawan punya nilai cerita panjang. Ambil Bandara Hussein Sastranegara di Bandung. Nama itu bisa ajarkan sejarah ke anak cucu. InJourney? Hanya arti sederhana. Bisa dicek di Google Translate saja. "Nama-nama pahlawan Indonesia sudah bagus, seperti Hussein Sastranegara, bakal ada kesempatan menjelaskan dan ceritakan kepada anak cucu nanti. Cerita panjang pak, tapi kalau InJourney tidak ada cerita kita pak, tinggal di Google Translate aja," kata Putra.

Fenomena ini sudah menyebar. Putra lihat sendiri saat ke Semarang. Ke Yogyakarta. Ke Bali. Nama bandara lokal sudah kalah oleh InJourney Airport. "Saya ke Semarang kayak gitu, ke Yogya kayak gitu, ke Bali kayak gitu, sudah diganti pak," ungkapnya. Hal ini tunjukkan pola yang sama di berbagai wilayah.

Advertising

Sementara itu, Direktur Teknik InJourney Airport, Kristianto Eko Wibowo, beri tanggapan. InJourney Airport memang baru hadir. Upaya ini bagian strategi branding. Tujuannya sederhana. Biar orang tahu InJourney Holding. Tahu InJourney Airport. Dan unit lain di bawahnya. "Kebetulan InJourney Airport ini juga baru. Hal ini bagian dari branding strategi, supaya orang juga sangat tahu InJourney itu apa, ada InJourney Holding, ada InJourney Airport dan lain-lain," katanya.

Ia sambut masukan Putra. Apapun sarannya jadi pelajaran baik. Mereka akan tinjau ulang. "Tapi apapun masukannya itu menjadi hal yang baik bagi kami. Nanti akan kita lihat ke depannya, kita pertimbangkan," ujar Kristianto. Langkah ini harap jadi jalan tengah. Hormati warisan sejarah Indonesia. Sambil dorong kemajuan bandara modern.

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Tag :
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:
You Might Like
×
Rekomendasi
×
Iklan
📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

b

×

Premier League

Close Ads
Close Ads

Most Post

Serie A

Archive

Total Pageviews