
Indonesia, Alvaro Arbeloa mencetak catatan jelek di laga pertamanya sebagai pelatih Real Madrid. Kekalahan itu jadi noda hitam bagi pria asal Spanyol ini.
Real Madrid baru saja berpisah dengan Xabi Alonso. Langsung saja, Arbeloa naik jabatan jadi pelatih kepala tim utama. Sebelumnya, ia latih tim B Los Blancos. Usianya baru 42 tahun. Pengalaman di level junior bikin fans berharap banyak.
Banyak yang yakin Arbeloa bawa angin segar. Tapi debutnya malah bikin malu. Tim senior Madrid kalah telak dari klub kasta dua Spanyol. Ini jarang terjadi bagi raksasa seperti Madrid.
Pertandingan itu di babak 16 besar Copa del Rey musim 2025-2026. Copa del Rey adalah piala domestik Spanyol. Formatnya knock-out. Tim besar sering ketemu lawan kecil di awal. Kali ini, Madrid tandang ke markas Albacete.
Stadion Carlos Belmonte jadi saksi. Laga digelar Rabu, 14 Januari 2026. Di Indonesia, itu Kamis dini hari WIB. Albacete main di Segunda Division. Mereka bukan unggulan. Tapi hasil akhir 3-2 untuk tuan rumah. Madrid tersingkir.
Gol pertama datang cepat. Javi Villar cetak gol untuk Albacete di menit 42. Madrid kaget. Gawang mereka bobol duluan. Enam menit kemudian, Franco Mastantuono balas. Skor jadi 1-1. Madrid napas lega sebentar.
Albacete bangkit lagi. Menit 82, Jefte Betancor tembak keras. Gol itu robek jala Madrid. Skor 2-1. Fans tuan rumah heboh. Madrid kejar ketertinggalan.
Masuk injury time. Gonzalo Garcia sundul bola dari tendangan sudut. Gol penyama. Skor 2-2. Semua pikir laga imbang. Tapi detik terakhir, Betancor muncul lagi. Ia sepak bola ke pojok kanan gawang. Gol kemenangan. Madrid mati langkah. Kekalahan 3-2 itu pahit.
Arbeloa ambil tanggung jawab. Ia pasang badan di konferensi pers. "Kalau ada yang salah, saya yang salah," katanya. Pria kelahiran Salamanca itu kesatria. Ia puji pemainnya. "Saya hanya mau terima kasih pada mereka. Mereka sambut saya dengan baik."
Arbeloa tambah lagi. "Sekarang waktunya kerja keras. Kita perbaiki diri untuk laga Sabtu." Fokus ke depan. Madrid punya jadwal padat di La Liga.
Fakta menarik. Dari sembilan pelatih terakhir Madrid, hanya dua yang gagal menang di debut. Arbeloa salah satunya. Yang lain Julen Lopetegui. Debut Lopetegui tragis. Ia kalah 2-4 dari Atletico Madrid di Piala Super Eropa 2018. Rival sekota hajar habis. Kariernya di Madrid pendek saja.
Arbeloa punya sejarah panjang dengan Madrid. Ia produk akademi La Fabrica. Debut senior di 2004. Tapi cuma main empat kali. Dua tahun kemudian, ia cabut. Bek setinggi 184 cm ini cari menit bermain.
Ia pindah ke Deportivo Alaves dulu. Lalu Liverpool. Di Anfield, ia main solid sebagai bek kanan. Tahun 2009, ia balik ke Madrid. Periode kedua ini sukses besar. Tujuh tahun di sana. Raih delapan trofi. Termasuk La Liga dan Liga Champions.
Tahun 2016, ia tinggalkan Madrid lagi. Akhiri karier di West Ham United. Pensiun di usia 33. Tahun 2020, Arbeloa mulai latih. Mulai dari tim U-14 Madrid. Ia naik bertahap. Tim muda, lalu tim B. Kini capai puncak sebagai pelatih senior.
Kekalahan ini tes awal. Fans tanya, bisakah Arbeloa bangkit? Madrid butuh kemenangan cepat. La Liga dan kompetisi lain tunggu. Arbeloa janji perbaiki tim. Pemainnya dukung penuh.
Klasemen Liga Spanyol
| No | Klub | Main | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | 19 | 49 | |
| 2 | 19 | 45 | |
| 3 | 18 | 41 | |
| 4 | 19 | 38 | |
| 5 | 20 | 34 |
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :













