
Indonesia, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, tekankan kuat bahwa program Sekolah Rakyat jadi bukti nyata pemenuhan hak anak. Program ini fokus pada hak pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan dari kekerasan serta diskriminasi. Sasarannya anak-anak dari keluarga miskin yang rentan.
Arifah bilang, Sekolah Rakyat sebagai pendidikan berasrama punya peran strategis. Ia ciptakan lingkungan aman untuk pertumbuhan anak secara utuh. Anak-anak bisa belajar tanpa khawatir lapar atau sakit. Lingkungan ini dukung fisik, emosi, dan mental mereka.
“Program Sekolah Rakyat hadir dengan tujuan mulia. Ia putus rantai kemiskinan lewat pendidikan layak, berkualitas, dan mudah dijangkau. Ini untuk anak-anak keluarga kurang mampu," ujar Arifah dalam siaran pers, Sabtu, 16 Januari 2026.
Pembelajaran di sana tak cuma urus nilai akademik. Ia bentuk karakter anak. Kembangkan keterampilan sosial mereka. Sediakan juga tempat tumbuh kembang optimal. Termasuk penuhi nutrisi harian yang cukup. Anak makan tiga kali sehari dengan menu bergizi.
Sekolah Rakyat ikuti empat hak dasar anak. Pertama, hak hidup sehat. Kedua, hak berkembang. Ketiga, hak lindungi dari bahaya. Keempat, hak ikut serta. Konsep ini dari Konvensi Hak Anak PBB yang diikuti Indonesia.
Anak-anak nikmati makan gratis bergizi. Dapat cek kesehatan rutin oleh dokter. Akses sekolah dan asrama tanpa bayar. Lindungi dari kerja anak dini yang sering rugikan masa depan. Mereka juga punya ruang bicara di kegiatan sekolah, seperti rapat siswa atau klub hobi.
Arifah beri apresiasi pada semua pihak. Kepala sekolah pimpin dengan teladan. Guru ajar dengan sabar. Wali asuh dampingi sehari-hari. Orang tua percaya program ini. Kementerian dan lembaga lain beri dukungan penuh. Dedikasi mereka bantu anak rentan capai mimpi.
Kolaborasi antar lembaga jadi kunci sukses. Kementerian PPPA dukung aktif bareng Kementerian Sosial. Mereka buat modul perlindungan anak. Lakukan pantau dan nilai bersama. Latih kepala sekolah, wali asuh, dan wali asrama. Pelatihan ini ajar pengasuhan berdasarkan hak anak.
Banyak anak di Indonesia tinggalkan sekolah karena miskin. Data tunjukkan ratusan ribu anak putus sekolah tiap tahun. Sekolah Rakyat jawab masalah itu. Ia beri tempat tinggal aman. Hindari anak jalanan atau kerja paksa.
Harapan Arifah, kerja sama ini tambah kuat. Sekolah Rakyat jadi ruang aman dan ramah anak. Setiap anak tumbuh sehat di sana. Mereka pintar, kuat karakter, dan siap hadapi masa depan. “Sinergi ini terus diperkuat. Biar Sekolah Rakyat benar-benar Ruang Anak yang Aman dan Ramah Anak," tutupnya.
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :













