
Indonesia, Presiden Rusia Vladimir Putin tegas menyatakan bahwa Ukraina kurang tunjukkan kemauan kuat untuk berdamai secepatnya. Dia peringatkan Moskow akan capai semua tujuan pakai kekuatan militer jika Kyiv tolak jalan damai.
Pernyataan itu keluar pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumbernya CNBC dan TASS. Perang Rusia-Ukraina sudah hampir empat tahun. Rusia mulai invasi besar-besaran pada Februari 2022. Sejak itu konflik ini timbulkan ribuan korban dan rusak infrastruktur luas di Ukraina timur serta selatan.
Putin bicara saat situasi tegang. Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy jumpa Presiden AS Donald Trump di Florida pada Minggu, 28 Desember 2025. Mereka bahas cara akhiri konflik. Pertemuan ini penting karena Trump baru menang pilpres AS. Banyak harap dia dorong negosiasi cepat.
Gedung Putih belum beri respons resmi soal ancaman Putin. Rusia klaim pasukannya rebut beberapa kota di timur Ukraina. Info itu lewat Telegram Kremlin. Contoh wilayah seperti Donetsk sering jadi rebutan.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina bilang situasi di sana masih berat. Pasukan Ukraina lanjut operasi bela diri. Mereka tahan serangan Rusia meski kekurangan amunisi.
Komando Selatan Ukraina laporkan pertempuran sengit di Huliaipole. Kota itu dekat Zaporizhzhia. Bentrokan ini libatkan artileri dan drone setiap hari.
Verifikasi klaim perang sulit sekali. Kedua pihak batasi akses wartawan. Rusia dan Ukraina kendali info ketat. Mereka keluarkan propaganda untuk dorong moral tentara.
Garis depan berubah cepat. Satu hari Rusia maju. Besok Ukraina balas. Ini bikin sulit bedakan fakta dari berita bohong. Pengamat internasional seperti OSCE kesulitan pantau langsung.
Situasi ini tunjukkan konflik panjang tanpa ujung jelas. Putin tekan Ukraina pilih damai. Tapi Zelenskyy minta sanksi lebih keras ke Rusia. Pertemuan dengan Trump bisa jadi titik balik. Dunia tunggu langkah selanjutnya. (Red)
Dengarkan
Berita dan Artikel lainnya di :













