![]() |
Banjir dahsyat di ketiga provinsi itu picu dugaan serius. Pembalakan hutan jadi penyebab utama. Pembalakan liar artinya tebang pohon tanpa izin resmi. Aktivitas ini rusak hutan lindung. Ketua MPR Ahmad Muzani bicara soal ini. Dia baru bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Lokasinya Jakarta. Pertemuan itu Selasa lalu. Muzani soroti kayu gelondongan di banjir besar.
BACA JUGA:FIFA Office Indonesia Buka Peluang Karier di Sports Summit Job Fair 2025
Dia bilang ada tanda kuat. Banyak kayu berasal dari tebang liar. Sudah lama berlangsung. Muzani ingatkan pejabat lingkungan. Mereka harus serius tangani masalah ini. Hutan rusak buat air tak terserap tanah. Alur sungai mampet. Banjir jadi lebih ganas.
Bareskrim Polri gerak cepat. Mereka selidiki pembalakan liar di Sumatra. Diduga ini pemicu banjir di tiga provinsi. Tim khusus sudah dikirim ke Aceh. Ke Sumut. Dan ke Sumbar. Di lapangan mereka temukan kayu gelondongan hanyut. Bukti kuat ada pelanggaran. Kita dukung penuh upaya ini. Penegakan hukum harus tegas ke pelaku. Tangkap mereka secepatnya. Jangan biarkan semangat aparat pudar. Oknum tertentu bisa halangi. Mereka mau kasus jadi kabur. Lama-lama dilupain saja.
BACA JUGA:Korban Bencana Tapteng 103 Meninggal, 100 Hilang
Pengungkapan kasus ini harus jadi pukulan telak. Shock therapy buat para penebang liar. Mereka sadar risiko besar. Bencana banjir rugikan bangsa ini parah. Kerugian materi menumpuk. Nyawa rakyat hilang sia-sia. Hutan hilang bikin banjir rawan ulang. Pengalaman pahit ini cegah masa depan suram. Hukum ditegakkan. Hutan dijaga ketat. Sumatra aman dari bencana lagi.














