
Indonesia, Persiraja Banda Aceh giat mempersiapkan diri untuk laga tandang lawan Garudayaksa FC. Pertandingan ini bagian dari Pegadaian Championship 2025/26. Jadwalnya jatuh pada 29 Desember di Stadion Pakansari, Bogor. Ini satu-satunya duel yang mereka jalani sepanjang bulan Desember. Tim Laskar Rencong punya waktu luang lebih banyak untuk latihan intensif.
Pelatih Akhyar Ilyas bilang tim sudah masuki fase pematangan taktik. Mereka campur dengan program tingkatkan fisik pemain. Persiapan sejauh ini lancar. Tapi tantangan besar ada di susahnya cari lawan uji coba. "Kita sudah masuk ke taktikal untuk persiapan melawan Garudayaksa FC. Meskipun kita kombinasikan dengan peningkatan kondisi fisik. Mungkin salah satu yang menjadi kendala adalah sulitnya mencari lawan uji coba di sini (Aceh)," kata Akhyar.
Akhyar jelaskan kesulitan itu datang dari dampak musibah di Aceh. Banyak tim terdampak parah. Bahkan klub Liga 4 stop aktivitas. Sebagian langsung bubar. Pilihan sparring partner jadi tipis sekali. "Bahkan tim Liga 4 di Aceh akibat musibah ini banyak yang membubarkan tim. Jadi memang sulit sekali bagi kita untuk mencari lawan uji tanding," tambah pelatih bersertifikat A AFC itu.
Tanpa uji coba eksternal, Persiraja andalkan latihan internal. Mereka lakukan internal game antar pemain sendiri. Latihan juga dibuat mirip kondisi nyata pertandingan. Akhyar tekan soal sikap pro pemain. Mereka harus adaptasi cepat dengan batasan ini. Fokus utama jaga stamina dan paham strategi.
Tim targetkan fisik pemain prima. Pemahaman taktik juga harus top saat hadapi Garudayaksa. Dengan hanya satu laga di Desember, mereka manfaatkan setiap hari latihan. Harapannya, hasil bagus diraih di kandang lawan. Stadion Pakansari dikenal ramai penonton. Persiraja ingin tunjukkan kualitas di sana.
Persiapan ini krusial bagi Laskar Rencong. Pegadaian Championship kompetitif ketat. Kemenangan tandang bisa dorong posisi klasemen. Pemain utama seperti bek tangguh dan penyerang cepat dilatih ekstra. Akhyar pantau kondisi harian. Cedera dicegah ketat. Mental juang ditingkatkan lewat sesi tim.
Musibah di Aceh bikin sepak bola lokal terhambat. Tim Liga 4 bubar karena dana minim dan fasilitas rusak. Persiraja tetap bertahan. Mereka pakai lapangan lokal untuk drill taktik. Formasi lawan Garudayaksa sudah dianalisis. Pemain belajar counter serangan cepat tim tuan rumah.
Akhyar yakin tim siap tempur. "Kita maksimalkan apa yang ada," katanya singkat. Suporter Aceh doakan dari jauh. Laga 29 Desember jadi ujian nyata. Persiraja bidik poin penuh untuk banggakan daerah. (Red)
Baca Berita dan Artikel lainnya di :













