Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App 'Masih Diperlukan Pengawasan Orang tua': Komunitas Indonesia Menanggapi Larangan Remaja Menggunakan Media Sosial di Australia ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...

Sunday, 14 December 2025

'Masih Diperlukan Pengawasan Orang tua': Komunitas Indonesia Menanggapi Larangan Remaja Menggunakan Media Sosial di Australia


Indonesia, Larangan media sosial di Australia untuk anak di bawah 16 tahun mulai berlaku hari Kamis ini, 10 Desember 2025. Ini jadi upaya pertama di dunia untuk cegah anak-anak kecanduan ponsel pintar. Pemerintah ingin lindungi mereka dari bahaya di dunia maya.

Sekarang, platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook harus bertindak. Mereka kena denda hingga 50 juta dolar Australia, setara Rp554 miliar. Denda itu datang jika platform gagal ambil langkah tegas. Langkah itu wajib cegah anak dan remaja di bawah 16 tahun buat akun.

Pemerintah Australia sadar larangan ini tak sempurna. Anak di bawah 16 tahun masih bisa lihat konten publik. Konten itu muncul tanpa perlu login. Misalnya, video TikTok atau postingan Instagram yang terbuka untuk semua orang.

Advertising

Pembatasan ini punya celah. Remaja muda tetap bisa scroll tanpa batas. Tapi pemerintah tegas. Mereka bilang larangan tetap perlu dicoba. Tujuannya lindungi anak dari doomscrolling. Doomscrolling itu kebiasaan gulir layar berjam-jam tanpa henti. Bisa bikin stres atau ganggu tidur.

Larangan juga cegah bahaya lain. Seperti perundungan siber. Anak sering kena ejek atau ancam lewat komentar. Ada juga grooming. Itu saat orang dewasa jahat dekati anak online. Mereka pura-pura ramah untuk eksploitasi.

Tanggapan dari orang tua Indonesia di Australia campur aduk. Beberapa senang. Lainnya ragu karena celahnya.

Dian Fikriani tinggal di Melbourne. Dia ibu dari Gesit Mardika, anak laki-laki berusia sembilan tahun. Dian paham aturan ini hanya larang buat akun. Bukan larang akses total ke medsos.

Anaknya tak punya akun sendiri. Gesit biasa lihat konten lewat akun Dian. "Masih ada lubangnya," kata Dian. "Tapi kebijakan ini bantu orang tua seperti saya."

Advertising

Dian tambah lagi. Larangan bisa kurangi bullying online. Anak dengan akun sering kena sasaran. Mereka dapat pesan kasar dari teman atau orang asing. Aturan ini paksa platform periksa usia. Orang tua jadi lebih tenang awasi anak.

Banyak orang tua diaspora Indonesia rasakan hal sama. Mereka pindah ke Australia untuk hidup lebih baik. Tapi khawatir anak terjebak layar. Kebijakan ini beri harapan baru. Meski tak 100 persen aman, ini langkah awal yang besar.

Advertising

Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×