
Indonesia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan tekankan keselamatan wisatawan sebagai prioritas nomor satu. Ini berlaku saat musim hujan. Terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025. Langkah ini jaga agar wisata tetap jalan lancar. Tanpa bahaya bagi pengunjung.
Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Sumsel, Vita Sandra, bilang banyak spot wisata unggulan kini status siaga bencana. Siaga bencana artinya daerah siap hadapi longsor atau banjir. Pemerintah daerah tetap yakin kunjungan wisatawan bakal melonjak tinggi.
Data tahun lalu tunjukkan lonjakan lebih dari 50 persen saat libur Nataru. Cuaca tak menentu jadi tantangan besar sekarang. Wisatawan harus merasa aman sepenuhnya. “Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan kunjungan saat libur Nataru bisa mencapai lebih dari 50 persen. Tantangannya sekarang adalah memastikan wisatawan tetap merasa aman di tengah cuaca yang tidak menentu,” kata Vita Sandra, Minggu (21/12/2025).
Beberapa daerah favorit tetap ramai. Seperti Pagar Alam, Ogan Komering Ulu, Prabumulih, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Wisata alam jadi daya tarik utama di sana. Sayangnya, curah hujan tinggi tingkatkan risiko banjir dan longsor. Air deras bisa genangi jalan. Tanah longsor tutup jalur pendakian.
Pemerintah Provinsi Sumsel keluarkan instruksi tegas. Semua kabupaten dan kota tingkatkan pengawasan di destinasi wisata. Pengawasan jangkau petugas lapangan, pemandu wisata, dan pengelola objek. Mereka cek kesiapan alat evakuasi. Pantau cuaca setiap jam.
Disbudpar Sumsel keluarkan surat imbauan resmi. Ini ikuti edaran Kementerian Pariwisata. Juga arahan Kementerian Dalam Negeri. Surat itu wajibkan standar keselamatan ketat. Batasi jumlah pengunjung agar tak overcrowded. Punya hak tutup sementara spot alam jika cuaca buruk.
“Keselamatan menjadi garis merah. Jika kondisi tidak memungkinkan, destinasi wajib ditutup sementara dan informasinya harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” tegas Vita Sandra. Informasi disebar lewat media sosial dan papan pengumuman. Wisatawan tahu risiko sebelum datang.
Langkah ini sudah berjalan di lapangan. Contohnya kawasan Gunung Dempo di Pagar Alam. Pendakian langsung stop saat hujan deras. Potensi longsor terdeteksi awal. Jalur licin ditutup total hingga aman. Petugas pasang rambu peringatan. Siapkan posko darurat dekat lokasi.
Dengan demikian, wisatawan nikmati libur Nataru tanpa cemas. Potensi ekonomi daerah tetap terjaga. Pemerintah pantau terus agar semua aman. (Red)
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News













