![]() |
| Prabowo dan Paul Keating Membahas Dunia Tanpa Batas |
Suasana pertemuan terasa hangat. Kedua tokoh tampak akrab satu sama lain. Mereka bicara soal isu-isu penting. Topiknya mencakup hubungan antarnegara. Juga ekonomi kedua negara. Lalu, dinamika geoekonomi dan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. Geoekonomi berarti bagaimana urusan ekonomi dipengaruhi oleh letak geografis dan kekuatan politik. Geopolitik membahas persaingan negara-negara atas wilayah dan sumber daya. Kawasan Indo-Pasifik meliputi Samudra Hindia dan Pasifik. Daerah ini kaya minyak, gas, dan jalur perdagangan utama dunia.
Setelah selesai bertemu, Presiden Prabowo berbagi pandangannya. Ia merasa senang dengan obrolan itu. Diskusi berjalan lancar dan mendalam. Prabowo sebut Paul Keating sebagai orang berpengalaman. Pandangannya tajam soal keadaan dunia saat ini. Keating pernah pimpin Australia dari 1991 hingga 1996. Saat itu, ia dorong hubungan lebih erat dengan Asia. Termasuk Indonesia. Kebijakannya bantu Australia bangun perdagangan kuat di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Sempurna untuk Borneo FC di BRI Super League 2025/26
"Saya kira sangat bagus," kata Prabowo kepada wartawan. "Beliau sangat berpengalaman. Pemikiran-pemikiran beliau sangat jernih dan kaya akan wawasan. Saya merasa banyak sekali mendapat pelajaran dari pandangan-pandangan beliau." Kata-kata ini tunjukkan betapa Prabowo hargai masukan dari senior seperti Keating. Pengalaman Keating beri sudut pandang segar. Itu bantu Indonesia pahami tantangan di kawasan.
Prabowo nilai pengalaman panjang Keating beri nilai tambah. Terutama untuk perkuat ikatan antarnegara di Indo-Pasifik. Australia dan Indonesia tetangga dekat. Mereka bagi pulau-pulau dan lautan yang sama. Hubungan ini penting untuk perdagangan. Nilai perdagangan bilateral capai miliaran dolar tiap tahun. Contohnya, Indonesia ekspor nikel dan batubara ke Australia. Sebaliknya, Australia jual daging sapi dan susu ke Indonesia. Masalah keamanan juga jadi perhatian. Kawasan ini rawan konflik, seperti ketegangan di Laut China Selatan.
Baca Juga:
KPK telah menyerahkan kasus suap terkait proyek jalan di Sumatera Utara
"Kami membahas banyak hal," tambah Prabowo. "Hubungan internasional, ekonomi, geoekonomi, geopolitik. Diskusinya sangat menarik dan produktif." Ia tekankan poin utama. Indonesia dan Australia punya kepentingan sama. Mereka ingin bangun hubungan bilateral yang saling untung. Juga jaga kestabilan Indo-Pasifik. Stabilitas ini berarti perdagangan aman dan konflik dicegah.
"Kita harus tahu bahwa kita bertetangga," tegas Prabowo. "Indonesia berkepentingan untuk selalu memiliki hubungan baik dengan Australia, demikian pula sebaliknya. Jika kita bekerja sama dengan baik di semua bidang, manfaatnya akan besar, tidak hanya bagi kedua negara, tapi juga bagi kawasan kita." Pernyataan ini jawab kekhawatiran pembaca soal kenapa pertemuan ini penting. Kerja sama bisa cegah masalah seperti migrasi ilegal atau bencana alam bersama. Contoh, kedua negara sering bantu satu sama lain saat banjir atau gempa.
Pertemuan dengan Keating jadi salah satu agenda utama. Itu bagian dari kunjungan kenegaraan Prabowo ke Australia. Kunjungan ini tandai langkah maju dalam kemitraan strategis. Fokusnya pada pertahanan, ekonomi, dan kestabilan daerah. Indonesia dan Australia sudah punya perjanjian komprehensif sejak 2021. Itu bantu tingkatkan investasi dan latihan militer bersama. Hasilnya, kedua negara lebih siap hadapi ancaman global. Acara ini tunjukkan komitmen Prabowo untuk bangun jembatan kuat dengan tetangga utara.
Reaksi :














