![]() |
| Kementerian Agama memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan 'Vegetarian Charity' 2025 |
Guang Ji dan Walubi bekerja sama untuk mempromosikan nilai-nilai kebaikan melalui makanan nabati. Majelis Agama Buddha Guang Ji Indonesia merupakan kelompok yang fokus pada ajaran Buddha di tanah air. Walubi, atau Walubi, adalah wadah bagi umat Buddha untuk kegiatan bersama. Acara ini menjadi contoh nyata bagaimana agama mendukung kesejahteraan masyarakat.
Acara dihadiri oleh tokoh penting. Karuna Murdaya hadir sebagai Wakil Ketua Umum DPP Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia. Ia dikenal aktif dalam kegiatan sosial Buddha. Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha Kementerian Agama, Nyoman Suryadarma, juga ikut serta. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas dari berbagai pihak.
Nyoman Suryadarma menyampaikan pujian langsung kepada Guang Ji. Ia bilang, Guang Ji selalu konsisten menggelar kegiatan seperti ini setiap tahun. Acara ini mencerminkan kemanusiaan yang tulus. Ia menekankan kepedulian terhadap sesama melalui aksi nyata. Orang-orang datang bukan hanya untuk makan, tapi juga untuk berbagi.
"Kami dari Kementerian Agama ucapkan terima kasih kepada Guang Ji," kata Nyoman saat berbicara di sela acara. Acara digelar di Jiexpo Kemayoran, Jakarta. "Kegiatan sosial ini rutin dilakukan. Ia sangat peduli pada sesama. Diselingi penggalangan dana untuk bantuan." Nyoman melihat acara ini sebagai bentuk solidaritas yang kuat.
Ia juga menyampaikan pesan dari Menteri Agama Nasarudin Umar. Menteri meminta agar kegiatan semacam ini terus berlanjut. "Charity seperti ini membangun kebersamaan antar anak bangsa," ujar Nyoman. Menu makanan yang disajikan berasal dari nusantara. Ada sunda food, padang food, dan hidangan lain. Ini membuat acara terasa dekat dengan budaya lokal. Makanan vegetarian ini sehat dan ramah lingkungan, sesuai ajaran kebaikan universal.
Baca Juga:
Tersedia di Netflix, Berikut Sinopsis ‘No Next Life’
Nyoman sempat mencicipi beberapa hidangan. Ia pilih soto Betawi sebagai salah satu. "Tadi saya makan soto Betawi. Rasanya sangat enak," katanya sambil tersenyum. Soto Betawi vegetarian ini dibuat tanpa daging, tapi tetap lezat dengan rempah-rempah segar. Pengunjung lain juga menikmati berbagai pilihan, seperti nasi goreng sayur atau gado-gado.
Salah seorang peserta, Aline, yang beragama Buddha, datang dari jauh untuk acara ini. Ia mendukung penuh kegiatan sosial tersebut. "Selain menikmati makanan vegetarian yang sehat," ujar Aline. "Acara ini juga menggalang dana. Dana itu untuk bantu orang yang kesulitan. Termasuk pembangunan sekolah." Penggalangan dana dilakukan dengan cara sederhana, seperti donasi sukarela saat makan. Ini membantu masyarakat miskin dan anak-anak yang butuh pendidikan.
Acara Vegetarian Charity 2025 ini bukan sekadar pesta makanan. Ia menjadi ajang untuk sebarkan kasih sayang. Lebih dari dua ribu orang hadir, menunjukkan minat besar pada isu sosial. Kementerian Agama berharap acara serupa terus berkembang. Ini bisa perkuat toleransi dan gotong royong di Indonesia.
Reaksi :














