Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Perssilam Silampari News: Search results for inter milan
×
    Advertising
    ☰ Menu
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...
Showing posts sorted by relevance for query inter milan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query inter milan. Sort by date Show all posts

Monday, 29 December 2025

Klasemen Serie A Setelah Pertandingan Atalanta Melawan Inter Milan 0-1: Nerazzuri Mengunci Posisi Capolista


Indonesia, Persaingan sengit di puncak klasemen Liga Italia 2025-2026 kembali memanas. Inter Milan, AC Milan, dan Napoli saling kejar di pekan ke-17. Inter Milan amankan posisi teratas. Mereka kalahkan Atalanta 1-0. Kemenangan ini pastikan Nerazzurri tutup tahun 2025 sebagai capolista, pemimpin klasemen sementara.

Laga Atalanta lawan Inter Milan digelar di Stadion Gewiss, Bergamo. Pertandingan berlangsung Senin, 29 Desember 2025, dini hari waktu Indonesia Barat. Gol Lautaro Martinez di menit ke-65 jadi penentu. Skor akhir 1-0 untuk Inter. Hasil ini rebut puncak dari AC Milan. Sebelumnya, Inter sempat turun ke peringkat tiga hanya dalam beberapa jam.

Sekarang Inter unggul satu poin atas AC Milan. Rossoneri duduk di posisi kedua dengan 35 poin. Inter punya 36 poin. Duel dua kubu Milan ini selalu panas. Itu Derby della Madonnina yang bikin fans tegang.

Advertising

AC Milan sempat singgasana puncak. Mereka hancurkan Hellas Verona 3-0. Laga Minggu malam, 28 Desember 2025, waktu Indonesia Barat. Gol Christian Pulisic dicetak menit 45+1. Dua gol Christopher Nkunku di menit 48 dari penalti dan 53. Nkunku bangkit hebat. Ia akhiri paceklik gol yang lama.

Napoli tak mau ketinggalan. Mereka potong jarak poin. Menang atas Cremonese di kandang lawan. Rasmus Hojlund jadi pahlawan. Dua golnya ke gawang Emil Audero Mulyadi. Audero kiper Timnas Indonesia. Gol pertama menit 13, kedua menit 45. Skor 2-0 untuk Napoli.

Kemenangan ini angkat Napoli ke peringkat tiga. Mereka kumpul 34 poin. Terpaut satu poin dari AC Milan. Dua poin dari Inter Milan. Tiga tim ini kini pisau tajam di puncak. Siapa yang konsisten, dia juara akhir musim.

Berikut hasil lengkap pekan ke-17 Liga Italia 2025-2026. 

Parma kalahkan Fiorentina 1-0. Gol Oliver Sorensen menit 48. Lecce tumbang 0-3 dari Como. Nico Paz cetak gol menit 20. Jacobo Ramon tambah menit 66. Anastasios Douvikas tutup menit 75.

Advertising

Torino kalah 1-2 lawan Cagliari. Nicola Vlasic buka skor menit 27. Matteo Prati samakan menit 45. Semih Kilicsoy menangkan menit 66. Udinese seri 1-1 dengan Lazio. Matias Vecino gol menit 80. Keinan Davis balas menit 90+5.

Pisa gagal 0-2 dari Juventus. Arturo Calabresi gol bunuh diri menit 74. Kenan Yildiz cetak menit 90+2. AC Milan 3-0 Verona, seperti disebut. Cremonese 0-2 Napoli. Bologna imbang 1-1 Sassuolo. Giovanni Fabbian menit 47. Tarik Muharemovic balas menit 63.

Atalanta 0-1 Inter Milan. Pekan ini bikin klasemen bergoyang. Inter pegang kendali akhir 2025. Tapi AC Milan dan Napoli siap balik serang. Musim panjang masih menanti.(Red)

Dengarkan

Berita dan Artikel lainnya di :

Advertising

kali


Klasemen Serie A

No Klub Main Poin
1 Tim AInter Milan 16 36
2 Tim AAC Milan 16 35
3 Tim ANapoli 16 34
4 Tim AJuventus 16 32
5 Tim AAS Roma 16 30
 
Share:

Saturday, 9 May 2026

Inter Milan U23 mengalami kekalahan telak melawan Catania, di mana Matteo Spinacce berhasil mencetak gol hiburan


Indonesia, Perssilam - Inter Milan U23 menelan kekalahan telak 1-4 saat menghadapi Catania dalam laga uji coba tertutup. Pertandingan ini berlangsung tanpa penonton di stadion. Catania merupakan klub dari Serie C girone C yang sedang mengincar promosi. Tim muda Nerazzurri gagal membendung serangan tuan rumah sepanjang laga. Satu gol hiburan bagi Inter Milan U23 dicetak oleh Matteo Spinacce.
Advertising

BACA JUGA:
Joshua Zirkzee Disarankan untuk Meninggalkan MU demi Masa Depannya
Laga ini menjadi bagian dari persiapan pemain muda Inter setelah musim kompetisi U23 resmi berakhir. Tim pelatih ingin melihat perkembangan fisik dan taktik para pemain. Namun, Catania tampil jauh lebih siap dan mengontrol jalannya permainan. 
Domenico Toscano yang melatih Catania menggunakan laga ini untuk mematangkan strategi. Catania butuh kondisi puncak sebelum masuk fase playoff Serie C pada 17 Mei. Sejak peluit awal berbunyi, Catania terus menekan lini pertahanan Inter. Mereka tidak memberi ruang bagi tim tamu untuk membangun serangan dari belakang. 
Advertising

Dominasi ini membuahkan hasil cepat di babak pertama. Ierardi dan Cicerelli mencetak dua gol awal. Keduanya memanfaatkan serangan balik cepat setelah merebut bola di area pertahanan. Transisi cepat Catania membuat pemain muda Inter kewalahan menjaga posisi.
Advertising

BACA JUGA: 
Riau Akan Punya Jalan Tol Baru, Ini Penampakan dan Rutenya Jalan Tol
Keunggulan Catania terus bertambah saat memasuki babak kedua. Forte dan Rolfini masing-masing menyumbang satu gol. Dua serangan tajam ini mengunci kemenangan telak bagi tim tuan rumah. Inter Milan U23 baru bisa memberikan perlawanan lewat gol Matteo Spinacce di menit akhir. Gol tersebut hanya menjadi pelengkap karena skor sudah terlalu jauh.
Kekalahan besar ini tidak membuat manajemen Inter Milan khawatir. Pertandingan ini hanya bersifat uji coba pasca musim untuk persiapan tahun depan. Hasil akhir bukan fokus utama dibandingkan dengan menit bermain para pemain muda. Inter lebih ingin menguji ketahanan fisik pemain di bawah tekanan tim senior seperti Catania.
Advertising

BACA JUGA: 
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Miangas dan berjanji untuk merenovasi sekolah
Keunggulan Catania terus. Perhatian utama klub saat ini tertuju pada skuad tim senior. Mereka sedang bersiap menghadapi dua laga krusial di akhir musim. Inter akan melawan Lazio dalam lanjutan Serie A. Sebelum itu, mereka akan bertemu tim yang sama di final Coppa Italia. Laga final tersebut menjadi penentu prestasi Inter dalam musim yang dianggap bersejarah ini. Tim senior mengejar trofi untuk menutup musim dengan sempurna.
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Reaksi :
Artikel Terkait
Share:

Tuesday, 25 August 2026

Ada dua versi Inter Milan, satu yang otentik dan satu yang tidak


Musi Rawas, Perssilam News - Kolumnis Corriere dello Sport, Alberto Polverosi, menyoroti dua wajah berbeda yang ditunjukkan Inter Milan saat menghadapi AC Monza pada laga pembuka Serie A 2026-2027. Inter mengawali musim dengan kemenangan telak 4-1 atas Monza. Hasil tersebut terlihat meyakinkan di atas kertas. Namun, Polverosi menilai skor akhir tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Menurutnya, Inter tampil dalam dua bentuk yang berbeda sepanjang laga. Perubahan itu terlihat jelas setelah Nerazzurri mencetak gol pembuka dan mulai kehilangan kendali atas permainan. Polverosi menyebut penampilan Inter pada babak pertama dan babak kedua seperti diperagakan oleh dua tim berbeda. Ia membagi permainan tersebut menjadi Inter yang "palsu" dan Inter yang "asli". Inter palsu adalah tim yang tampil terlalu percaya diri setelah unggul. Mereka tidak lagi menjaga tekanan dengan cara yang sama seperti pada awal laga. Sementara itu, Inter asli adalah tim yang agresif, disiplin, dan mampu memaksa lawan bermain di bawah tekanan. "Ada dua Inter di laga perdana. Yang pertama palsu, yang kedua asli. Yang pertama sedikit sombong, sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya, yang kedua garang seperti biasanya," ujar Polverosi. Inter memang memulai pertandingan dengan sangat baik. Enam menit setelah laga dimulai, mereka mencetak gol indah melalui rangkaian empat umpan. Polverosi memberi perhatian pada pola serangan tersebut karena hampir seluruh umpan bergerak vertikal. Hanya umpan terakhir dari Diouf yang mengarah ke sisi lain sebelum peluang itu berakhir menjadi gol.
Advertising

BACA JUGA:
Komunitas MJI menyelenggarakan Turing Royal Heritage untuk menjelajahi pulau Jawa dan Bali
Rangkaian tersebut menunjukkan cara Inter membangun serangan dengan cepat. Bola bergerak ke depan, pemain terus mencari ruang, dan Monza tidak diberi waktu untuk mengatur pertahanan. Pada fase itu, Inter terlihat mampu mengendalikan tempo sejak awal. Mereka menyerang dengan arah yang jelas dan membuat gol tersebut terasa seperti hasil dari kerja tim, bukan aksi individu semata. Namun, keunggulan cepat itu juga membawa perubahan pada sikap Inter. Setelah mencetak gol, para pemain Nerazzurri dinilai mulai mengira bahwa mereka dapat mengatasi Monza tanpa usaha yang sama besar. Intensitas menurun. Pergerakan tanpa bola tidak lagi seagresif sebelumnya. Tekanan terhadap pemain Monza pun berkurang. "Dan ketika Inter menjadi diri mereka sendiri, tak ada yang bisa menandingi. Kesannya usai enam menit, usai gol indah hasil rangkaian empat umpan yang seluruhnya vertikal kecuali umpan terakhir dari Diouf, Inter seolah membayangkan superioritas yang datang begitu saja terhadap Monza," kata Polverosi. Menurut sang kolumnis, perubahan itu membuat pertandingan berbalik arah saat skor masih 1-0. Inter tidak lagi berusaha menutup pertandingan dengan tekanan tinggi. Monza, meski memiliki kualitas teknis yang berada di bawah Inter, tetap menemukan keberanian untuk keluar menyerang. Mereka mulai membuka ruang, mengalirkan bola dengan lebih bebas, dan mencari celah di pertahanan tuan rumah.
"Justru pada skor 1-0, laga berbalik arah. Inter tak lagi berusaha menutup pertandingan, sementara Monza, meski kalah kelas teknis, mencoba membuka kembali peluang. Dan mereka berhasil tepat ketika tim asuhan Chivu benar-benar terlena." Komentar tersebut menyoroti masalah utama Inter pada babak pertama. Keunggulan awal tidak diikuti konsentrasi yang stabil. Tim asuhan Chivu membiarkan Monza kembali percaya diri. Padahal, dalam pertandingan Serie A, lawan tetap dapat menghukum kesalahan kecil ketika diberi ruang dan waktu untuk berkembang. Situasi berubah setelah jeda. Polverosi menduga Chivu menyampaikan pesan tegas di ruang ganti. Inter kemudian tampil dengan sikap yang berbeda pada awal babak kedua. Tim yang terlihat lembek dan terlalu santai pada babak pertama kembali menunjukkan tekanan, keberanian, serta kecepatan yang menjadi ciri permainan mereka. "Di babak kedua, sesuatu pasti disampaikan Chivu kepada anak-anak asuhannya saat jeda, karena di awal babak kedua, Inter yang lembek di babak pertama sudah tak lagi terlihat, melainkan kembali menjadi Inter lama." Inter kembali bermain lebih langsung. Para pemain bergerak dengan tujuan yang lebih jelas. Tekanan diberikan lebih cepat, sirkulasi bola menjadi lebih tajam, dan Monza kembali kesulitan mempertahankan bentuk pertahanannya. Perubahan ini membuat Inter mampu mengambil kembali kendali pertandingan setelah sebelumnya memberi lawan kesempatan untuk bangkit.
Advertising

BACA JUGA: 
Fabian Hurzeler memuji penampilan Brighton setelah mereka mengalahkan Aston Villa dengan telak
Polverosi juga memberikan pujian khusus kepada Pio. Ia menggambarkan pemain tersebut sebagai sosok yang kuat, agresif, dan tidak mudah menyerah ketika berada di area penalti. Perannya dianggap penting karena ia mampu menghadapi bek lawan dengan berbagai cara. Pio dapat menerima bola dengan membelakangi gawang, tetapi juga mampu berbalik dan menyerang ruang di depannya. "Pio adalah kekuatan alam, tak pernah menyerah, di kotak penalti ia seperti singa sekaligus rusa, sekeras marmer namun selentur karet, bisa bermain membelakangi maupun menghadap gawang, dan yang terpenting kondisinya sudah sangat prima," ujar Polverosi. Bagi Polverosi, sosok seperti Pio membantu menjelaskan perbedaan Inter pada babak kedua. Ketika tim kembali menekan dan bermain dengan keyakinan penuh, kemampuan fisik serta ketajaman di kotak penalti menjadi senjata penting. Inter tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, tetapi juga keberanian untuk terus menyerang setelah mendapatkan peluang. Kemenangan 4-1 atas Monza tetap menjadi awal yang sangat baik bagi Inter. Namun, penilaian Polverosi mengingatkan bahwa hasil besar tersebut juga menyimpan catatan. Nerazzurri perlu menjaga fokus setelah mencetak gol dan tidak membiarkan keunggulan membuat mereka kehilangan agresivitas. Saat tampil sebagai "Inter yang asli", mereka mampu menguasai laga dan membuat lawan kesulitan. Saat terlalu yakin dengan keunggulan, permainan mereka memberi Monza kesempatan untuk kembali ke pertandingan.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:

Tuesday, 3 February 2026

Sepakbola : Curahan hati Emil Audero setelah dilempar petasan: telinga terasa sakit, lutut mengalami luka bakar


Indonesia, Perssilam - Emil Audero, kiper Timnas Indonesia yang bermain untuk Cremonese, alami momen mencekam. Itu terjadi saat lawan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini. Laga digelar Senin, 2 Februari 2026, dini hari waktu Indonesia Barat. Lima menit setelah babak kedua mulai, bahaya datang tiba-tiba. Sebuah flare terbang dari tribun utara. Tribun itu penuh fans Inter Milan, tim tamu.
Temukan lebih banyak
Bisnis

Advertising

BACA JUGA: Nasional : Jusuf Hamka Mendukung Indonesia Bergabung dengan Dewan Perdamaian, Kami Percaya Prabowo
Flare itu meledak tepat dekat posisi Audero. Dentuman keras bergema di stadion. Kiper 29 tahun itu langsung roboh ke rumput. Dia pegang kaki kanan dengan kuat. Rasa sakit menusuk dalam.
Para pemain kedua tim kaget besar. Mereka buru-buru lari mendekati Audero. Tim medis Cremonese segera masuk lapangan. Mereka periksa kondisi kiper itu dengan cepat.

Advertising

Audero kena luka di kaki kanan. Serpihan flare menusuk kulitnya. Ledakan juga bikin telinganya terganggu. Suara keras itu picu masalah pendengaran sementara. Meski begitu, Audero tunjukkan mental baja. Dia bangkit dan lanjut jaga gawang. Pertandingan selesai tanpa dia ganti. Sikap itu dapat pujian dari banyak pihak.
Beppe Marotta, presiden Inter Milan, beri apresiasi tinggi. "Audero profesional banget. Dia fokus sampai akhir meski kesakitan," kata Marotta. Dia juga kutuk keras aksi lempar flare. "Itu lawan sportivitas sepak bola," tambahnya.
Lautaro Martinez, kapten Inter, minta maaf langsung ke Audero. "Aku pernah juara bareng dia. Tindakan ini bahaya sekali. Tidak pantas di sepak bola," ujar Martinez. Dia paham risiko flare di stadion.Flare adalah benda pirotenik berbahaya. Itu sering dipakai fans ultras untuk dukungan. Tapi ledakannya bisa luka atau ganggu pemain. Insiden seperti ini jarang, tapi ancam keselamatan.
Beruntung, Audero tak alami cedera parah. Dokter bilang dia pulih cepat. Tapi kejadian ini nodai kemenangan Inter Milan 2-0 atas Cremonese. Tiga poin tambahan bikin Inter kuat di puncak Serie A. Mereka kumpul 55 poin. Unggul tujuh poin dari AC Milan di posisi dua. Cremonese kalah, tapi Audero jadi sorotan positif. Kiper Timnas Indonesia ini bukti ketangguhan. Dia lindungi gawang dengan gigih. Fans Indonesia bangga lihat perjuangannya di liga top Eropa. Insiden ini ingatkan semua soal keamanan stadion.
Temukan lebih banyak
Musi Rawas
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tag :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

×
X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews