Musi Rawas, Perssilam News - Pasangan ganda campuran profesional Indonesia dari PB Djarum, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar BWF Kejuaraan Dunia 2026. Mereka melaju setelah menundukkan wakil Malaysia, Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien, dalam pertandingan yang berlangsung di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, Selasa (18/8) sore waktu setempat. Rehan/Gloria tampil meyakinkan sejak awal laga. Pasangan Indonesia tersebut mampu menjaga kendali permainan dan menutup game pertama dengan skor 21-16. Pada game kedua, perlawanan Wong/Lim semakin sulit berkembang. Rehan/Gloria terus menekan hingga akhirnya menang telak 21-3. Kemenangan dua game langsung itu menjadi hasil penting bagi Rehan/Gloria. Mereka sebelumnya lolos ke putaran final pada menit-menit akhir, sehingga kemenangan atas pasangan Malaysia tersebut memberi tambahan kepercayaan diri untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Format dua game langsung juga membuat mereka tidak perlu menjalani game penentuan yang dapat menguras tenaga. Tantangan lebih berat sudah menunggu di babak 32 besar. Rehan/Gloria akan berhadapan dengan unggulan kesembilan asal Taiwan, Ye Hong Wei/Chan Nicole Gonzalez. Pasangan Taiwan itu juga berstatus kampiun All England tahun ini. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian bagi Rehan/Gloria karena lawan yang dihadapi memiliki posisi unggulan dan pengalaman tampil di turnamen besar.
Advertising
Rehan dan Gloria perlu menjaga pola permainan yang sudah terlihat saat menghadapi Wong/Lim. Komunikasi, pengaturan tempo, serta kemampuan membaca arah serangan akan menjadi bagian penting dalam laga berikutnya. Kesalahan kecil dapat memberi ruang bagi pasangan Taiwan untuk mengambil kendali, sehingga fokus sepanjang pertandingan sangat dibutuhkan. Sementara itu, tunggal putra Indonesia peringkat ketiga dunia, Jonatan Christie, membuka Kejuaraan Dunia 2026 dengan hasil positif. Jonatan mengalahkan wakil Jerman, Mathias Kicklitz, pada pertandingan babak pertama. Sebagai unggulan ketiga, Jonatan mampu menunjukkan perbedaan pengalaman dan kualitas permainan dalam dua game. Jonatan menang dengan skor 21-15 dan 21-14. Ia menjaga keunggulan pada momen penting dan tidak memberi kesempatan kepada Kicklitz untuk memaksakan game ketiga. Hasil tersebut membuat Jonatan melangkah ke babak kedua dengan modal kemenangan dua game langsung. Di babak kedua, Jonatan akan menghadapi pemenang pertandingan antara Fabio Capinio dari Italia dan Jason Teh dari Singapura. Lawan yang akan dihadapi baru akan dipastikan setelah pertandingan tersebut selesai. Jonatan tentu harus kembali tampil konsisten karena setiap laga di Kejuaraan Dunia mempertemukan pemain dengan kualitas tinggi. Jika terus melaju, Jonatan berpeluang bertemu dengan musuh bebuyutannya, Lin Chun Yi, pada babak 16 besar. Pemain Taiwan itu juga tercatat sebagai kampiun All England tahun ini. Pertemuan tersebut masih bergantung pada hasil pertandingan di beberapa babak berikutnya, tetapi potensi duel itu sudah menjadi salah satu perhatian dalam jalur pertandingan Jonatan. Sebelum kemenangan Jonatan, tunggal putra Indonesia lainnya, Alwi Farhan, lebih dulu memastikan tempat di babak kedua. Alwi mengalahkan pemain muda
Advertising
Korea Selatan yang tengah naik daun, Yoo Tae Bin, pada pertandingan yang berlangsung sehari sebelumnya. Alwi yang menempati unggulan ke-11 menang dua game langsung dengan skor 21-17 dan 21-12. Ia mampu mengatasi permainan Yoo dengan menjaga jarak poin pada game pertama. Pada game kedua, Alwi tampil lebih mantap dan menutup pertandingan dengan selisih sembilan poin. Kemenangan itu tidak lepas dari persiapan Alwi sebelum pertandingan. Ia mengaku memiliki waktu lebih dari satu pekan untuk mempelajari hasil undian dan permainan calon lawannya. Persiapan tersebut membantunya memahami pola yang mungkin digunakan Yoo Tae Bin di lapangan. "Alhamdulillah memang sudah dipersiapkan dari sebelum-sebelumnya. Ada waktu seminggu lebih saya rasa untuk mempelajari undian dan itu bagus buat saya. Jadi memang tadi sudah antisipasi, bahkan saya sangat hafal dia mau berbuat seperti apa. Ini bagian dari preparation yang saya lakukan dan ada hasilnya, saya harap bisa keep it the standard for the next match," ungkap Alwi, dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.
Advertising
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Alwi tidak hanya mengandalkan kemampuan saat pertandingan berlangsung. Ia juga menyiapkan rencana berdasarkan lawan yang akan dihadapi. Hasilnya terlihat dalam kemenangan atas Yoo Tae Bin, terutama ketika Alwi mampu menjaga kontrol permainan dan mengurangi kesempatan lawan untuk mengembangkan serangan. Pada babak kedua, Alwi akan bertemu dengan pemenang pertandingan antara Joakim Oldorff dari Finlandia dan Le Duc Phat dari Vietnam. Seperti Jonatan, Alwi masih menunggu kepastian calon lawan sebelum menyiapkan strategi berikutnya. Kemenangan di babak pertama membuat dua wakil tunggal putra Indonesia tersebut tetap berada dalam persaingan Kejuaraan Dunia 2026. Dengan hasil yang diraih Rehan/Gloria, Jonatan, dan Alwi, Indonesia menambah wakil yang melaju ke babak-babak berikutnya. Rehan/Gloria akan menghadapi unggulan Taiwan di babak 32 besar, sedangkan Jonatan dan Alwi bersiap menjalani pertandingan babak kedua.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Reaksi :
Artikel Terkait






