Selamat Datang dan Bergabung Bersama Perssilam Silampari News teknologi app iconDownload App Google Earth telah meluncurkan simulator penerbangan yang dapat diakses melalui browser ~ Perssilam Silampari News
×
W3.CSS
Dark Mode

Pages

Memuat berita...

Monday, 17 August 2026

Google Earth telah meluncurkan simulator penerbangan yang dapat diakses melalui browser


Musi Rawas, Perssilam News - Google Earth meluncurkan fitur Flight Simulator yang dapat dimainkan langsung melalui browser tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan, seperti dilansir Lifestyle. Fitur ini resmi dirilis secara global pada Juni 2026. Kehadirannya memberi cara baru bagi pengguna untuk melihat berbagai tempat di bumi dari sudut pandang udara. Penerbangan berlangsung di atas citra satelit Google Earth, lengkap dengan bangunan tiga dimensi yang membuat kota dan sejumlah lokasi terkenal tampak lebih nyata. Flight Simulator ini dibuat untuk hiburan ringan dan pembelajaran. Pengguna dapat mengenal bentuk wilayah, posisi kota, garis pantai, pegunungan, serta landmark terkenal sambil mengendalikan pesawat secara virtual. Pengalaman tersebut berbeda dari simulator penerbangan profesional yang biasanya memiliki sistem kendali lebih rumit, aturan penerbangan yang lebih ketat, serta kebutuhan perangkat yang lebih tinggi. Melalui browser internet, pengguna dapat terbang di atas kawasan perkotaan, pegunungan, pantai, dan tempat bersejarah di berbagai negara. Mereka bisa memilih area yang sudah dikenal, seperti kota tempat tinggal, atau mencoba lokasi baru yang belum pernah dikunjungi. Tampilan dari udara membantu pengguna melihat hubungan antara jalan, sungai, gedung, dan wilayah terbuka dalam satu pandangan. Cara mengakses Flight Simulator cukup sederhana. Pengguna perlu membuka situs Google Earth melalui browser yang mendukung layanan tersebut. Setelah halaman terbuka, pilih menu Tools, lalu klik opsi Flight Simulator. Sesudah itu, pesawat akan muncul dan dapat dikendalikan menggunakan keyboard atau mouse. Pengguna dapat mengatur arah gerak, membelokkan pesawat, serta menjaga ketinggian selama penerbangan. Google menyarankan penggunaan Satellite View untuk memperoleh tampilan yang lebih realistis. Mode ini menampilkan citra satelit dan objek tiga dimensi secara lebih jelas dibandingkan tampilan peta biasa. Saat pesawat melintas di atas kota, pengguna dapat melihat pola bangunan, jalan raya, lapangan, serta bentuk wilayah dari ketinggian tertentu. Hasil tampilan dapat berbeda menurut lokasi karena ketersediaan citra satelit dan data bangunan tiga dimensi tidak selalu sama di setiap daerah.
Advertising

BACA JUGA: Memahami BPUPKI, Langkah Pertama Pemikiran Para Pendiri Bangsa Menuju Kemerdekaan
Fitur utama simulator ini adalah penerbangan di atas citra satelit. Pengguna tidak hanya melihat peta dari atas, tetapi juga dapat bergerak melintasi area yang dipilih. Kota dengan banyak bangunan tiga dimensi akan memberikan pengalaman yang lebih menarik karena bentuk gedung dan susunan wilayah terlihat lebih jelas. Lokasi lain, seperti pegunungan atau pantai, memberi pemandangan berbeda dan membantu pengguna memahami bentuk permukaan bumi. Flight Simulator Google Earth juga dirancang agar dapat dimainkan tanpa komputer dengan spesifikasi tinggi. Selama browser mampu menjalankan Google Earth dan koneksi internet cukup stabil, pengguna dapat mencoba fitur tersebut. Citra satelit dan objek tiga dimensi dimuat saat penerbangan berlangsung, sehingga kualitas pengalaman sangat bergantung pada jaringan internet. Koneksi yang lambat dapat membuat gambar membutuhkan waktu lebih lama untuk tampil. Kontrol melalui keyboard dan mouse membuat fitur ini mudah dicoba oleh pengguna baru. Keyboard dapat dipakai untuk memberi perintah dasar, sementara mouse membantu mengatur arah pandang dan gerak pesawat. 
Advertising

BACA JUGA: 
Marcin Budkowski mengungkapkan prioritas utama setelah menggantikan Lowdon
Setiap perintah perlu dilakukan dengan tenang agar pesawat tidak berbelok terlalu tajam atau kehilangan ketinggian. Pengguna juga dapat memakai tombol reset jika pesawat mengalami kecelakaan, keluar dari kendali, atau sulit kembali ke jalur penerbangan. Pemula sebaiknya memulai dari kawasan perkotaan atau landmark yang mudah dikenali. Area seperti ini membantu pengguna memahami posisi pesawat karena bentuk kota dan bangunannya terlihat jelas dari udara. Setelah terbiasa dengan kontrol dasar, penerbangan dapat dilanjutkan ke kawasan yang lebih luas, seperti pegunungan, garis pantai, atau wilayah dengan susunan bangunan yang lebih padat. Gerakan yang halus menjadi kunci selama penerbangan. Belokan yang terlalu cepat dapat membuat pesawat kehilangan arah. Ketinggian juga perlu dijaga agar tampilan di bawah pesawat tetap terlihat dan penerbangan tidak segera berakhir. Jika kendali mulai sulit, tombol reset dapat digunakan untuk mengulang penerbangan tanpa harus menutup browser atau membuka ulang Google Earth. Koneksi internet yang stabil memiliki peran penting karena layanan ini menampilkan data secara langsung. Ketika pesawat berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain, browser perlu memuat citra satelit dan objek tiga dimensi baru. 
Pengguna mungkin melihat perbedaan waktu pemuatan antara wilayah perkotaan dan daerah yang memiliki data lebih sedikit. Menutup tab atau aplikasi lain yang tidak diperlukan juga dapat membantu menjaga kinerja browser, terutama pada komputer dengan kemampuan terbatas. Kehadiran Flight Simulator berbasis web membuat pengalaman menerbangkan pesawat dapat dicoba dengan cara yang lebih mudah. Pengguna tidak perlu membeli permainan simulator khusus atau memasang program berukuran besar. Fitur ini dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang, memperkenalkan geografi kepada pelajar, atau melihat suatu tempat sebelum merencanakan perjalanan.
Meski belum memiliki tingkat detail seperti Microsoft Flight Simulator, fitur Google Earth menawarkan pengalaman yang lebih sederhana. Fokusnya berada pada kebebasan melihat berbagai lokasi dari udara, bukan pada pelatihan penerbangan yang mengikuti prosedur profesional. Pengguna dapat terbang dengan santai, mengamati kota dan bangunan, lalu berpindah ke lokasi lain sesuai keinginan. Flight Simulator Google Earth pada akhirnya menggabungkan peta, citra satelit, bangunan tiga dimensi, dan kendali pesawat dalam satu layanan berbasis browser. Fitur ini membuat eksplorasi geografis terasa lebih aktif karena pengguna dapat mengamati suatu daerah sambil bergerak di atasnya. Bagi siapa saja yang ingin mengenal berbagai tempat secara virtual, layanan ini menawarkan pengalaman yang mudah diakses dan menyenangkan.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Redaktur Perssilam Silampari News
(Perssilam Silampari News berbagai sumber)
Berita dan Artikel lainnya di :
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Tags :
Artikel Terkait
Share:
Nasional
Loading 6 berita Nasional...
RECOMMENDED
Loading 9 berita nasional...
Liga Inggris
Loading 6 berita Liga Inggris HD...
Anda Mungkin Juga Suka
You Might Like

🛒 Shopee Hari Ini

MOST VIEWED BRI SUPER LEAGUE

X
×

Other Latest

Loading...

Daftar Isi

    📧 Dapatkan Berita Terbaru Langsung ke Email!

    Premier League

    Close Ads
    Close Ads

    Serie A

    Archive

    🔥 Flash Sale Shopee Hari Ini

    Dapatkan voucher & gratis ongkir


    Total Pageviews

     

    ×